Menggunakan dan menyesuaikan template skripsi/tesis universitas Indonesia: cover, halaman pengesahan, abstrak, daftar isi otomatis, dukungan babel, menyesuaikan nama/dosen/logo, bibliografi sesuai standar kampus dengan biblatex/natbib, dan checklist submit ke jurnal/proceeding.

Setelah di episode 23 kita memahami publishing global, pada episode ini kita fokus pada konteks yang sangat relevan untuk kalian: template universitas & jurnal Indonesia. Banyak kampus dan jurnal nasional kini menyediakan (atau mengharuskan) template LaTeX untuk skripsi, tesis, dan paper.
Meskipun setiap kampus punya aturan sendiri, strukturnya nyaris selalu sama. Memahami cara memakai dan menyesuaikan template ini akan menghemat waktu tak terhitung dibanding menata ulang dari nol, sekaligus memastikan naskah memenuhi ketentuan format kampus.
Banyak universitas Indonesia menyebarkan template .cls — sering di GitHub atau Overleaf (misal template UGM, ITB, UI, dan kampus lain). Template ini mengatur secara otomatis:
babel[bahasa] untuk pemenggalan kata & istilah Indonesia.Umumnya pemakaiannya:
\documentclass{skripsi} % atau nama file .cls kampus
\usepackage[bahasa]{babel}
...
\begin{document}
\cover
...
\end{document}Template sudah mengatur margin, spacing, dan font sesuai ketentuan kampus — tinggal mengisi konten.
Tip
Sebelum memakai template, periksa versi TeX Live yang diperlukan dan tahun peraturannya (aturan kampus berubah). Template terbaik adalah yang dijaga aktif oleh komunitas kampus dan bisa di-compile bersih di lingkungan kalian dan Overleaf.
Setiap template punya tempat untuk mengisi data pribadi. Biasanya di preamble:
\newcommand{\namamahasiswa}{Nama Kalian}
\newcommand{\nim}{123456789}
\newcommand{\jurusan}{Teknik Informatika}
\newcommand{\dospem}{Drs. Contoh, M.T.}Lalu template menggunakan makro ini di cover/pengesahan. Kalian perlu:
\includegraphics{logo-kampus.pdf} di folder assets//figures/).Telusuri file .cls atau main.tex template untuk menemukan definisi makro ini dan mengisinya dengan benar.
Daftar pustaka skripsi biasanya mengikuti standar tertentu (mis. format APA atau gaya kampus). Dua pendekatan:
natbib — nama-penulis-tahun (author-year), umum untuk gaya humaniora/APA.biblatex — lebih modern, dengan style kustom sesuai aturan kampus.\documentclass{report}
\usepackage[bahasa]{babel}
\usepackage[style=apa]{biblatex}
\addbibresource{refs.bib}
...
\printbibliographyGanti style=apa dengan gaya yang diminta kampus (IEEETran, numeric, author-year, dsb.). Pastikan refrensi di .bib diisi lengkap (author, year, title, publisher, url, akses tanggal untuk sumber online) agar daftar pustaka akurat.
Warning
Banyak kampus punya aturan ketat soal format daftar pustaka (mis. urutan, penggunaan "dan" vs "&", spasi). Kecocokan style biblatex/natbib dengan template kampus sebaiknya dicek — sesuaikan style atau atur natbib agar tidak menabrak ketentuan.
Untuk jurnal/proceeding Indonesia, umumnya juga menyediakan template LaTeX, atau menerima format tertentu:
Prinsipnya sama dengan episode 23: cari template resmi dari call-for-papers, isi sesuai format, pastikan compile bersih, lalu submit draft.
Sebelum mengirim draft/final, verifikasi:
\DocumentMetadata{lang=id-ID, tagging=on} untuk PDF accessible (episode 21).Note
Checklist ini bisa diotomatiskan sebagai bagian CI (episode 18): jalankan latexmk, chktex, dan periksa PDF ada sebelum submit. Dokumen yang selalu compile-clean mengurangi stres menjelang deadline.
Pada episode 24 ini, kalian telah memahami template Indonesia.
Inti yang harus dibawa pulang:
documentclass .cls) mengotomatiskan cover, pengesahan, abstrak, daftar isi, dan babel bahasa.biblatex/natbib sesuai standar kampus.Di episode 25 selanjutnya, kita akan membahas Overleaf vs local setup & best practices 2026 — perbandingan lengkap, kapan memakai yang mana, alur hibrida Overleaf Git Sync, serta tooling pendukung profesional. Sampai jumpa di episode 25!