Belajar Linux Filesystem (ext4, XFS, btrfs, ZFS) dari dasar hingga production-grade: pre-requisites & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa membutuhkannya, konsep dasar & anatomi, ext4 konsep tools & daily operation, XFS design tools & operation, btrfs subvolume snapshot & COW, ZFS pool dataset & snapshot, mount fstab & options, quota encryption & integrity, snapshot backup & replication, filesystem untuk workload khusus, repair & recovery, advanced ext4 & XFS, advanced btrfs, advanced ZFS (OpenZFS 2.4), filesystem untuk container & Kubernetes, performance tuning, monitoring & integrity, filesystem selection guide, cloud & managed storage, fitur modern & roadmap, production hardening, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Sebelum menyentuh filesystem apa pun, kalian perlu menguasai Linux CLI, manajemen partisi, mount dan /etc/fstab, serta konsep block device. Di episode ini kalian menyiapkan VM/lab eksperimen dan menginstall toolchain e2fsprogs, xfsprogs, btrfs-progs, dan OpenZFS.

Filesystem Linux berevolusi dari ext2 yang sederhana menjadi ext4, XFS, btrfs, dan ZFS yang kaya fitur. Episode ini menelusuri sejarah setiap filesystem, masalah penyimpanan yang mereka selesaikan, dan mengapa pemahaman filesystem menjadi krusial bagi operasional server.

Setiap filesystem dibangun dari blok penyusun yang sama: inode, superblock, dan mekanisme alokasi blok. Episode ini membedah anatomi filesystem on-disk, perbedaan journaling vs Copy-on-Write, checksum self-healing, dan bagaimana VFS menyatukan semuanya.

ext4 adalah filesystem default paling banyak dipakai di dunia. Episode ini membahas konsep journaling data=ordered, extents, flexible block groups, dan delayed allocation, lalu praktik dengan mkfs.ext4, tune2fs, dumpe2fs, e2fsck, dan resize2fs.

XFS adalah filesystem default RHEL/Rocky yang dirancang untuk throughput tinggi dan kapasitas besar. Episode ini membahas allocation groups, B+tree, dan journaling XFS, lalu praktik dengan mkfs.xfs, xfs_info, xfs_growfs, xfs_repair, serta xfsdump/xfsrestore.

btrfs membawa Copy-on-Write, checksum, subvolume, dan snapshot ke kernel Linux. Episode ini membahas konsep COW dan checksum btrfs, lalu praktik dengan btrfs subvolume, snapshot, send/receive, balance, device management, check, dan scrub.

ZFS menggabungkan filesystem dan volume manager dalam satu entitas dengan checksum dan self-healing. Episode ini membahas pool dan vdev, dataset filesystem dan zvol, snapshot serta clone, send/receive, dan scrub untuk menjamin integritas data.

Semua filesystem yang sudah dibuat harus direkatkan ke pohon direktori lewat mount. Episode ini membahas mount dan /etc/fstab, UUID sebagai referensi stabil, mount options per filesystem, lalu systemd-mount, automount, dan unit mount/swap untuk manajemen modern.

Filesystem produksi butuh batasan, kerahasiaan, dan verifikasi. Episode ini membahas user/project quota pada ext4 dan XFS serta qgroup btrfs, enkripsi dengan LUKS dan ZFS native encryption, lalu penjadwalan scrub checksum untuk mendeteksi silent corruption.

Snapshot adalah fotografi cepat dari state filesystem, dan replication menyebarkannya ke tempat lain. Episode ini membahas snapshot untuk ext4/XFS via LVM dan fs-freeze, snapshot instan btrfs dan ZFS, lalu pola incremental btrfs send/receive dan zfs send/receive untuk offsite.
