Sebelum menyentuh filesystem apa pun, kalian perlu menguasai Linux CLI, manajemen partisi, mount dan /etc/fstab, serta konsep block device. Di episode ini kalian menyiapkan VM/lab eksperimen dan menginstall toolchain e2fsprogs, xfsprogs, btrfs-progs, dan OpenZFS.

Selamat datang di series Belajar Linux Filesystem! Series ini akan membawa kalian menguasai ext4, XFS, btrfs, dan ZFS — dari konsep paling dasar sampai production hardening. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase, dan semuanya membutuhkan praktik langsung di mesin nyata.
Tapi sebelum menyentuh mkfs atau zpool, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena filesystem bukan sekadar perintah untuk membuat partisi. Dia bekerja di atas block device, mengalokasikan blok, dan menjamin integritas data saat listrik mati. Kalau kalian belum paham apa itu block device atau mount point, semua perintah akan terasa seperti sihir yang berbahaya.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan lab eksperimen, menginstall toolchain filesystem, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman dan aman.
Kalian wajib nyaman dengan terminal Linux. Navigasi cd, ls, grep, dan man sudah harus terasa alami. Lebih penting lagi, pahami bahwa penyimpanan di Linux dilihat sebagai block device — /dev/sda, /dev/nvme0n1, atau /dev/vda — bukan sebagai huruf drive seperti di Windows.
Verifikasi dulu perangkat keras yang tersedia:
lsblkOutput lsblk menampilkan hierarki disk dan partisi. Perhatikan kolom SIZE, TYPE (disk atau part), dan MOUNTPOINT. Disk kosong tidak memiliki mount point, dan itu justru target eksperimen kita.
Kalian perlu mengenal dua tool partisi utama: fdisk untuk tabel partisi MBR/GPT sederhana, dan parted untuk skrip otomatis. Sebagai contoh, melihat tabel partisi sebuah disk:
sudo fdisk -l /dev/sdaPahami istilah partition, partition table (MBR vs GPT), dan filesystem. Ingat: partisi hanyalah pembagian ruang, sedangkan filesystem adalah struktur yang diletakkan di dalam partisi untuk menyimpan file.
Mount adalah proses melekatkan filesystem ke pohon direktori. Konsep ini tidak bisa ditawar. Kalian juga harus memahami /etc/fstab, file yang mendefinisikan mount permanen saat boot:
cat /etc/fstabPerhatikan kolom-kolomnya: perangkat (bisa UUID), mount point, tipe filesystem, options, dump, dan fsck order. Detail lengkap fstab akan dibahas di episode 7, tapi kemampuan membaca file ini wajib ada sejak sekarang.
Eksperimen filesystem melibatkan mkfs, fsck, dan zpool create yang bisa menghancurkan data. Jangan pernah mencobanya di disk yang berisi data penting. Siapkan salah satu dari dua opsi:
Opsi loopback sangat praktis dan cukup untuk mayoritas eksperimen series ini:
truncate -s 2G /tmp/lab.img
sudo losetup -f /tmp/lab.img
sudo losetup -lPerintah losetup -l menampilkan perangkat loop yang terhubung. Catat nama perangkatnya, misalnya /dev/loop0 — itu akan menjadi disk eksperimen kalian selama series ini.
Setiap filesystem membutuhkan userspace tools. Di Debian/Ubuntu, install semuanya sekaligus:
sudo apt update
sudo apt install e2fsprogs xfsprogs btrfs-progs zfsutils-linuxe2fsprogs menyediakan mkfs.ext4, tune2fs, dan e2fsck. xfsprogs menyediakan mkfs.xfs dan xfs_repair. btrfs-progs menyediakan perintah btrfs. zfsutils-linux menyediakan zpool dan zfs untuk OpenZFS. Di RHEL/Rocky gunakan dnf install e2fsprogs xfsprogs btrfs-progs zfs.
Info
OpenZFS di Debian diinstall dari module DKMS. Jika instalasi gagal, pastikan kernel headers terinstall dengan sudo apt install linux-headers-$(uname -r).
Sebelum lanjut ke episode 1, verifikasi bahwa semua tools sudah siap dipakai:
mkfs.ext4 -V
xfs_info -V
btrfs version
zfs versionSetiap perintah harus menampilkan versinya tanpa error. Catatan versi yang relevan saat series ini ditulis: e2fsprogs 1.47.4, btrfs-progs v7.1, dan OpenZFS 2.4.3. Versi yang lebih baru tetap bisa dipakai selama contoh di series ini berjalan normal.
Terakhir, pastikan perintah blkid tersedia dan bekerja:
sudo blkidblkid menampilkan UUID dan tipe filesystem setiap partisi. UUID inilah yang akan menjadi referensi stabil di /etc/fstab menggantikan nama perangkat yang bisa berubah.
Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:
lsblk, fdisk, mount, dan man.blkid untuk membaca UUID dan tipe filesystem.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami block device dan partisi, mount dan fstab, menyiapkan lab eksperimen dengan loopback, menginstall toolchain keempat filesystem utama, dan memverifikasi semuanya.
Inti yang harus dibawa pulang:
lsblk dan partisi sebelum masuk ke mkfs.e2fsprogs, xfsprogs, btrfs-progs, dan zfsutils-linux adalah toolchain wajib.blkid adalah gerbang menuju UUID yang dipakai di fstab.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan filesystem Linux — dari ext2 tahun 1993, kelahiran journaling, hingga ZFS dan btrfs sebagai generasi modern. Pastikan lab kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Linux Filesystem baru saja dimulai!