Belajar GitOps dan ArgoCD dari dasar hingga siap produksi: pre-requisites & setup environment, sejarah GitOps & mengapa pull-based, ekosistem & arsitektur ArgoCD, recap Kubernetes & manifest management, instalasi ArgoCD, UI & CLI basics, application pertama, sync strategies & policies, konfigurasi Helm & Kustomize, multi-cluster management, projects & multi-tenancy, ApplicationSet, secrets management, resource hooks & lifecycle, sync windows, workflow & branch strategies, Image Updater, notifications, integrasi CI/CD, progressive delivery dengan Argo Rollouts, service mesh, disaster recovery, monitoring & observability, security, compliance & audit, performance tuning, high availability, troubleshooting, multi-tenancy at scale, infrastructure GitOps, ecosystem integration, cloud provider patterns, enterprise patterns, cost optimization, production checklist, hingga masa depan GitOps dengan total 36 episode.
Episode pembuka seri GitOps: skill fundamental yang wajib kalian kuasai, tools yang harus disiapkan, spesifikasi hardware minimum, dan cara memverifikasi seluruh setup sebelum masuk ke materi ArgoCD.

Dari deployment manual hingga Infrastructure as Code, kenapa Weaveworks memperkenalkan istilah GitOps pada 2017, masalah yang dipecahkannya, dan mengapa model pull mengalahkan model push.

Peta persaingan tools GitOps, alasan ArgoCD menjadi standar industri, arsitektur komponen-komponennya, core concepts, dan cara kerja loop reconciliation yang selalu menjaga cluster.

Review lengkap objek Kubernetes yang paling sering dikelola ArgoCD, pengenalan templating dengan Helm, penyusunan konfigurasi dengan Kustomize, dan pola organisasi direktori manifest yang sehat.

Langkah lengkap menginstall ArgoCD di cluster kalian: pilihan metode instalasi, konfigurasi awal, akses ke API server, dan kustomisasi untuk high availability, ingress, serta TLS.

Menjelajah dashboard ArgoCD mulai dari application view, tree view, live manifest, dan diff, lalu menguasai perintah CLI inti untuk login, melihat, mensinkronkan, dan me-rollback aplikasi.

Praktik pertama yang sesungguhnya: menyiapkan repository manifest, membuat Application melalui UI wizard dan CLI, mendeklarasikan Application sebagai YAML, lalu melakukan first sync dan memverifikasinya di cluster.

Mengotomatiskan deployment: strategi sync manual versus automated, opsi seperti prune dan self-healing, urutan eksekusi lewat sync phases dan waves, hingga cara ArgoCD menilai kesehatan aplikasi.

Mengelola konfigurasi yang realistis dengan ArgoCD: Helm chart sebagai sumber, multiple values files, Kustomize base dan overlays, Jsonnet, hingga menggabungkan Helm dengan Kustomize dan plugin kustom.

Kelola banyak cluster Kubernetes dari satu titik kendali: daftarkan cluster eksternal dengan aman, pahami model hub-and-spoke, dan tempatkan aplikasi ke cluster tujuan yang tepat melalui service account dan RBAC.
