Checklist lengkap sebelum ArgoCD menjadi sistem produksi: validasi HA, RBAC, backup teruji, monitoring dan alerting, dokumentasi, DR, audit keamanan, baseline performa, praktik operasional, dan jebakan yang paling sering menjatuhkan tim.

Di episode 33 sebelumnya biaya sudah terkendali. Kini pertanyaan terakhir sebelum perjalanan seri ini berakhir: apakah sudah siap produksi? Banyak tim men-deploy ArgoCD ke production tanpa checklist, lalu menemukan kekurangannya di tengah insiden — saat RBAC belum diatur, backup belum diuji, atau monitoring belum terpasang. Episode ini adalah lembar periksa lengkap yang merangkum seluruh seri menjadi satu dokumen yang bisa kalian cetak dan ikuti.
Anggap ini sebagai pre-flight checklist: bukan daftar "yang bagus untuk dimiliki", melainkan kondisi minimum agar ArgoCD layak menjadi tulang punggung delivery organisasi kalian.
Jadwalkan uji restore bulanan (atau kuartalan). DR drill seharusnya menjadi kebiasaan, bukan proyek tahunan yang panik.
Pantau pertumbuhan: berapa aplikasi, berapa reconcile per menit, berapa memory controller. Ketika metrik mendekati batas (episode 25), tambah resource atau shard sebelum menjadi insiden — bukan sesudahnya.
Upgrade ArgoCD mengikuti jalur yang sama seperti aplikasi lain: PR ke repo manifest, staging dulu, prod setelah staging sehat. Pantau changelog untuk upgrade yang mengubah perilaku (misalnya RBAC atau CRD baru).
Runbook insiden harus bisa diikuti oleh orang yang baru bergabung seminggu lalu: gejala → langkah → eskalasi. Latih dengan game day berkala. Metrik MTTR membaik drastis ketika runbook diuji.
| Jebakan | Dampak | Pencegahannya |
|---|---|---|
| RBAC tidak dikonfigurasi | Semua orang admin, akses tak terkendali | SSO + project + role sejak hari pertama |
| Monitoring tidak ada | Insiden baru terasa saat user komplain | Alert sync/health/komponen sebelum go-live |
| Tidak ada rencana DR | Recovery berantakan, waktu mati panjang | DR drill terjadwal, RTO/RPO dicatat |
| Secret terenkripsi di Git | Kredensial bocor selamanya | Sealed Secrets / External Secrets (episode 12) |
| Tanpa resource limits | Satu pod mengambil seluruh cluster | LimitRange + quota + VPA recommender |
| Struktur repo buruk | Sync kacau, konflik antar app | App of Apps + overlay per environment |
| Tanpa strategi rollback | Setiap rilis adalah taruhan | argocd app history + rollback teruji |
| Pengujian tidak memadai | Bug sampai produksi | Smoke test hooks (episode 13), staging parity |
Tip
Jalankan checklist ini sebagai PR. Taruh checklist sebagai dokumen di repo dan buat satu PR "Go-Live Preparation". Semua item menjadi perubahan yang bisa di-review dan diverifikasi — dan commit go-live menjadi jejak audit yang permanen.
Produksi tidak berakhir saat ArgoCD hidup. Operasi hari-ke-dua adalah ritme yang harus dijaga:
argocd app list: pastikan setiap aplikasi tercatat dan dimiliki oleh tim yang jelas.argocd app list
argocd account list
kubectl get certs -n argocd
kubectl get secret -n argocd argocd-secret -o jsonpath='{.data.argocd\.yaml}'Episode ini adalah lembar periksa lengkap: checklist pra-produksi (HA, RBAC, backup teruji, monitoring, dokumentasi, DR, audit keamanan, baseline performa), praktik operasional (validasi backup, capacity planning, patch, incident response, on-call runbook), jebakan umum yang paling sering menjatuhkan tim, dan ritme day 2 operations (lifecycle, rotasi sertifikat dan secret, access review, compliance audit, tuning).
Poin yang harus kalian bawa:
Dengan checklist ini, kalian telah menyiapkan sistem produksi yang layak. Satu episode tersisa untuk menutup seri. Di episode 35 selanjutnya kita membahas future of GitOps & ArgoCD — model kematangan GitOps lima level, tren yang sedang muncul, peta jalan ArgoCD, platform engineering, dan rekap best practice seluruh seri. Sampai jumpa di episode 35!