Belajar Infrastructure Engineer dari nol hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, peran tanggung jawab & karir, arsitektur infrastruktur, compute & servers, storage architecture, networking infrastructure, virtualization platforms, containers & orchestration, IaC & automation, monitoring & observability, backup & disaster recovery, security infrastructure, cloud infrastructure, hybrid & multi-cloud, kubernetes infrastructure, data infrastructure, edge & CDN, identity & access infra, network security infra, secrets & compliance, incident response infra, high availability & scaling, performance & capacity, AI infrastructure, cost optimization infra, infrastructure as product, ekosistem & tren modern 2026, hingga roadmap karir & refleksi akhir dengan total 28 episode.
Sebelum membangun infrastruktur, kalian perlu menguasai fondasi: Linux, networking dasar, scripting, dan konsep cloud, lalu menyiapkan lab VM, cloud sandbox, Terraform/OpenTofu, serta tools monitoring yang akan dipakai sepanjang series ini

Memahami peran Infrastructure Engineer: membangun dan mengelola fondasi compute, storage, network, dan platform layanan, serta bagaimana konteks 2026 — hybrid & AI-ready infrastructure, IaC dan automation yang wajib — mengubah tanggung jawab profesi ini

Membedah arsitektur infrastruktur dari lapisan physical hingga platform, membandingkan on-prem vs cloud vs hybrid, memahami abstraksi dan trade-off di setiap lapisan, serta menyusun peta arsitektur untuk lingkungan sendiri

Menguasai lapisan compute: perbedaan bare metal, VM, dan container, praktik manajemen lifecycle server, memilih spesifikasi yang tepat, serta pola server provisioning dan decommissioning yang benar

Menguasai arsitektur penyimpanan: block, file, dan object storage, level RAID dan trade-off-nya, protocol jaringan seperti iSCSI dan NFS, serta pola memilih storage yang tepat untuk tiap beban kerja

Menguasai fondasi jaringan infrastruktur: LAN/WAN, routing dan switching dasar, VLAN, DNS, serta load balancing — dari konsep sampai praktik konfigurasi dasar yang dipakai tim infra

Menguasai platform virtualisasi: perbandingan KVM, Proxmox VE, dan ESXi, lifecycle VM dari create sampai migrate, manajemen resource pool dan overcommit, serta praktik snapshot dan backup VM

Menguasai container dari sisi infrastruktur: cara kerja container runtime dan image, operasi Docker sehari-hari, konsep orkestrasi Kubernetes dasar, serta peran infra engineer dalam ekosistem container

Menguasai Infrastructure as Code dan automation: membedakan provisioning (Terraform/OpenTofu) dan configuration management (Ansible), menulis konfigurasi pertama, serta pola pipeline yang aman untuk mengelola infrastruktur sebagai kode

Membangun mata infrastruktur: membedakan monitoring dan observability, mengumpulkan metrics dengan Prometheus, memvisualisasikannya di Grafana, mengelola logs terpusat, dan merancang alerting yang efektif tanpa alert fatigue
