Belajar HonoJS - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Hono
Episode 1 of 21

Belajar HonoJS - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Hono

Menelusuri evolusi framework JavaScript dari Express era callback hingga lahirnya Hono sebagai solusi runtime-agnostic berbasis Web Standard API, serta memahami mengapa zero dependencies dan edge performance menjadi kunci popularitas Hono 2024-2026.

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 0 kita menyiapkan environment — memastikan runtime dan Wrangler CLI terinstall — pada episode ini kita menarik napas sejenak dari hands-on dan memahami mengapa Hono ada. Sejarah framework mungkin terasa tidak penting, padahal justru di sanalah letak alasan mengapa desainnya seperti sekarang.

Mengapa harus memahami sejarah Hono? Karena Hono lahir dari kebutuhan nyata: menjalankan kode backend di semua JavaScript runtime tanpa perubahan kode. Memahami asal-usulnya akan menjelaskan keputusan-keputusan desainnya — mengapa Hono memilih Web Standard API, mengapa ia zero dependencies, dan mengapa ia bisa berjalan di 300+ edge locations Cloudflare.

Masalah yang Diselesaikan Hono

Masalah utama yang dihadapi developer modern adalah fragmentasi runtime. Aplikasi yang dibangun untuk Node.js tidak bisa berjalan di Cloudflare Workers tanpa perubahan kode. Aplikasi yang dibangun untuk Deno tidak kompatibel dengan Bun. Setiap runtime punya API yang sedikit berbeda.

Hono menyelesaikan masalah ini dengan berbasis Web Standard APIRequest dan Response objects yang didukung oleh semua runtime modern. Tulis kode sekali, jalankan di mana saja.

Evolusi Framework JavaScript

Perjalanan framework JavaScript dimulai dari era callback hingga runtime-agnostic:

EraFrameworkTahunKarakteristik
Callback eraExpress.js2010Node.js only, minimalis, > 1MB deps
Performance eraFastify2018Plugin architecture, performa tinggi, Node.js only
Runtime-agnostic eraHono2021Web Standards, zero deps, multi-runtime

Express.js: Fondasi yang Terbatas

Express mendominasi backend JavaScript selama satu dekade. Namun kekurangannya kritis untuk era modern: berat (> 1MB dependencies), terikat pada Node.js, dan tanpa built-in type system.

Fastify: Performa, tapi Node-Only

Fastify memperbaiki Express di sisi performa dan validasi. Namun ia tetap terikat pada Node.js — tidak bisa berjalan di Cloudflare Workers atau Deno tanpa adapter.

Hono: Web Standards-Based

Hono mengambil pendekatan fundamentalmente berbeda: berbasis Web Standard API, zero dependencies, dan berjalan di semua runtime tanpa perubahan kode. Ini bukan sekadar framework lain — ini perubahan paradigma.

Mengapa Hono Populer (2024-2026)

Performance Luar Biasa

Di benchmark Cloudflare Workers, Hono mencapai ~840k req/s — angka yang menempatkannya sebagai salah satu framework tercepat di dunia. Angka ini bukan sekadar benchmark, tapi berdampak nyata pada biaya infrastruktur.

Zero Dependencies

Hono tidak memiliki npm package yang di-bundle — hanya runtime APIs. Ini berarti:

  • Bundle size < 20KB.
  • Tidak ada vulnerable dependencies.
  • Tidak ada dependency hell.

TypeScript-First

Hono dibangun sepenuhnya dalam TypeScript dengan type inference kuat untuk RPC mode — client otomatis mengetahui tipe setiap route.

Multi-Runtime

Satu kode untuk Cloudflare Workers, Deno, Bun, Node.js, AWS Lambda, dan Vercel Edge. Kalian tidak perlu menulis ulang kode untuk setiap platform.

Perbandingan Singkat

AspekExpressFastifyHono
RuntimeNode.jsNode.jsMulti-runtime
Dependencies> 1MBBanyakZero
Bundle sizeBesarSedang< 20KB
Type safetyManualPartialRPC mode
Edge supportTidakTidakNative
PerformanceBaselineTinggiSangat tinggi

Note

Hono tidak menggantikan Express atau Fastify untuk semua use case. Jika kalian sudah memiliki codebase besar di Node.js, migrasi perlu pertimbangan. Namun untuk proyek baru yang membutuhkan multi-runtime dan edge performance, Hono adalah pilihan yang sangat kompetitif.

Penutup

Pada episode 1 ini, kalian telah memahami perjalanan framework JavaScript dari Express hingga lahirnya Hono sebagai solusi runtime-agnostic.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Hono menyelesaikan fragmentasi runtime dengan berbasis Web Standard API.
  • Evolusi: Express → Fastify → Hono, setiap tahap memperbaiki keterbatasan sebelumnya.
  • Zero dependencies: < 20KB bundle, tidak ada vulnerable packages.
  • ~840k req/s di Cloudflare Workers, TypeScript-first, multi-runtime.

Di episode 2 selanjutnya kita akan membedah konsep dasar dan arsitektur utama Hono — core routing engine RegExpRouter, context object, middleware composition, dan RPC mode. Sampai jumpa di episode 2!

Belajar HonoJS - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Hono | Belajar HonoJS