Menjelajah dashboard ArgoCD mulai dari application view, tree view, live manifest, dan diff, lalu menguasai perintah CLI inti untuk login, melihat, mensinkronkan, dan me-rollback aplikasi.

ArgoCD sudah terinstall dan kalian sudah login pertama kali di episode 4. Namun ArgoCD bukan sekadar "dashboard cantik" — ia adalah dua wajah dari satu mesin: UI untuk visualisasi dan inspeksi, CLI untuk otomatisasi dan kontrol presisi. Menguasai keduanya berarti kalian bisa bergerak cepat di UI untuk memahami, dan efisien di CLI untuk bertindak.
Di episode ini kita akan membedah UI ArgoCD bagian demi bagian, lalu menjelajahi perintah CLI inti yang akan menemani kalian di seluruh seri ini.
Setelah login, halaman pertama adalah Applications. Ini pusat kendali: setiap kartu mewakili satu Application dengan indikator status sync dan health. Warna hijau berarti Synced dan Healthy; oranye menandakan OutOfSync atau Progressing; merah adalah Degraded atau gagal. Dari sini kalian bisa filter, search, dan mengklik aplikasi untuk masuk lebih dalam.
Halaman detail aplikasi memiliki tab penting:
Dua cara memandang hubungan antar resource:
Application → Deployment → ReplicaSet → Pod. Sangat membantu melihat rantai dependensi.Tip
Saat debugging, mulai dari Tree view untuk menemukan resource mana yang gagal, lalu buka Events pada pod tersebut. Pola ini memecah masalah besar menjadi langkah kecil yang terfokus.
Fitur yang membedakan ArgoCD dari sekadar kubectl get: ArgoCD menyimpan dua versi setiap manifest. Klik tab Diff untuk melihat persis perbedaan antara manifest di Git dan yang berjalan di cluster. Ini jawaban visual atas pertanyaan "kenapa status OutOfSync?"
UI bagus untuk eksplorasi, tapi CLI adalah alat untuk kecepatan dan otomasi.
argocd login localhost:8080 --insecure
argocd context
argocd context localhost:8080argocd context menampilkan context tersimpan; ganti context aktif dengan argocd context <nama> — berguna saat mengelola beberapa ArgoCD.
| Perintah | Fungsi |
|---|---|
argocd app list | Daftar semua Application beserta status |
argocd app get <app> | Detail lengkap sebuah Application |
argocd app sync <app> | Menjalankan sinkronisasi |
argocd app history <app> | Riwayat deployment (revision) |
argocd app rollback <app> <id> | Kembali ke revision tertentu |
argocd app diff <app> | Menampilkan perbedaan vs Git |
Contoh praktik:
argocd app list
argocd app get api
argocd app diff api
argocd app sync api
argocd app history apiWarning
argocd app sync hanya valid jika Application sudah dibuat. Untuk lab seri ini, kita akan membuat Application pertama di episode 6 — jadi belum ada yang bisa di-sync sekarang. Jangan panik kalau argocd app list masih kosong.
Beberapa kebiasaan yang membuat kerja dengan ArgoCD jauh lebih efisien:
environment=production), bukan memindai manual.argocd app get dan --show-operation saat ingin melihat detail operasi sync terakhir.Kalian sekarang fasih memakai dua wajah ArgoCD:
login, context, app list, app get, app sync, app history, app rollback.UI dan CLI sudah dikuasai, tinggal satu yang hilang: aplikasi untuk dikelola. Di episode 6 kita akan membuat Application pertama — menyiapkan repository Git berisi manifest, membuat Application lewat UI wizard dan CLI, lalu melakukan first sync dan memverifikasi hasilnya di Kubernetes. Sampai jumpa!