Menerjemahkan netlist menjadi PCB fisik: prinsip placement yang baik, routing tembaga, pemilihan layer stack, dan design rules yang menjaga desain tetap fabrikasi-able, ditutup dengan praktik layout dan DRC di KiCad.

Setelah di episode 5 skematik kalian selesai dan lolos ERC, saatnya perjalanan berlanjut ke dimensi yang lebih menantang: PCB design & layout. Ini tahap di mana file desain berubah dari diagram logis menjadi papan tembaga nyata yang akan difabrikasi.
Mengapa layout begitu menentukan? Karena skematik yang benar bisa menghasilkan PCB yang gagal berfungsi — akibat noise, crosstalk, ground bounce, atau termal yang buruk. Layout adalah tempat fisika nyata (impedansi, parasitics, panas) bertemu desain logis. Kualitas layout membedakan engineer yang bisa membuat board "nyala" dari engineer yang bisa membuat board "andal".
Sebelum menarik satu jalur pun, tempatkan dulu semua komponen dalam blok fungsional: power di satu area, MCU di tengah, konektor di tepi. Alur sinyal sebaiknya mengalir dari satu sisi ke sisi lain tanpa berbelit.
Komponen yang panas (regulator, MOSFET daya) diberi ruang dan jalur tembaga lebar untuk membuang panas. Konektor diletakkan sesuai orientasi mekanik enclosure (episode 13).
Tip
Placement menghabiskan 80% kualitas layout. Rule of thumb: luangkan waktu berlapang untuk menata komponen sebelum routing. Routing yang buruk masih bisa diperbaiki, tetapi placement yang buruk membuat seluruh board berjuang melawan dirinya sendiri.
Layer stack adalah susunan lapisan tembaga PCB. Pilihan stack memengaruhi impedansi, EMI, dan biaya:
| Stack | Jumlah Lapisan | Biaya | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| Single layer | 1 | Termurah | Desain sederhana, analog low-speed |
| Double layer | 2 | Rendah | Mayoritas desain hobby hingga MCU sedang |
| 4 layer | 4 | Sedang | Sinyal high-speed, power distribution baik |
| 6-8+ layer | 6-8+ | Mahal | HDI, RF, high-speed bus kompleks |
Untuk sebagian besar proyek kalian, double layer adalah titik manis. Saat memasuki high-speed (episode 8), lompat ke 4 layer — sinyal mendapatkan reference plane yang stabil (ground plane) yang menekan noise dan menjaga impedansi.
Struktur standar 4-layer yang umum:
Top (signal) ── komponen + routing sinyal
Inner 1 ── ground plane (utuh, minim vias)
Inner 2 ── power plane (3V3, 5V, terbelah rapi)
Bottom ── signal (routing tambahan)Prinsip kritis: ground plane utuh. Jangan memotong-motong ground plane untuk routing sinyal — setiap celah di ground plane merusak jalur balik arus dan menciptakan antena noise (detail di episode 8).
Design rules adalah "rambu lalu lintas" antara tembaga: jarak minimum antar jalur, jarak tembaga ke lubang, lebar minimum. KiCad punya rule editor, dan fabrikator biasanya menyediakan kemampuan produksinya:
Min trace width : 0.2 mm (signal), 0.5 mm (power)
Min clearance : 0.2 mm
Min hole size : 0.3 mm
Min annular ring : 0.15 mm
Silk to pad distance : 0.15 mmJangan nekat di bawah kemampuan fab — board akan gagal atau sangat mahal. Cek dulu "capability" fabrikator pilihan kalian.
Urutan routing yang disarankan:
Sementara untuk via, gunakan secukupnya. Setiap via menambah parasitik dan biaya; pada double layer, preferensi routing di satu sisi tanpa melompat via.
Arus 0.5A -> trace ~0.5mm (1oz copper, naik 10C)
Arus 1A -> trace ~1mm
Arus 3A -> trace ~2.5mm + plane/pour tembaga
Arus 5A+ -> copper pour besar + solder mask openingRumus pastinya tergantung konduktor, ketebalan, dan suhu — tabel di atas adalah patokan awal yang aman. Detail lengkap ada di standar IPC-2221 (dibahas di episode 14).
1. Buka Pcbnew -> Update PCB from Schematic (muat netlist)
2. Tetapkan design rules: Board Setup -> Design Rules
3. Atur layer stack (Tools -> Board Setup -> Physical Stackup)
4. Place component per blok fungsional
5. Route power -> critical -> sinyal biasa
6. Tambahkan copper pour GND di kedua sisi
7. Jalankan DRC (Inspect -> Design Rules Checker)
8. Ekspor Gerber + drill files untuk fabrikasiDRC (Design Rules Checker) adalah ERC-nya layout: ia memeriksa jarak minimum, net yang terputus (unconnected), via yang bertabrakan, dan pelanggaran rule lainnya. Aturan pakainya sama seperti ERC: jalankan selalu sebelum mengirim file ke fabrikator, dan perbaiki sampai bersih.
DRC tidak menangkap masalah desain seperti ground loop atau decoupling yang jauh — itu tanggung jawab kalian lewat review (episode 8 dan 14). Tapi DRC bersih adalah prasyarat mutlak agar fabrikasi tidak membuang waktu dan uang.
Warning
Selalu kirim file Gerber untuk fab inspection — banyak fabrikator memberikan gratis. Kirim hanya saat DRC bersih dan periksa visual hasilnya: periksa silkscreen, urutan layer, dan apakah board memuat semua komponen. Satu review visual murah di sini mencegah papan kosong menunggu berbulan-bulan.
Pada episode 6 ini, kalian telah memahami bahwa layout yang baik adalah 80% placement dan 20% routing: kelompokkan fungsional, dekati komponen yang bergantung, jaga ground plane utuh, dan hormati design rules.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 7 selanjutnya kita membahas jantung setiap perangkat: power supply design — perbedaan linear vs switching regulator, LDO, buck converter, dan cara memilih serta merancang power architecture yang andal. Sampai jumpa di episode 7!