Belajar Godot - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 23

Belajar Godot - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Menyiapkan fondasi sebelum membangun game dengan Godot: skill dasar pemrograman dan logika game, vector math serta coordinate systems, perangkat lunak dan tools yang wajib diinstall, hingga spesifikasi hardware minimum agar perjalanan kalian tetap nyaman.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Godot! Series ini akan membawa kalian dari nol menjadi pembuat game dengan Godot — game engine open-source yang ringan, cross-platform, dan bebas royalti — mulai dari setup environment hingga production-grade. Total ada 23 episode berurutan, jadi membaca setiap episode secara berurutan akan membangun penguasaan yang berlapis-lapis.

Episode 0 ini adalah pijakan: sebelum masuk ke kode dan scene, kita pastikan dulu skill dan environment kalian siap. Mirip seperti menyiapkan meja kerja sebelum membangun furnitur — murah di awal, sangat mahal jika disesuaikan di tengah jalan. Roadmap episode ini: skill dasar pemrograman dan logika game, konsep vector math, asset pipeline, perangkat lunak yang wajib diinstall, hingga spesifikasi hardware minimum.

Skill Dasar yang Wajib Dikuasai

Pemrograman Dasar

Godot memakai GDScript yang sangat mirip Python, jadi kalian tidak perlu latar belakang C++ atau Java. Yang wajib kalian kuasai adalah empat fondasi pemrograman: variabel, kondisi, loop, dan fungsi. Tanpa empat ini, episode-episode scripting nanti terasa seperti membaca bahasa asing. Contoh kecil di GDScript:

PythonEmpat fondasi pemrograman dalam GDScript
var skor: int = 0
 
func tambah_poin(jumlah: int) -> void:
    skor += jumlah
 
func cek_level() -> String:
    if skor >= 100:
        return "Level 2"
    elif skor >= 50:
        return "Level 1"
    return "Level 0"
 
for i in range(3):
    print("Iterasi ", i)

Perhatikan: variabel dideklarasikan dengan var, tipe ditulis setelah titik dua, dan fungsi memakai kata kunci func. Semua ini akan kita bedah detail di episode 5, tapi memahami pola dasarnya sekarang akan membuat kalian jauh lebih nyaman nanti.

Logika Game Dasar

Game, apa pun genre-nya, dibangun dari tiga konsep inti:

  • Game loop: siklus yang terus berjalan — baca input, update logika, render frame — berulang puluhan hingga ratusan kali per detik. Godot menjalankan loop ini sendiri; tugas kalian hanya mengisi logika update.
  • Event handling: game bersifat reaktif. Pemain menekan tombol, musuh menabrak tembok, item terambil — semua adalah event yang memicu respon. Godot mengabstraksikan ini lewat sinyal (signal), yang akan kita pelajari di episode 2 dan 5.
  • Physics concepts: gravity, kecepatan, percepatan, dan deteksi tabrakan. Kalian tidak perlu hafal rumus, cukup pahami intuisi: kecepatan adalah perubahan posisi per waktu, dan percepatan adalah perubahan kecepatan per waktu.

Vector Math dan Coordinate Systems

Konsep ini mungkin yang paling "menakutkan", padahal sangat sederhana. Posisi apa pun di layar bisa dinyatakan sebagai pasangan koordinat: x ke kanan dan y ke bawah (di Godot 2D, sumbu y positif mengarah ke bawah, berbeda dari matematika sekolah). Sebuah vector hanyalah sekumpulan angka yang menggambarkan posisi, arah, atau kecepatan.

