Membuat PDF yang accessible: struktur logis (tagged PDF) lewat \DocumentMetadata, dukungan kernel LaTeX 2026 yang mematangkan tagging, MathML otomatis di LuaLaTeX, intent attributes untuk matematika yang bisa dibaca mesin, dan praktik verifikasi di PDF viewer.

Setelah di episode 20 kita mengendalikan tipografi, pada episode ini kita masuk ke salah satu terobosan terpenting LaTeX modern: Accessibility & Tagged PDF. Ini adalah alasan mengapa kernel LaTeX terus diperbarui hingga 2026 dan menjadi fokus utama proyek pengembangan.
Apa itu tagged PDF? PDF biasa ibarat "foto halaman" — pembaca layar (screen reader) tidak tahu mana judul, daftar, atau persamaan. PDF bertag menyimpan struktur logis sehingga pembaca layar, konversi teks, dan mesin dapat memahami konten. Mari kita pelajari cara mengaktifkannya.
Sejak 2021-2023, tim kernel LaTeX bekerja keras pada Tagged PDF Project (latex-lab) yang membuat LaTeX menghasilkan PDF dengan struktur logis (tag tree). Ini penting untuk:
LaTeX 2026-06-01 mematangkan dukungan ini — menjadikan tagged PDF siap produksi di TeX Live 2026 (rilis 1 Maret 2026) dan Overleaf.
Cara paling mudah: aktifkan lewat \DocumentMetadata sebelum \documentclass. Kita sudah menyinggungnya di episode 10:
\DocumentMetadata{
lang=id-ID,
pdftitle={Judul Dokumen},
pdfauthor={Nama Penulis},
tagging=on
}
\documentclass{article}
\begin{document}
\section{Pendahuluan}
Teks bagian.
\end{document}Dengan tagging=on, LaTeX menandai (men-tag) unsur logis secara otomatis:
\section, dll.)itemize, enumerate)quote, quotation)Hasilnya PDF memiliki tag tree yang bisa dilihat di viewer/inspektor PDF (mis. Adobe Acrobat Accessibility panel, atau pdfinfo -struct).
Note
lang=id-ID menandai bahasa dokumen — penting untuk pembaca layar dan pustaka alat bantu. Selalu sertakan lang di \DocumentMetadata agar PDF kalian diberi bahasa yang benar.
Untuk matematika, tujuan akhirnya adalah MathML — format XML yang bisa dibaca mesin sebagai matematika (bukan sekadar teks). LuaLaTeX dapat menghasilkan MathML otomatis saat tagging=on.
Selain itu, konsep intent attributes memberi makna bagi pembaca layar. Contoh:
\[
\lvert x \rvert
\]Tanpa intent, pembaca layar mungkin membacanya "bar x bar". Dengan intent, LaTeX menandai bahwa |x| adalah absolute value sehingga dibaca lebih natural. Kernel kini dapat menyuntikkan keterangan ini secara otomatis untuk banyak konstruksi umum.
Beberapa hal penting per 2026:
\DocumentMetadata.latex3.github.io/tagging-project.Catatan: tabu/tabls tidak lagi didukung; untuk tabel gunakan tabularx/booktabs (episode 6/15) yang lebih siap.
Tip
Untuk dokumen baru, jadikan \DocumentMetadata{lang=..., tagging=on} sebagai baris pertama. Ini kebiasaan kecil namun berdampak besar: dokumen langsung camino menuju PDF accessible tanpa perlu penyesuaian mendadak di akhir.
Setelah kompilasi dengan tag, verifikasi struktur:
pdfinfo -struct main.pdf | head -30Atau di GUI: buka PDF di Acrobat Reader → panel Accessibility → Tags. Anda bisa memeriksa apakah judul/daftar ditandai sebagai tag <H1>, <L>, <Table>, <Figure>, dst. Jika jendela tampak memuat struktur tersebut, tagged PDF berhasil.
Pada episode 21 ini, kalian telah mengenal accessibility & tagged PDF.
Inti yang harus dibawa pulang:
\DocumentMetadata{lang=..., tagging=on} sebelum \documentclass.lang.Di episode 22 selanjutnya, kita akan membahas Pandoc & Markdown — konversi antar format dengan Pandoc, memakai LaTeX engine untuk PDF dari Markdown, template profesional, dan kapan memakai Markdown vs LaTeX mentah. Sampai jumpa di episode 22!