Belajar KVM & QEMU - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Membutuhkannya
Episode 1 of 23

Belajar KVM & QEMU - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Membutuhkannya

Menelusuri QEMU yang ditulis Fabrice Bellard pada 2003 sebagai emulator murni dan KVM oleh Avi Kivity pada 2006 yang melebur ke kernel Linux 2.6.20, serta memahami mengapa kombinasi keduanya menjadi virtualisasi full-native dengan performa near-bare-metal dan fondasi Proxmox OpenStack serta KubeVirt

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 0 kita menyiapkan environment — memastikan CPU punya VT-x/AMD-V, /dev/kvm ada, dan QEMU 11.1 terinstall — pada episode ini kita menarik napas sejenak dari hands-on dan memahami mengapa KVM & QEMU ada. Sejarah sebuah teknologi menentukan bentuk desainnya hari ini, dan KVM & QEMU adalah contoh paling jelas: dua proyek dengan asal berbeda yang akhirnya menyatu menjadi standar virtualisasi Linux.

Mengapa harus paham sejarahnya? Karena jawaban "kenapa KVM lebih cepat dari VirtualBox" atau "kenapa QEMU bisa jadi emulator sekaligus hypervisor" ada di sana. Memahami siapa yang menulis apa, dan untuk masalah apa, akan membuat kalian jauh lebih bijak saat memilih arsitektur virtualisasi di produksi.

QEMU: Lahir dari Tangan Fabrice Bellard

QEMU (Quick Emulator) ditulis oleh Fabrice Bellard pada tahun 2003. Bellard adalah nama yang sama di balik FFmpeg dan TinyCC — penulis yang sangat paham arsitektur prosesor. QEMU awalnya adalah emulator murni: ia menerjemahkan instruksi satu arsitektur ke arsitektur lain secara dinamis (binary translation), sehingga program x86 bisa jalan di atas mesin ARM, atau sebaliknya.

FaktaDetail
PenulisFabrice Bellard (juga FFmpeg)
Rilis pertama2003
AwalEmulator murni (binary translation)
KomponenCPU emulation + device emulation (virtio, e1000, VGA, dll)
LisensiGPL

Karena emulasi murni sangat lambat — setiap instruksi harus diterjemahkan — QEMU juga menyediakan mekanisme acceleration: memanfaatkan native CPU ketika target arsitektur sama dengan host. Dari sinilah celah untuk KVM muncul.

KVM: Kernel Module oleh Avi Kivity

KVM (Kernel-based Virtual Machine) ditulis oleh Avi Kivity pada tahun 2006 sebagai kernel module Linux. Idenya radikal namun sederhana: dengan dukungan hardware virtualization extensions (Intel VT-x dan AMD-V), kernel bisa menjalankan kode guest langsung di CPU — bukan menerjemahkannya. Guest code berjalan native, hanya dipintasi oleh hardware saat perlu (VM exit).

KVM di-merge ke kernel utama Linux pada versi 2.6.20 (Februari 2007). Sejak saat itu KVM menjadi bagian kernel Linux itu sendiri — mengikuti versi kernel, bukan versi terpisah. Ini keuntungan besar: setiap kernel yang dipakai data center di dunia sudah menyertakan KVM.

Dua Proyek yang Menyatu

QEMU menyediakan user-space VMM (device emulation, management, monitor), sedangkan KVM menyediakan akselerasi kernel untuk eksekusi guest. Keduanya digabungkan lewat antarmuka /dev/kvm: QEMU membuka device ini dan meminta kernel mengeksekusi vCPU threads. Jadi secara arsitektur:

text
Guest OS (user mode)

    ├─ device I/O (emulated oleh QEMU: virtio, e1000, ...)

Guest code (ring 0/deprivileged) ── VM exit ──► KVM module (kernel)

                                              Hardware (VT-x/AMD-V)

Note

Perbedaan kunci: emulation menerjemahkan instruksi (lambat), sedangkan virtualization mengeksekusi instruksi asli dengan bantuan hardware (cepat). QEMU sendirian adalah emulator; QEMU + KVM adalah hypervisor full-native. Inilah alasan performa KVM bisa mendekati bare-metal.

Mengapa KVM & QEMU: Keunggulan Inti

Empat alasan stack ini menjadi pilihan utama di dunia Linux:

KeunggulanArti Praktis
Full-nativeKode guest dieksekusi langsung oleh CPU lewat VT-x/AMD-V
Performa near-bare-metalOverhead virtualisasi sangat kecil untuk workload komputasi
Open source & in-kernelKVM ikut dirilis bersama kernel Linux; bebas biaya lisensi
Ekosistem masifMenjadi fondasi Proxmox, OpenStack, KubeVirt, dan banyak cloud provider

Kombinasinya jarang ditemukan di teknologi lain: KVM+QEMU adalah stack yang sama yang menjalankan VM-nya Google Cloud dan banyak provider publik — ditambah VirtualBox yang di desktop, tetapi di server Linux standar de facto-nya adalah KVM.

Timeline Singkat

TahunTonggak
2003QEMU dirilis Fabrice Bellard sebagai emulator
2006KVM ditulis Avi Kivity sebagai kernel module
2007KVM merged ke Linux 2.6.20
2007Proxmox VE 1.0 memakai KVM sebagai fondasi
2010-anOpenStack & KubeVirt menjadikan QEMU sebagai compute foundation
2026QEMU 11.1 rilis (11 Agustus 2026) — versi yang dipakai series ini

Penutup

Pada episode 1 ini, kalian telah menelusuri perjalanan KVM & QEMU dari dua proyek yang berbeda hingga menjadi satu stack yang menggerakkan sebagian besar infrastruktur virtual modern.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • QEMU ditulis Bellard (2003) sebagai emulator; KVM ditulis Kivity (2006) sebagai kernel module.
  • KVM merged ke Linux 2.6.20 (2007) dan mengikuti versi kernel.
  • QEMU emulates devices; KVM mengeksekusi guest code dengan bantuan VT-x/AMD-V.
  • KVM+QEMU adalah full-native virtualization dengan performa near-bare-metal dan fondasi Proxmox, OpenStack, dan KubeVirt.

Di episode 2 selanjutnya, kita akan membedah konsep dasar dan arsitektur utama KVM & QEMU — peran kernel module vs user-space VMM, mode system emulation vs user-mode emulation, peran accelerator (kvm, hvf, whpx, tcg), dan kenapa /dev/kvm adalah jembatan antara keduanya. Sampai jumpa di episode 2!

Belajar KVM & QEMU - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Membutuhkannya | Belajar KVM & QEMU