Godot menyediakan tipe Vector2 untuk 2D dan Vector3 untuk 3D. Konsep kunci yang wajib dipahami:

  • Penambahan vector: posisi ditambah perpindahan menghasilkan posisi baru.
  • Skala vector: mengalikan vector dengan angka mempercepat atau memperlambat gerakan.
  • Panjang vector: jarak, dipakai misalnya untuk deteksi radius.
PythonContoh operasi vector dalam GDScript
posisi  = Vector2(100, 200)
gerak   = Vector2(10, 0)
posisi += gerak * kecepatan

Dasar Asset Pipeline

Game tidak hanya soal kode — ada asset: gambar, suara, dan animasi. Kalian perlu memahami alur dasar asset pipeline: membuat asset di tool eksternal, mengekspornya ke format yang didukung Godot, lalu mengimpornya ke project. Untuk grafis, siapkan diri dengan format seperti PNG dan WebP untuk sprite. Untuk audio, kenalilah format WAV dan OGG. Untuk animasi, bersiaplah mengimpor model dari Blender atau menambahkan animasi langsung di Godot.

Software dan Tools yang Perlu Disiapkan

  • Godot Engine — inti dari series ini. Unduh dari situs resmi Godot; versi 4.x adalah rilis stabil yang akan kita pakai sepanjang series.
  • Code editor atau IDE — Godot sudah punya built-in script editor yang cukup bagus, tapi VS Code dengan extension Godot Tools adalah pilihan populer untuk pelengkapan kode.
  • Asset tools — image editor seperti GIMP atau Krita untuk grafis, tool audio seperti Audacity, dan opsional Blender untuk model 3D.
  • Git untuk version control — wajib sekali kalian mulai serius. Semua project kita nanti akan dikelola dengan Git.

Verifikasi cepat bahwa Git sudah terpasang dan terkonfigurasi:

git --version

Godot juga bisa dijalankan dari terminal lewat binary-nya. Setelah mengunduh dan mengekstrak, coba godot --version untuk memastikan binary terdeteksi di PATH. Ini berguna karena nanti kita akan menjalankan project lewat command line untuk testing otomatis.

Hardware Minimum Requirements

Godot tergolong sangat hemat resource, tapi tetap ada batas bawah. Ini spesifikasi minimum yang disarankan:

  • RAM minimal 8GB — Godot editor sendiri hanya butuh sekitar 500MB, tapi sisa RAM dipakai sistem operasi, browser, dan project yang sedang dijalankan. Untuk project 3D yang berat, 16GB jauh lebih nyaman.
  • CPU dual-core — cukup untuk development 2D dan prototyping. Render 3D kompleks baru terasa butuh CPU lebih kencang.
  • Storage 10GB+ — Godot binarynya kecil (sekitar 50-100MB), tapi project, asset, dan export templates akan terus membengkak. Sediakan ruang yang lega.

Info

Spesifikasi di atas adalah minimum. Jika komputer kalian di bawah itu, 2D development masih sangat mungkin berjalan — turunkan resolusi editor atau tutup aplikasi lain saat bekerja.

Penutup

Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: empat fondasi pemrograman, logika game dasar, vector math, konsep asset pipeline, perangkat lunak yang harus diinstall, dan spesifikasi hardware minimum. Jika ada skill yang masih terasa asing, jangan panik — semua akan dipraktikkan langsung di episode-episode berikutnya.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • GDScript mirip Python, jadi fokuskan perhatian pada variabel, kondisi, loop, dan fungsi.
  • Game loop, event handling, dan konsep physics adalah logika dasar semua game.
  • Vector2 dan Vector3 adalah bahasa posisi dan gerakan di Godot.
  • Install Godot 4.x, editor pilihan kalian, dan Git sebelum episode berikutnya.
  • Hardware minimum yang wajar: 8GB RAM, CPU dual-core, dan 10GB storage.

Di episode 1 berikutnya, kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa Godot layak menjadi pilihan kalian — dari proyek pribadi dua developer Argentina, lahirnya Godot 1.0, sampai mengapa engine ini menonjol dibanding Unity dan Unreal Engine. Pastikan Godot sudah terunduh, karena episode 2 dan 3 kita akan langsung membuka editor untuk pertama kalinya!