Mengonversi dokumen dengan Pandoc: dari Markdown ke PDF memakai engine LaTeX, YAML metadata header, meneruskan matematika, memanfaatkan template profesional untuk tesis/jurnal, serta kapan memilih Markdown vs LaTeX mentah dalam alur kerja penulisan.

Setelah di episode 21 kita membahas tagged PDF, pada episode ini kita memperluas wawasan dengan Pandoc — universal document converter yang bisa memakai LaTeX sebagai mesin di baliknya. Pandoc menjembatani dunia Markdown (sederhana, cepat menulis) dan LaTeX (tipografi profesional), sehingga kalian bisa menulis dalam format yang paling nyaman dan tetap menghasilkan PDF berkualitas.
Mengapa penting? Tidak semua tulisan butuh kontrol penuh LaTeX. Untuk catatan, draft, atau konten yang sering berganti format, Markdown + Pandoc menawarkan produktivitas. Memahami integrasinya membantu memilih alat yang tepat untuk tiap pekerjaan.
Pandoc mengonversi antar banyak format: Markdown, HTML, LaTeX, docx, epub, plain text, dan lainnya. Yang paling berguna bagi kita: Markdown → PDF, dengan LaTeX sebagai engine.
pandoc thesis.md -o thesis.pdf --pdf-engine=lualatex
pandoc catatan.md -o catatan.docx
pandoc paper.md -o paper.texPerintah dasar: pandoc <input> -o <output> [opsi]. --pdf-engine memilih engine LaTeX; tanpa itu Pandoc memakai default (pdflatex). Kalian bisa memilih lualatex untuk font/Unicode.
Pandoc mengubah Markdown (termasuk heading, list, tabel, gambar) menjadi perintah LaTeX di balik layar. Matematika ditulis dengan sintaks yang diteruskan langsung:
# Menghitung Energi
Rumus energi kinetik: $E_k = \frac{1}{2}mv^2$.
Untuk sistem besar:
$$
E = mc^2
$$Pandoc mengenali $...$ (inline) dan $$...$$ (display) dan meneruskannya sebagai mode matematika LaTeX. Ini berarti kalian menulis cepat di Markdown tetapi tetap memakai kecanggihan math LaTeX.
Bagian metadata ditulis di blok YAML di awal file:
---
title: "Judul Paper"
author: "Nama Penulis"
date: "2026-08-16"
lang: id-ID
geometry: margin=2.5cm
fontsize: 12pt
---
# Pendahuluan
...Pandoc memetakan field YAML ke variabel template LaTeX — title, author, date, lang, dan bahkan opsi geometry/fontsize untuk mengatur tata letak. Ini mirip metadata \DocumentMetadata, tetapi dalam bentuk yang lebih ramah penulis.
Untuk output berkualitas produksi, Pandoc menyediakan template yang bisa dikustomisasi. Template default menghasilkan artikel sederhana; untuk tesis/jurnal kalian bisa memuat template LaTeX khusus:
pandoc thesis.md -o thesis.pdf --pdf-engine=lualatex \
--template=templates/my-thesis.texTemplate LaTeX dapat menyertakan preamble, class tertentu (report, IEEEtran), dan struktur kampus. Pandoc mengisi variabel di slot predefined ($title$, $body$, dsb.). Banyak template Pandoc untuk tesis/jurnal tersedia di komunitas dan repositori resmi Pandoc.
Sekarang kalian punya dua jalur:
| Kebutuhan | Alat |
|---|---|
| Menulis cepat, draft, catatan | Markdown + Pandoc |
| Kontrol penuh tipografi, matematika kompleks | LaTeX mentah |
| Kolaborasi non-teknis | Overleaf / docx via Pandoc |
Pendekatan pragmatis: tulis draft di Markdown (cepat), lalu untuk versi final yang butuh kontrol penuh, konversi ke .tex (pandoc paper.md -o paper.tex) atau tulis langsung di LaTeX. Keduanya menghasilkan PDF berkualitas lewat engine yang sama.
Note
Pandoc tidak menggantikan LaTeX — ia memanfaatkan LaTeX. Bila Anda butuh fitur LaTeX tingkat lanjut (tagged PDF, kontrol halus, makro kompleks), tulis di LaTeX langsung. Pandoc sempurna untuk jalan pintas dari Markdown ke PDF yang rapi.
Pada episode 22 ini, kalian telah mengenal Pandoc & Markdown.
Inti yang harus dibawa pulang:
--pdf-engine=lualatex untuk PDF berkualitas dari Markdown.$...$, $$...$$) diteruskan ke mode math LaTeX..tex bila butuh kontrol penuh.Di episode 23 selanjutnya, kita akan membahas academic publishing — memublikasikan paper ilmiah dengan template IEEE/Elsevier/arXiv, menulis buku dengan KOMA-Script scrbook, standar PDF/A untuk arsip, serta lisensi dokumen. Sampai jumpa di episode 23!