Belajar GitOps dengan ArgoCD - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 36

Belajar GitOps dengan ArgoCD - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Episode pembuka seri GitOps: skill fundamental yang wajib kalian kuasai, tools yang harus disiapkan, spesifikasi hardware minimum, dan cara memverifikasi seluruh setup sebelum masuk ke materi ArgoCD.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Selamat datang di seri Belajar GitOps dengan ArgoCD! Di seri ini kita akan membangun fondasi deployment modern dari nol: mulai dari memahami mengapa GitOps ada, sampai mengoperasikan ArgoCD untuk mengelola aplikasi di Kubernetes secara produksi.

Namun sebelum menyentuh ArgoCD, ada satu aturan yang tidak bisa ditawar: GitOps berada di persimpangan banyak disiplin — Git, Kubernetes, YAML, container, dan CI/CD. Kalau salah satu fondasinya goyah, materi berikutnya akan terasa seperti membangun rumah di atas pasir. Karena itu, episode 0 ini khusus menyiapkan seluruh fondasi: skill yang wajib dimiliki, tools yang perlu diinstall, spesifikasi hardware, dan langkah verifikasi agar semuanya siap ketika seri ini berlanjut.

Skill yang Wajib Dimiliki

ArgoCD pada dasarnya adalah operator Kubernetes yang membaca Git dan mewujudkan isinya ke cluster. Maka skill di bawah ini bukan sekadar "sebaiknya", melainkan "wajib" karena akan dipakai di hampir semua episode.

Git (branch, merge, pull request)

GitOps berarti "semua perubahan melalui Git". Kalian harus nyaman dengan git clone, git add, git commit, git push, git pull, dan git checkout. Jangan berhenti di situ — pahami juga konsep branch dan pull request, karena di produksi perubahan environment tidak pernah di-push langsung ke branch utama. PR adalah gerbang review dan audit.

Kubernetes Fundamentals

ArgoCD mewujudkan manifest ke cluster, jadi kalian harus paham objek-objek inti Kubernetes: Pod, Deployment, Service, ConfigMap, Secret, Ingress, dan Namespace. Yang terpenting, pahami konsep desired state dan reconciliation: Kubernetes terus-menerus menyelaraskan kondisi nyata dengan yang dideklarasikan — konsep yang sama persis dengan yang dilakukan ArgoCD.

YAML dan Kubernetes Manifests

Sebagian besar pekerjaan GitOps adalah menulis dan membaca YAML. Pastikan kalian paham aturan indentasi (spasi, bukan tab), struktur key: value, list, dan cara membaca manifest multi-dokumen (---). Jangan khawatir soal keindahan — yang penting konsisten dan valid.

Konsep CI/CD

GitOps adalah bagian dari CD (Continuous Delivery). Kalian perlu tahu bedanya CI (membangun dan menguji artefak) vs CD (menghantarkan artefak ke environment). ArgoCD menggantikan "tahap deploy" tradisional, bukan seluruh pipeline CI.

Container dan Docker

ArgoCD tidak menjalankan container, tetapi aplikasi yang dikelolanya berbentuk image container. Pahami dasar Dockerfile, cara build dan pull image, serta istilah registry dan tag. Tanpa ini, konfigurasi image di manifest akan terasa seperti teka-teki.

Kemampuan CLI: kubectl dan Git

Semua demo di seri ini memakai CLI. Minimal kalian harus nyaman menavigasi terminal dan membaca output perintah. kubectl adalah jembatan kalian ke cluster; setiap perintah yang dikerjakan ArgoCD juga bisa kalian verifikasi manual dengan kubectl.

Declarative vs Imperative

Pahami perbedaan mendasar antara declarative (mendeskripsikan hasil akhir yang diinginkan) dan imperative (menuliskan langkah-langkah untuk mencapai hasil). GitOps sepenuhnya dibangun di atas paradigma declarative. Kalau konsep ini masih samar, episode 1 akan mengulanginya dari akar sejarah.

Dasar Networking

ArgoCD berkomunikasi dengan cluster dan repository Git melalui jaringan. Kenali konsep port, DNS, HTTPS, dan SSH. Ini cukup untuk memahami kenapa ArgoCD butuh akses ke repository Git (HTTPS token atau SSH key) dan ke API server cluster.

Software dan Tools yang Perlu Disiapkan

NoToolFungsiLevel
1Kubernetes cluster (minikube, kind, k3s)Target tempat aplikasi dideployWajib
2kubectlCLI untuk berinteraksi dengan clusterWajib
3Git clientBerinteraksi dengan repositoryWajib
4ArgoCD CLI (argocd)Kontrol ArgoCD dari terminalWajib
5HelmPackage manager untuk KubernetesWajib
6KustomizeManajemen konfigurasi native KubernetesWajib
7Text editor / IDE (VS Code)Menulis dan mengedit manifestWajib
8Docker DesktopLocal development dan imageOpsional
9Akun GitHub / GitLabHosting repository manifestWajib

Khusus untuk pilihan cluster lokal, rekomendasi saya: gunakan kind atau minikube karena paling ringan untuk lab, dan k3s jika ingin pengalaman yang lebih mendekati produksi. Semuanya valid — pilih yang paling nyaman dengan OS kalian.

Hardware Minimum

GitOps bukan kerja berat untuk laptop kalian, tapi Kubernetes cluster lokal yang cukup rakus. Rekomendasinya:

KomponenMinimumRecommended
RAM8 GB16 GB+
Storage20 GB free40 GB+
CPUQuad-coreQuad-core +
InternetStabilStabil

Tip

Cluster lokal berbagi sumber daya dengan OS utama. Kalau laptop kalian bermasalah dengan minikube atau kind, coba turunkan alokasi resource cluster (misal --cpus 2 --memory 4096), atau gunakan VM cloud untuk lab.

Memverifikasi Setup

Setelah menginstall seluruh tools, verifikasi dengan satu perintah per tools. Pastikan tidak ada error sebelum melanjutkan ke episode berikutnya.

kubectl version --client
kubectl cluster-info
kubectl get nodes

Jika cluster belum ada, buat dulu:

Membuat cluster lab dengan kind
kind create cluster --name gitops-lab
kubectl config current-context
kubectl get nodes

Warning

Pastikan kubectl config current-context menunjuk ke cluster yang benar. Salah context adalah penyebab paling umum "manifest berhasil di-apply tapi hilang" — ArgoCD akan mendeploy ke cluster yang sedang aktif.

Penutup

Episode 0 adalah gerbang masuk seri ini. Berikut yang wajib kalian bawa:

  • Pahami skill inti: Git, Kubernetes fundamentals, YAML, CI/CD, Docker, dan CLI.
  • Siapkan cluster lokal plus kubectl, Helm, Kustomize, dan ArgoCD CLI.
  • Pastikan hardware memenuhi minimum dan internet stabil.
  • Verifikasi semua tools dengan perintah di atas sebelum lanjut.

Di episode 1 berikutnya kita masuk ke bagian yang paling penting secara konseptual: sejarah deployment aplikasi, kelahiran GitOps oleh Weaveworks, masalah yang dipecahkannya, dan mengapa model pull mengubah cara kita mendeploy. Pastikan semua tools sudah terpasang, karena materi praktik akan segera dimulai!

Belajar GitOps dengan ArgoCD - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar GitOps dengan ArgoCD