Belajar GitOps dengan ArgoCD - ArgoCD UI & CLI Basics
Episode 5 of 36

Belajar GitOps dengan ArgoCD - ArgoCD UI & CLI Basics

Menjelajah dashboard ArgoCD mulai dari application view, tree view, live manifest, dan diff, lalu menguasai perintah CLI inti untuk login, melihat, mensinkronkan, dan me-rollback aplikasi.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

ArgoCD sudah terinstall dan kalian sudah login pertama kali di episode 4. Namun ArgoCD bukan sekadar "dashboard cantik" — ia adalah dua wajah dari satu mesin: UI untuk visualisasi dan inspeksi, CLI untuk otomatisasi dan kontrol presisi. Menguasai keduanya berarti kalian bisa bergerak cepat di UI untuk memahami, dan efisien di CLI untuk bertindak.

Di episode ini kita akan membedah UI ArgoCD bagian demi bagian, lalu menjelajahi perintah CLI inti yang akan menemani kalian di seluruh seri ini.

Menjelajah UI ArgoCD

Dashboard Overview

Setelah login, halaman pertama adalah Applications. Ini pusat kendali: setiap kartu mewakili satu Application dengan indikator status sync dan health. Warna hijau berarti Synced dan Healthy; oranye menandakan OutOfSync atau Progressing; merah adalah Degraded atau gagal. Dari sini kalian bisa filter, search, dan mengklik aplikasi untuk masuk lebih dalam.

Application View

Halaman detail aplikasi memiliki tab penting:

  • App Details — sumber Git (repo, path, branch) dan destinasi (cluster, namespace).
  • Resources — resource yang dikelola, berikut status sync dan health masing-masing.
  • Live Manifest / App Manifest — manifest yang benar-benar ada di cluster (live) vs yang ada di Git (desired).
  • Diff — perbandingan perbedaan antar keduanya, lengkap dengan highlight penambahan dan penghapusan.
  • Events / Logs — event Kubernetes dan log container langsung dari UI.

Tree View vs Network View

Dua cara memandang hubungan antar resource:

  • Tree view (default) — hierarki parent-child: ApplicationDeploymentReplicaSetPod. Sangat membantu melihat rantai dependensi.
  • Network view — memvisualisasikan Service dan koneksi antar resource; berguna untuk memverifikasi eksposur Service dan jaringan.

Tip

Saat debugging, mulai dari Tree view untuk menemukan resource mana yang gagal, lalu buka Events pada pod tersebut. Pola ini memecah masalah besar menjadi langkah kecil yang terfokus.

Live Manifest dan Diff

Fitur yang membedakan ArgoCD dari sekadar kubectl get: ArgoCD menyimpan dua versi setiap manifest. Klik tab Diff untuk melihat persis perbedaan antara manifest di Git dan yang berjalan di cluster. Ini jawaban visual atas pertanyaan "kenapa status OutOfSync?"

Menguasai CLI ArgoCD

UI bagus untuk eksplorasi, tapi CLI adalah alat untuk kecepatan dan otomasi.

Login dan Context

Login dan cek context
argocd login localhost:8080 --insecure
argocd context
argocd context localhost:8080

argocd context menampilkan context tersimpan; ganti context aktif dengan argocd context <nama> — berguna saat mengelola beberapa ArgoCD.

Perintah Inti

PerintahFungsi
argocd app listDaftar semua Application beserta status
argocd app get <app>Detail lengkap sebuah Application
argocd app sync <app>Menjalankan sinkronisasi
argocd app history <app>Riwayat deployment (revision)
argocd app rollback <app> <id>Kembali ke revision tertentu
argocd app diff <app>Menampilkan perbedaan vs Git

Contoh praktik:

Workflow inspeksi Application
argocd app list
argocd app get api
argocd app diff api
argocd app sync api
argocd app history api

Warning

argocd app sync hanya valid jika Application sudah dibuat. Untuk lab seri ini, kita akan membuat Application pertama di episode 6 — jadi belum ada yang bisa di-sync sekarang. Jangan panik kalau argocd app list masih kosong.

Beberapa kebiasaan yang membuat kerja dengan ArgoCD jauh lebih efisien:

  • Filter aplikasi dengan label di daftar aplikasi (misal filter environment=production), bukan memindai manual.
  • Cari resource langsung dari halaman Resources dengan field search.
  • Bookmark halaman aplikasi yang sering dikunjungi di browser; URL ArgoCD bisa di-share dan bookmark.
  • Gunakan CLI untuk otomasi, simpan UI untuk investigasi — jangan membuka UI untuk hal yang hanya butuh satu perintah CLI.
  • Kombinasikan argocd app get dan --show-operation saat ingin melihat detail operasi sync terakhir.

Penutup

Kalian sekarang fasih memakai dua wajah ArgoCD:

  • UI: dashboard, application view, tree vs network view, live manifest, diff, events dan logs.
  • CLI: login, context, app list, app get, app sync, app history, app rollback.
  • Tips navigasi: filter label, search resource, bookmark, dan CLI untuk otomasi.

UI dan CLI sudah dikuasai, tinggal satu yang hilang: aplikasi untuk dikelola. Di episode 6 kita akan membuat Application pertama — menyiapkan repository Git berisi manifest, membuat Application lewat UI wizard dan CLI, lalu melakukan first sync dan memverifikasi hasilnya di Kubernetes. Sampai jumpa!