Belajar HAProxy (open-source load balancer dan reverse proxy untuk TCP dan HTTP) dari nol hingga production-ready: pre-requisites skill & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa memilih HAProxy, konsep dasar & arsitektur utama, instalasi & hello HAProxy, frontend & backend configuration, load balancing algorithms & health checks, HTTP routing headers & rewrite, logging & basic monitoring, SSL/TLS & security, advanced configuration & runtime API, rate limiting & protection, HAProxy sebagai API gateway, layer 4 proxy & TCP routing, high availability & clustering, security hardening, performance tuning & scalability, content switching & ACLs, fitur HAProxy Enterprise, observability & integration, HAProxy di Kubernetes & container, CI/CD & configuration management, SLOs SLIs & operational metrics, hingga production hardening & best practices dengan total 23 episode.
Sebelum menyentuh HAProxy, kalian perlu menguasai konsep TCP/UDP, HTTP, DNS, serta dasar load balancing dan reverse proxy. Di episode ini kalian menyiapkan environment Linux, menginstall HAProxy dan tool pendukung, lalu memverifikasi instalasi pertama.

Episode ini membuka cerita HAProxy: lahir dari proyek sampingan Willy Tarreau, tumbuh menjadi standar load balancer open source. Kalian juga belajar perbandingan dengan NGINX, Envoy, dan F5, serta use case terbaik HAProxy di layer 4 dan layer 7.

Episode ini membedah anatomi HAProxy: lima tipe section konfigurasi (global, defaults, frontend, backend, listen), alur request di dalam proses yang event-driven, serta perbedaan mode TCP dan HTTP beserta opsi multiprocess dan multithread.

Episode hands-on pertama: menginstall HAProxy di Linux, membuat konfigurasi minimal untuk HTTP forwarding, menjalankan service, memverifikasi dengan curl, dan membaca log dasar untuk memastikan trafik benar-benar mengalir.

Episode ini mendalami dua section paling penting dalam konfigurasi HAProxy: frontend dan backend. Kalian belajar bind address dan port, menulis ACL, memakai use_backend, membuat beberapa frontend dan backend, serta mengenal section listen untuk layanan sederhana.

Episode ini membahas dua mesin utama HAProxy: algoritma pemilihan server dan health check. Kalian mempelajari roundrobin, leastconn, source, dan uri, memahami active serta passive health check, lalu menyusun strategi failover memakai backup server.

Episode ini mendalami penanganan HTTP di layer 7: routing berbasis path dan host, matching berdasarkan header, manipulasi header request dan response, redirect, serta persistence memakai cookie untuk menjaga session affinity.

Episode ini membuat HAProxy terlihat: logging via syslog dengan format yang bisa dibaca, halaman statistik dan stats socket untuk melihat kondisi real-time, serta dasar membaca metrik seperti request rate, response time, dan status kesehatan server.

Episode ini membawa HAProxy masuk ke dunia HTTPS: TLS termination di edge, re-encryption ke backend, dukungan HTTP/2 lewat ALPN, tuning cipher suite dan HSTS, serta praktik manajemen sertifikat yang benar untuk produksi.

Episode ini membuka kontrol dinamis HAProxy: mengubah konfigurasi saat runtime lewat stats socket, mengatur weight dan draining server tanpa restart, serta memakai stick table untuk rate limiting, autentikasi, dan keamanan.
