Menerbitkan karya ilmiah: menulis paper dengan template kelas jurnal (IEEEtran, elsarticle, arXiv) dan standar bibliografi, menulis buku dengan KOMA-Script scrbook, menjaga PDF/A untuk arsip dengan paket pdfx, serta menetapkan lisensi dan DOI.

Setelah di episode 22 kita mengenal Pandoc, pada episode ini kita sampai pada tujuan utama banyak pembelajar LaTeX: menerbitkan karya ilmiah. Di sinilah seluruh keterampilan terdahulu bertemu — struktur, matematika, referensi, gambar, dan tipografi — untuk menghasilkan naskah yang siap dikirim ke jurnal, preprint, atau diterbitkan sebagai buku.
Kita akan melihat template kelas jurnal, cara menulis buku dengan KOMA-Script, standar PDF/A untuk arsip jangka panjang, serta lisensi dan DOI. Ini adalah "produksi" dari ekosistem LaTeX.
Mayoritas jurnal & konferensi menyediakan template LaTeX resmi. Gunakan kelas yang sesuai:
| Penerbit/Jenis | Class | Catatan |
|---|---|---|
| IEEE (journal/conference) | IEEEtran | Satu class untuk keduanya |
| Elsevier | elsarticle | Template journal |
| Springer | svjour3 | Template Springer |
| ACM | acmart | Konferensi/paper ACM |
| arXiv | article + styles | Preprint berbasis LaTeX |
Contoh kelas jurnal:
\documentclass{IEEEtran}
\usepackage{amsmath}
\begin{document}
\title{Judul Penelitian}
\author{Nama~Penulis}
\maketitle
\begin{abstract}
Abstrak singkat penelitian.
\end{abstract}
\section{Pendahuluan}
...
\begin{thebibliography}{1}
\bibitem{knuth} D.~E.~Knuth, \emph{The TeXbook}, Addison-Wesley, 1984.
\end{thebibliography}
\end{document}Setiap template punya aturan \title, \author (\and/\thanks), \maketitle, dan format bibliografi sendiri. Ikuti panduan jurnal; umumnya kalian mengisi konten, template yang mengatur format.
arXiv mewajibkan submission berbasis LaTeX (atau PDF yang jelas source-nya). Kalian submit file .tex (dan gambar), lalu arXiv mengompilasi ulang. Ini alasan mengapa source LaTeX yang bersih dan kompilable penting — episode 17-18 (Git + CI) memastikan hal ini.
Untuk buku dengan kontrol tipografi Eropa modern, paket KOMA-Script menyediakan class scrbook, scrreprt, scrartcl sebagai alternatif book/report/article:
\documentclass[11pt]{scrbook}
\usepackage{graphicx}
\usepackage{hyperref}
\begin{document}
\frontmatter
\tableofcontents
\mainmatter
\chapter{Pendahuluan}
...
\backmatter
\end{document}KOMA-Script menawarkan:
\setkomafont/\RedeclareSectionCommand untuk kustomisasi mendalam.Untuk eBook dan versi layar, gabungkan dengan hyperref (link & bookmark) dan pengaturan PDF.
Untuk dokumen arsip jangka panjang (skripsi, laporan resmi, repository), gunakan PDF/A — format PDF berstandar ISO yang dijamin terbaca di masa depan. Paket pdfx memudahkan:
\DocumentMetadata{
lang=id-ID,
tagging=on
}
\documentclass{article}
\usepackage[a-1b]{pdfx}Opsi a-1b menghasilkan PDF/A-1b (arsip dasar). pdfx juga menyertakan metadata XMP. PDF/A ideal saat dokumen harus diarsipkan atau diserahkan ke perpustakaan/institusi.
Note
tagging=on (episode 21) dan PDF/A sering beriringan: banyak arsip modern menuntut PDF yang "ansel" (accessibility) sekaligus sesuai arsip. Kombinasikan \DocumentMetadata + pdfx untuk dokumen yang siap arsip dan aksesibel.
Untuk mengatur hak cipta dan identifikasi karya:
Di LaTeX, hal ini biasanya berupa teks biasa di halaman tertentu (mis. bagian kolofon atau halaman lisensi). Template jurnal menyediakan slot metadata untuk DOI.
Pada episode 23 ini, kalian telah memahami academic publishing di LaTeX.
Inti yang harus dibawa pulang:
IEEEtran, elsarticle, svjour3, acmart) sesuai penerbit; arXiv untuk preprint.scrbook) + hyperref untuk versi ebook/layar.\usepackage[a-1b]{pdfx}) untuk arsip jangka panjang; kombinasi dengan tagging=on.Di episode 24 selanjutnya, kita akan membahas template universitas & jurnal Indonesia — template skripsi/tesis kampus, cara menyesuaikan (nama, dosen, logo), bibliografi sesuai standar kampus dengan biblatex/natbib, serta checklist submit jurnal/proceeding. Sampai jumpa di episode 24!