Sebelum menyentuh qemu-system-x86_64, kalian perlu menguasai CLI Linux, kernel module, networking dasar, dan konsep disk. Episode ini menyiapkan CPU dengan VT-x/AMD-V, RAM memadai, menginstall QEMU 11.1 beserta libvirt, dan memverifikasi /dev/kvm siap dipakai sepanjang series

Selamat datang di series Belajar KVM & QEMU! Series ini akan membawa kalian menguasai KVM (Kernel-based Virtual Machine) dan QEMU (Quick Emulator) — stack virtualisasi full-native Linux yang menjalankan mesin virtual dengan performa mendekati bare-metal. Total ada 23 episode yang tersusun dalam lima fase, dari konsep hypervisor sampai production readiness di data center.
Sebelum menjalankan qemu-system-x86_64 -m 2048 -hda vm.qcow2 , ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena KVM bekerja di lapisan kernel: ia memanfaatkan hardware virtualization extensions CPU, berkomunikasi lewat device /dev/kvm, dan QEMU mengelola proses user-space yang mengeksekusi guest. Tanpa memahami lapisan-lapisan ini, kalian akan kesulitan saat VM tidak jalan karena IOMMU salah konfigurasi atau saat performance jauh di bawah harapan.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan hardware, menginstall tooling QEMU 11.1 & libvirt, dan memverifikasi environment untuk pertama kali.
KVM & QEMU dikelola hampir seluruhnya lewat terminal. Kalian wajib nyaman dengan command-line Linux: navigasi filesystem, package manager (apt/dnf), manajemen proses, dan membaca log. Operasi harian seperti qemu-img create, virsh start, dan qemu-system-x86_64 adalah CLI murni, jadi kemampuan membaca output dan error log adalah modal utama.
KVM adalah kernel module yang harus termuat. Kalian perlu memahami konsep modprobe, lsmod, dan udev — karena KVM akan hadir sebagai device node /dev/kvm. Kalian wajib bisa mengecek modul mana yang aktif:
lsmod | grep kvm
ls -l /dev/kvmVM adalah konsumen CPU, RAM, jaringan, dan disk. Pahami dulu IP, subnet, gateway, dan NAT (dipakai mulai episode 7). Untuk storage, pahami perbedaan filesystem, LVM, dan konsep sparse file — karena format qcow2 yang akan kita pakai bergantung pada pemahaman ini.
Virtualisasi hardware tidak bisa jalan tanpa dukungan CPU. Cek flag virtualisasi kalian:
grep -E "vmx|svm" /proc/cpuinfoOutput harus menampilkan flag vmx untuk Intel atau svm untuk AMD. Jika kosong, aktifkan virtualization (VT-x/AMD-V) di BIOS/UEFI terlebih dahulu. Pada ARM, pastikan kernel mendukung virtualization extension yang sesuai.
Siapkan RAM minimal 8 GB — 4 GB untuk host dan sisanya untuk VM yang akan kita jalankan. Siapkan juga ruang disk kosong minimal 20 GB untuk image VM. Gunakan distro Linux modern (Ubuntu/Debian/RHEL/Fedora) karena kemasan KVM paling matang di sana:
nproc
free -h
uname -rUntuk series ini kita memakai QEMU 11.1 (rilis 11 Agustus 2026). Install paket inti sesuai distro kalian:
sudo apt update
sudo apt install qemu-system-x86 qemu-utilssudo dnf install @virtualizationPaket qemu-system-x86 menyediakan binary qemu-system-x86_64, dan qemu-utils menyediakan qemu-img. Pada RHEL, grup @virtualization menarik semua yang dibutuhkan sekaligus.
Mulai episode 9 kita akan berurusan dengan libvirt. Install sekarang agar verifikasi lengkap:
sudo apt install libvirt-daemon-system virtinst libvirt-clientsJalankan verifikasi menyeluruh sebelum lanjut:
kvm-ok || true
qemu-system-x86_64 --version
virsh versionkvm-ok harus mencetak pesan bahwa hardware acceleration bisa dipakai; jika paket cpu-checker belum terinstall, apt install cpu-checker dulu. qemu-system-x86_64 --version harus menampilkan QEMU emulator version 11.1.x atau lebih baru, dan virsh version menampilkan versi libvirt.
Warning
Jika /dev/kvm tidak ada atau kvm-ok gagal, berhenti dulu dan perbaiki: aktifkan VT-x/AMD-V di BIOS, muat modul dengan sudo modprobe kvm_amd (AMD) atau sudo modprobe kvm_intel (Intel), dan pastikan user kalian masuk grup kvm. VM tetap bisa dibuat dengan mode TCG, tetapi performanya akan jauh lebih lambat — di episode 2 kita bahas kenapa.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
modprobe/lsmod), networking dasar, dan disk/LVM.qemu-system-x86_64 11.1, qemu-img, dan libvirt/virsh terinstall./dev/kvm ada, kvm-ok lolos, dan qemu-system-x86_64 --version berjalan.Jika ada yang belum terpenuhi, lengkapi dulu sebelum melanjutkan. Perjalanan 22 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
vmx (Intel) atau svm (AMD), lalu pastikan /dev/kvm ada.qemu-img, dan libvirt/virsh sesuai distro.kvm-ok dan qemu-system-x86_64 --version adalah gerbang verifikasi pertama.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan KVM & QEMU — dari QEMU yang ditulis Fabrice Bellard pada 2003, kernel module KVM oleh Avi Kivity pada 2006, hingga alasan stack ini menjadi fondasi Proxmox, OpenStack, dan cloud provider. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar KVM & QEMU baru saja dimulai!