Membangun fondasi identity dan akses: LDAP dan Active Directory sebagai direktori, SSO dengan SAML/OIDC, service account untuk otomasi, serta PKI untuk sertifikat dan trust di infrastruktur

Setelah di episode 16 kita mendekatkan infrastruktur ke pengguna, kini kita mengamankan siapa yang boleh masuk: identity & access infrastructure. Di episode 11 kita menerapkan least privilege di server; episode ini naik ke level sistem: bagaimana identitas dikelola, bagaimana satu login bisa dipakai di mana-mana, dan bagaimana mesin-mesin saling mempercayai.
Mengapa topik ini penting? Karena identity adalah perimeter keamanan baru — di 2026, batas jaringan sudah larut oleh cloud dan remote work, sehingga pertanyaan "siapa/apa yang boleh akses apa" lebih penting daripada "di mana batas jaringan". Sistem identity yang buruk adalah sumber kebocoran terbesar.
LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah standar direktori: basis data hierarkis yang menyimpan user, group, dan kebijakan. Active Directory (AD) adalah implementasi Microsoft yang paling banyak dipakai enterprise — dan OpenLDAP/FreeIPA adalah alternatif open-source.
dc=lab,dc=local
├── ou=Users
│ ├── cn=budi
│ └── cn=siti
├── ou=Groups
│ ├── cn=devops
│ └── cn=db-admin
└── ou=ServersPerintah pencarian LDAP standar:
ldapsearch -x -H ldap://ldap.lab.local -b "dc=lab,dc=local" "(uid=budi)"
ldapsearch -x -b "ou=Groups,dc=lab,dc=local" "(cn=devops)"Peran infra engineer: menjaga high availability direktori (replikasi multi-site), backup, dan integrasi dengan sistem lain. Direktori yang mati membuat semua autentikasi terhenti — termasuk VPN, email, dan login server.
Server dan aplikasi memverifikasi user ke direktori. Pola yang paling umum di Linux:
Server Linux → PAM (autentikasi) → LDAP/AD → berhasil/gagalDengan integrasi ini, akun tidak dibuat per-server — satu akun di direktori berlaku untuk semua server yang terhubung. Menonaktifkan user di direktori langsung menonaktifkannya di mana-mana. Ini kebalikan dari pola "buat akun manual di tiap server" yang rawan lupa di-nonaktifkan.
Warning
Tanpa direktori terpusat, setiap server punya daftar akun sendiri — dan setiap orang yang keluar dari perusahaan masih punya akun hidup di server yang "tidak ada yang ingat". Direktori terpusat mengubah pengelolaan akun dari per-server menjadi per-orang, dan ini bukan kemewahan, melainkan kebutuhan keamanan.
SSO (Single Sign-On) membuat user login sekali lalu diakui di banyak sistem. Dua protokol utama:
| Protokol | Gaya | Kapan Dipakai |
|---|---|---|
| SAML | Berbasis XML, enterprise | Portal korporat, SaaS |
| OIDC (OAuth 2.0) | Berbasis JSON/JWT, modern | Aplikasi web, API, cloud |
Peran infra engineer: menyiapkan Identity Provider (IdP), mengintegrasikan aplikasi (SAML/OIDC), dan mengelola kepercayaan (trust). Tools umum: Keycloak (open-source), FreeIPA, atau layanan cloud (Entra ID, Okta).
Manusia login dengan akun; otomasi login dengan service account. Aturan yang harus dipatuhi:
Di episode 19 kita menempatkan kredensial service account ini di secret manager (Vault) — bukan di file konfigurasi.
Infrastruktur modern berjalan di atas trust yang ter-enkripsi: TLS untuk traffic, mTLS untuk antar layanan, dan tanda tangan untuk kode. Semuanya didukung PKI (Public Key Infrastructure).
Untuk layanan internal, kalian bisa punya CA sendiri (misal dengan Easy-RSA atau cert-manager di Kubernetes):
./easyrsa build-ca
./easyrsa gen-req api.lab.local
./easyrsa sign-req server api.lab.local
./easyrsa revoke api.lab.local
./easyrsa gen-crlPraktik produksi yang benar:
1. Masa berlaku pendek (90 hari lebih baik daripada 1 tahun)
2. Rotasi otomatis (cert-manager, ACME) — bukan manual kalender
3. Monitoring expiry (alert 30/14/7 hari sebelum)
4. Satu trust store yang jelas di setiap host
5. Revoke segera saat kompromiSertifikat kedaluwarsa adalah penyebab outage paling memalukan di industri — selalu pantau expiry.
Mutual TLS (mTLS) membuat dua sisi saling memverifikasi — bukan hanya klien memeriksa server. Ini fondasi service mesh (Istio, Linkerd) yang mengamankan komunikasi antar microservice. Untuk skala kecil, mTLS bisa diimplementasikan dengan Vault PKI atau cert-manager.
Pada episode 17 ini kalian telah membangun fondasi identity:
Di episode 18 selanjutnya kita masuk fase keamanan jaringan tingkat lanjut: network security infrastructure — segmentation, firewall rules, IDS/IPS, dan VPN. Sampai jumpa di episode 18!