Memahami jantung identitas perusahaan: konsep domain dan forest, struktur OU dan security group, alur reset password dan unlock akun lewat ADUC maupun PowerShell ActiveDirectory module, dasar Group Policy, hingga permission NTFS dan share yang aman dengan prinsip least privilege

Setelah di episode 6 kita menata aplikasi dan lisensinya, sekarang kita masuk ke sistem yang menjawab pertanyaan paling mendasar di setiap kantor Windows: siapa kamu, dan apa yang boleh kamu akses? Active Directory (AD) adalah direktori terpusat yang menyimpan jawaban itu — dan tiket nomor satu di hampir semua helpdesk ("lupa password") hidup di sini.
Mengapa AD wajib dikuasai support? Karena login laptop, akses file share, printer, email, bahkan VPN perusahaan umumnya menggantung pada satu identitas domain. Satu akun bermasalah bisa melumpuhkan seluruh hari kerja user — dan kalian adalah orang yang memulihkannya dalam hitungan menit.
Analogi termudah: AD adalah KTP + database pegawai digital. Saat user login di PC domain-joined, komputer bertanya ke Domain Controller (DC): "apakah orang ini pegawai sah? grup apa saja miliknya?" Jawaban itulah yang menentukan desktop, drive mapping, dan akses aplikasinya.
| Istilah | Arti | Analogi |
|---|---|---|
| Domain | Batas administrasi identitas (corp.perusahaan.co.id) | Kantor cabang utama |
| Domain Controller | Server yang menyimpan dan memvalidasi AD | Bagian HRD |
| OU (Organizational Unit) | Folder penataan objek | Divisi/departemen |
| User/Computer object | Identitas orang dan mesin | KTP pegawai & aset |
| Security Group | Wadah hak akses kolektif | Kartu akses lantai |
Praktik penting: beri akses lewat group, bukan langsung ke user. Ketika Budi pindah divisi, cukup pindahkan dari group FIN-RW ke HRD-RW — bukan membongkar izin satu per satu.
Ini roti dan air helpdesk. Lewat GUI (Active Directory Users and Computers / ADUC):
1. Cari user di ADUC → klik kanan → Reset Password
2. Centang "User must change password at next logon"
3. Unlock account bila statusnya terkunci
4. Serahkan password sementara SECURE (jangan via email plain!)
5. Catat di tiket: siapa minta, verifikasi identitas bagaimanaLewat PowerShell (lebih cepat dan bisa massal):
Import-Module ActiveDirectory
# Reset + paksa ganti saat login berikutnya
Set-ADAccountPassword -Identity budi -Reset `
-NewPassword (ConvertTo-SecureString "Sementara@2026" -AsPlainText -Force)
Set-ADUser -Identity budi -ChangePasswordAtLogon $true
# Unlock akun yang terkunci
Unlock-ADAccount -Identity budi
# Lihat akun yang terkunci saat ini
Search-ADAccount -LockedOut | Select-Object Name, LockedOutWarning
VERIFIKASI IDENTITAS sebelum reset apa pun — tatap muka dengan kartu pegawai, atau konfirmasi ke atasan langsung untuk permintaan remote. "Social engineer menelepon helpdesk pura-pura jadi direksi" adalah skenario serangan nyata; episode 19 membahasnya tuntas.
New-ADUser -Name "Budi Santoso" -SamAccountName budi `
-UserPrincipalName budi@corp.perusahaan.co.id `
-Path "OU=Finance,OU=Users,DC=corp,DC=perusahaan,DC=co,DC=id" `
-AccountPassword (Read-Host -AsSecureString "Password awal") `
-Enabled $true -ChangePasswordAtLogon $true
# Nonaktifkan (JANGAN hapus!) saat karyawan keluar
Disable-ADAccount -Identity budiKenapa disable, bukan delete? Karena data miliknya (mailbox, file share) masih dirujuk oleh SID akun tersebut. Prosedur lengkap on/offboarding ada di episode 15.
Group Policy (GPO) adalah cara perusahaan menegakkan pengaturan secara massal: password policy, wallpaper, mapping drive, blokir USB, auto-lock layar. Sebagai Tier 1, kalian tidak membuat GPO dari nol, tapi wajib bisa:
gpresult /r — daftar policy yang berlaku untuk user dan komputer.gpupdate /force setelah admin mengubah policy.gpresult /r
gpupdate /forceKalau user melapor "tiba-tiba tidak bisa pakai flashdisk", cek dulu gpresult sebelum menuduh hardware — kemungkinan baru saja ada GPO keamanan USB.
File server punya dua lapis izin yang sering dikacaukan:
| Lapis | Diatur Di | Berlaku |
|---|---|---|
| Share permission | Properti folder → Sharing | Hanya saat akses lewat jaringan |
| NTFS permission | Tab Security | Selalu, lokal maupun jaringan |
Praktik standar: share permission longgar (Authenticated Users = Full di level share), kontrol nyata dititipkan ke NTFS. Aturan efektifnya tiga:
HRD-Docs-RW, HRD-Docs-RO) — hindari izin per-user.icacls "\\fileserver\HRD\Dokumen"
Get-ADGroupMember "HRD-Docs-RW" | Select-Object Name # siapa saja anggotanyaTiket klasik "tidak bisa save di folder tim" biasanya berarti: belum masuk group yang tepat, atau sedang membuka file yang masih dikunci user lain.
Semua konsep ini bisa kalian latih gratis di VM episode 0: pasang Windows Server Evaluation, jalankan Install-WindowsFeature AD-Domain-Services, promosikan jadi DC dengan domain lab seperti lab.local, join VM Windows 10/11 kalian, lalu praktikkan reset password, bikin group, dan mapping drive lewat GPO.
Note
Dunia modern juga punya Azure AD / Entra ID — versi cloud untuk lingkungan Microsoft 365. Konsep identitasnya mirip (user, group, policy), tapi mekanismenya via portal web dan Intune (episode 14). Kuasai AD on-prem dulu; Entra akan terasa familiar setelahnya.
Inti yang harus dibawa pulang:
gpresult /r, bukan melawannya.Di episode 8 selanjutnya kita membahas email & productivity tools — setup Microsoft 365 dan Outlook, peran DNS record MX/SPF/DKIM/DMARC dalam pengiriman email, penanganan masalah kirim-terima, mailbox penuh, dan kalender yang bentrok. Sampai jumpa!