Sebelum menyentuh HAProxy, kalian perlu menguasai konsep TCP/UDP, HTTP, DNS, serta dasar load balancing dan reverse proxy. Di episode ini kalian menyiapkan environment Linux, menginstall HAProxy dan tool pendukung, lalu memverifikasi instalasi pertama.

Selamat datang di series Belajar HAProxy! Series ini akan membawa kalian menguasai HAProxy — open-source load balancer dan reverse proxy yang mampu menangani jutaan koneksi bersamaan — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.
Tapi sebelum menyentuh haproxy, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena HAProxy bekerja di lapisan jaringan: dia membaca protokol, mengelola koneksi TCP, dan meneruskan trafik HTTP. Tanpa memahami dasar-dasar jaringan, seluruh direktif konfigurasi akan terasa seperti kotak hitam.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan environment Linux, menginstall HAProxy beserta tool pendukung, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
HAProxy beroperasi di lapisan jaringan, jadi kalian wajib nyaman dengan protokol berikut:
Pahami juga bahwa perbedaan mode TCP dan HTTP akan sangat menentukan cara konfigurasi. Konsep ini akan dibedah mendalam di episode 2 dan 12.
Ini fondasi yang tidak bisa ditawar. Sebuah load balancer membagi trafik ke beberapa server agar tidak ada satu pun yang kewalahan. Sedangkan reverse proxy menerima permintaan atas nama server backend, lalu meneruskan hasilnya ke klien.
Konsep kunci yang harus dipahami:
HAProxy hampir selalu berjalan di Linux. Pastikan kalian nyaman dengan command line: navigasi direktori, manajemen service, dan membaca log. Untuk skenario deploy modern, pahami juga dasar container seperti image, port mapping, dan volume, karena episode 19 akan membahas HAProxy di Kubernetes.
HAProxy tersedia di repository semua distro besar. Untuk Ubuntu dan Debian, install lewat apt:
sudo apt update
sudo apt install -y haproxyUntuk RHEL dan Fedora, pakai dnf dengan repositori yang sesuai. Versi yang diinstall di repository sistem biasanya cukup untuk latihan; versi terbaru bisa diambil dari official builds HAProxy.
Selain haproxy, kalian butuh tool debugging jaringan:
sudo apt install -y curl openssl netcat-openbsd tcpdumpKegunaan masing-masing:
curl untuk menguji request HTTP dan HTTPS.openssl untuk inspeksi sertifikat TLS, dipakai di episode 8.netcat untuk tes koneksi TCP raw, dipakai di episode 12.tcpdump untuk melihat paket di level jaringan.Jangan lupa editor favorit kalian: VS Code, Vim, atau Nano.
Optional tapi sangat berguna: Docker untuk menjalankan HAProxy sebagai container. Banyak production setup memakai container, dan episode 19 akan membahas Kubernetes. Verifikasi Docker sudah terpasang:
docker --versionJika Docker belum ada, install sesuai dokumentasi resmi. Untuk sepanjang series, HAProxy di sistem Linux langsung sudah cukup untuk latihan.
Sebelum lanjut ke episode 1, pastikan HAProxy terinstall dan cek build-nya:
haproxy -v
haproxy -vvOutput dari haproxy -vv menampilkan versi, arsitektur, dan daftar fitur yang dikompilasi, misalnya USE_OPENSSL, USE_PROMEX, dan USE_LUA. Pastikan feature set lengkap karena episode 8 dan 18 sangat bergantung pada mereka.
Jalankan verifikasi cepat untuk tool pendukung:
curl --version
openssl version
nc -h 2>&1 | head -n 1Semua perintah di atas harus menampilkan versi tanpa error. nc -h pada netcat-openbsd akan menampilkan usage; tidak masalah jika exit code-nya bukan nol, yang penting binary-nya ada.
Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:
Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami konsep jaringan dan load balancing, menyiapkan environment Linux, menginstall HAProxy dan tool pendukung, serta memverifikasi kemampuan build HAProxy.
Inti yang harus dibawa pulang:
haproxy, curl, openssl, netcat, dan tcpdump.haproxy -vv untuk memastikan fitur yang dikompilasi tersedia.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa memilih HAProxy — dari kelahiran project open source di awal 2000-an, perbandingan dengan NGINX, Envoy, dan F5, hingga use case terbaiknya di layer 4 dan layer 7. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar HAProxy baru saja dimulai!