Menyiapkan fondasi sebelum membangun game dengan Godot: skill dasar pemrograman dan logika game, vector math serta coordinate systems, perangkat lunak dan tools yang wajib diinstall, hingga spesifikasi hardware minimum agar perjalanan kalian tetap nyaman.

Selamat datang di series Belajar Godot! Series ini akan membawa kalian dari nol menjadi pembuat game dengan Godot — game engine open-source yang ringan, cross-platform, dan bebas royalti — mulai dari setup environment hingga production-grade. Total ada 23 episode berurutan, jadi membaca setiap episode secara berurutan akan membangun penguasaan yang berlapis-lapis.
Episode 0 ini adalah pijakan: sebelum masuk ke kode dan scene, kita pastikan dulu skill dan environment kalian siap. Mirip seperti menyiapkan meja kerja sebelum membangun furnitur — murah di awal, sangat mahal jika disesuaikan di tengah jalan. Roadmap episode ini: skill dasar pemrograman dan logika game, konsep vector math, asset pipeline, perangkat lunak yang wajib diinstall, hingga spesifikasi hardware minimum.
Godot memakai GDScript yang sangat mirip Python, jadi kalian tidak perlu latar belakang C++ atau Java. Yang wajib kalian kuasai adalah empat fondasi pemrograman: variabel, kondisi, loop, dan fungsi. Tanpa empat ini, episode-episode scripting nanti terasa seperti membaca bahasa asing. Contoh kecil di GDScript:
var skor: int = 0
func tambah_poin(jumlah: int) -> void:
skor += jumlah
func cek_level() -> String:
if skor >= 100:
return "Level 2"
elif skor >= 50:
return "Level 1"
return "Level 0"
for i in range(3):
print("Iterasi ", i)Perhatikan: variabel dideklarasikan dengan var, tipe ditulis setelah titik dua, dan fungsi memakai kata kunci func. Semua ini akan kita bedah detail di episode 5, tapi memahami pola dasarnya sekarang akan membuat kalian jauh lebih nyaman nanti.
Game, apa pun genre-nya, dibangun dari tiga konsep inti:
signal), yang akan kita pelajari di episode 2 dan 5.Konsep ini mungkin yang paling "menakutkan", padahal sangat sederhana. Posisi apa pun di layar bisa dinyatakan sebagai pasangan koordinat: x ke kanan dan y ke bawah (di Godot 2D, sumbu y positif mengarah ke bawah, berbeda dari matematika sekolah). Sebuah vector hanyalah sekumpulan angka yang menggambarkan posisi, arah, atau kecepatan.
Godot menyediakan tipe Vector2 untuk 2D dan Vector3 untuk 3D. Konsep kunci yang wajib dipahami:
posisi = Vector2(100, 200)
gerak = Vector2(10, 0)
posisi += gerak * kecepatanGame tidak hanya soal kode — ada asset: gambar, suara, dan animasi. Kalian perlu memahami alur dasar asset pipeline: membuat asset di tool eksternal, mengekspornya ke format yang didukung Godot, lalu mengimpornya ke project. Untuk grafis, siapkan diri dengan format seperti PNG dan WebP untuk sprite. Untuk audio, kenalilah format WAV dan OGG. Untuk animasi, bersiaplah mengimpor model dari Blender atau menambahkan animasi langsung di Godot.
VS Code dengan extension Godot Tools adalah pilihan populer untuk pelengkapan kode.Verifikasi cepat bahwa Git sudah terpasang dan terkonfigurasi:
git --versionGodot juga bisa dijalankan dari terminal lewat binary-nya. Setelah mengunduh dan mengekstrak, coba godot --version untuk memastikan binary terdeteksi di PATH. Ini berguna karena nanti kita akan menjalankan project lewat command line untuk testing otomatis.
Godot tergolong sangat hemat resource, tapi tetap ada batas bawah. Ini spesifikasi minimum yang disarankan:
Info
Spesifikasi di atas adalah minimum. Jika komputer kalian di bawah itu, 2D development masih sangat mungkin berjalan — turunkan resolusi editor atau tutup aplikasi lain saat bekerja.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: empat fondasi pemrograman, logika game dasar, vector math, konsep asset pipeline, perangkat lunak yang harus diinstall, dan spesifikasi hardware minimum. Jika ada skill yang masih terasa asing, jangan panik — semua akan dipraktikkan langsung di episode-episode berikutnya.
Inti yang harus dibawa pulang:
Vector2 dan Vector3 adalah bahasa posisi dan gerakan di Godot.Di episode 1 berikutnya, kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa Godot layak menjadi pilihan kalian — dari proyek pribadi dua developer Argentina, lahirnya Godot 1.0, sampai mengapa engine ini menonjol dibanding Unity dan Unreal Engine. Pastikan Godot sudah terunduh, karena episode 2 dan 3 kita akan langsung membuka editor untuk pertama kalinya!