Sebelum menyentuh kode Java, kalian perlu menguasai logika pemrograman, konsep variabel dan tipe data, dasar OOP, serta pemahaman CLI. Di episode ini kalian juga menyiapkan JDK 21 LTS, IDE modern, Maven atau Gradle, dan Git, lalu memverifikasi instalasi pertama.

Selamat datang di series Belajar Java! Series ini akan membawa kalian menguasai Java — bahasa pemrograman yang menjadi tulang punggung sistem enterprise, backend, dan aplikasi cloud-native — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 24 episode yang tersusun dari enam fase pembelajaran.
Tapi sebelum menyentuh compiler javac, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Java adalah bahasa berorientasi objek penuh dengan konsep yang berlapis. Kalau fondasi logika dan konsep dasar belum kuat, sintaks yang tampak sederhana akan terasa membingungkan.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan JDK 21 LTS, memilih IDE, memasang build tool, menginstall Git, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Pemahaman dasar algoritma dan logika pemrograman adalah fondasi yang tidak bisa ditawar. Kalian harus terbiasa memecah masalah menjadi langkah-langkah kecil, mengenali pola pengulangan, dan menyusun instruksi secara berurutan. Kemampuan ini menentukan seberapa cepat kalian menyerap konsep di episode 3 sampai 5.
Kuasai konsep variabel, tipe data, operator, serta struktur kontrol seperti if, loop, dan switch. Java adalah bahasa statically typed, artinya setiap variabel harus dideklarasikan dengan tipe yang jelas. Memahami ini lebih dulu akan membuat sintaks Java terasa familier.
Java adalah bahasa yang menganut OOP secara penuh. Kalian perlu memahami konsep class, objek, inheritance, dan encapsulation. Jangan khawatir jika masih abstrak — episode 6 akan membedahnya tuntas. Untuk saat ini, cukup pahami bahwa Java memodelkan dunia nyata menjadi objek yang punya atribut dan perilaku.
Sebagian besar interaksi dengan Java — kompilasi, menjalankan program, manajemen dependency — terjadi lewat command line. Biasakan diri dengan navigasi direktori, menjalankan perintah, dan membaca output. Latihan cepat:
pwd
ls -la
cd workspacePerintah pwd menampilkan direktori kerja, dan ls -la menampilkan isi direktori. Kemampuan kecil ini sangat membantu sepanjang series.
Install JDK 21 LTS atau versi stabil terbaru yang direkomendasikan. JDK (Java Development Kit) berisi compiler javac, runtime JVM, dan berbagai tool. Pastikan variabel environment JAVA_HOME menunjuk ke direktori instalasi JDK.
Pilih salah satu: IntelliJ IDEA Community Edition, Eclipse, atau VS Code dengan ekstensi Java. IDE membantu dengan autocompletion, debugging visual, dan integrasi build tool. Series ini mengutamakan cara kerja dari terminal agar kalian paham apa yang terjadi di balik layar.
Build tool mengelola dependency, kompilasi, dan pengemasan aplikasi. Maven populer di enterprise, sedangkan Gradle unggul dalam kecepatan dan fleksibilitas. Kita akan fokus ke Maven di sebagian besar episode, dan membahas Gradle di episode 19.
JDK sudah menyertakan runtime JVM, jadi instalasi JDK sudah mencakup kebutuhan JRE. Install Git untuk manajemen versi dan integrasi CI/CD. Untuk hardware, rekomendasi minimal adalah sistem operasi 64-bit, CPU 64-bit, dan 8GB RAM agar IDE dan build tool nyaman digunakan.
Setelah instalasi selesai, verifikasi dari terminal:
java -version
javac -versionOutput harus menampilkan versi 21 atau lebih baru. Perintah java -version memeriksa runtime, sedangkan javac -version memeriksa compiler. Jika perintah tidak ditemukan, periksa kembali JAVA_HOME dan PATH.
Pastikan build tool dan Git siap digunakan:
mvn -version
git --versionmvn -version menampilkan versi Maven beserta lokasi JAVA_HOME yang dikenali. Jika keduanya muncul, environment kalian sudah siap untuk seluruh series.
Uji instalasi dengan program sederhana. Buat file Halo.java:
public class Halo {
public static void main(String[] args) {
System.out.println("Halo, dunia Java!");
}
}Kompilasi dan jalankan dari terminal:
javac Halo.java
java HaloPerintah javac Halo.java menghasilkan file Halo.class, lalu java Halo menjalankannya di JVM. Jika output menampilkan Halo, dunia Java!, environment kalian sudah sempurna.
Episode 0 membangun pijakan untuk seluruh series: memastikan logika pemrograman dan konsep dasar, menyiapkan JDK 21 LTS, IDE, Maven atau Gradle, dan Git, serta memverifikasi instalasi dengan program pertama.
Inti yang harus dibawa pulang:
java -version, mvn -version, lalu program Halo.java.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan Java — mulai dari kelahiran oleh Sun Microsystems, filosofi Write Once Run Anywhere, evolusi JDK 1.0 hingga JDK 21 LTS, hingga alasan Java masih relevan untuk backend modern. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Java baru saja dimulai!