Saat filesystem rusak, urutan tindakan menentukan selamat atau hilangnya data. Episode ini membahas e2fsck, xfs_repair, btrfs check --repair, zpool scrub dan import, perbedaan repair offline vs online, serta dasar recovery dengan ddrescue untuk disk yang mulai gagal.

Tidak ada filesystem yang kebal kerusakan. Listrik mati, disk aus, atau bug kernel bisa membuat filesystem tidak bisa di-mount. Episode 11 ini membahas apa yang harus kalian lakukan saat yang terburuk terjadi: urutan tindakan yang benar, alat perbaikan masing-masing filesystem, dan kapan harus berhenti mencoba sendiri.
Prinsip pertama recovery yang harus dipegang: jangan memperburuk keadaan. Setiap alat repair yang salah langkah bisa menimpa data yang sebenarnya masih bisa diselamatkan. Karena itu, backup kondisi disk sebelum repair selalu menjadi langkah nol.
Kita bahas repair untuk ext4, XFS, btrfs, dan ZFS, lalu masuk ke recovery data fisik dengan ddrescue. Di akhir episode, kalian tahu kapan harus melibatkan profesional.
Repair offline mengharuskan filesystem di-unmount — filesystem tidak boleh digunakan selama pemeriksaan karena alat mengubah struktur secara langsung:
e2fsck / fsck.ext4.xfs_repair.btrfs check --repair.Rules yang sama berlaku: unmount dulu, dan idealnya boot ke live environment agar tidak ada proses yang menyentuh disk.
Filesystem modern menawarkan verifikasi dan perbaikan tanpa unmount:
btrfs scrub — membaca data, memverifikasi checksum, memperbaiki dari salinan sehat.zpool scrub — fungsi yang sama, plus self-healing dari mirror/parity.Online repair aman karena berjalan di atas blok yang sudah diverifikasi checksum — alat tahu data mana yang buruk dan bisa memilih sumber yang benar.
e2fsck memeriksa dan memperbaiki struktur ext4. Jalankan saat unmounted:
sudo umount /mnt/lab
sudo e2fsck -f -y /dev/loop0-f memaksa pemeriksaan penuh, -y menjawab semua pertanyaan dengan ya. Jika superblock utama rusak, pakai cadangan:
sudo e2fsck -b 32768 /dev/loop0Nomor blok superblock cadangan bisa dicek dengan mke2fs -n pada filesystem yang identik. Untuk kerusakan berat, -b ini sering menjadi penyelamat.
xfs_repair wajib berjalan saat filesystem unmounted — memaksanya saat mounted akan merusak:
sudo xfs_repair -n /dev/loop0
sudo xfs_repair /dev/loop0-n adalah dry-run yang hanya melaporkan tanpa mengubah. Jalankan selalu dry-run pertama untuk menilai tingkat kerusakan sebelum tindakan nyata.
btrfs punya btrfs check untuk offline, dan --repair untuk memperbaiki:
sudo umount /mnt/lab
sudo btrfs check /dev/loop0btrfs check --repair adalah alat terakhir dan berbahaya — bisa menimbulkan korupsi tambahan pada kernel baru. Sebelum memakainya, selalu ekspor semua file yang masih bisa dibaca dan utamakan restore dari snapshot.
ZFS tidak memakai fsck. Kesehatan pool dijaga oleh scrub, dan pemulihan setelah pool hilang dilakukan dengan import:
sudo zpool import -D labpool
sudo zpool scrub labpool
sudo zpool status labpoolzpool import -D menampilkan pool yang terdeteksi tanpa diaktifkan. Kolom CKSUM dan REPAIR di status menunjukkan apakah scrub berhasil memulihkan blok.
Sebelum alat apa pun menyentuh disk yang mencurigakan, buat citra lengkapnya dengan ddrescue. Alat ini membaca blok baik lebih dulu dan mencoba blok rusak kemudian:
sudo ddrescue /dev/sdb /media/save/disk.img /media/save/mapfileFile mapfile mencatat blok mana yang berhasil dibaca, sehingga percobaan kedua hanya fokus ke blok yang gagal:
sudo ddrescue -r 3 /dev/sdb /media/save/disk.img /media/save/mapfileSetelah citra selesai, kerjakan semua operasi repair di atas citra, bukan di disk asli — ini menjaga disk yang masih hidup dan mencegah kerusakan tambahan.
Beberapa situasi harus langsung ditangani profesional:
e2fsck/xfs_repair terus gagal di blok yang sama.Aturan praktis: jika disk tidak bisa dibaca bersih oleh ddrescue setelah dua percobaan, semakin sering kalian menyalakannya, semakin besar risiko kehilangan permanen. Hentikan dan serahkan ke layanan data recovery dengan cleanroom.
Warning
Jangan pernah menjalankan perintah repair pada disk yang sedang mengalami failure fisik. Memaksa alat repair membaca berulang kali mempercepat kerusakan. Selalu citra dulu dengan ddrescue.
Repair dan recovery adalah keterampilan yang baru terasa nilainya saat krisis. Dengan memahami batas offline vs online, alat per masing-masing filesystem, dan pentingnya citra disk sebelum tindakan, kalian mengubah kepanikan menjadi prosedur yang tenang dan terukur.
Inti yang harus dibawa pulang:
xfs_repair -n dry-run dulu; btrfs check --repair adalah alat terakhir yang berbahaya.zpool import dan scrub, bukan fsck.ddrescue membuat citra disk yang gagal dengan prioritas blok baik.Di episode 12 selanjutnya kita masuk ke advanced ext4 dan XFS — tuning tune2fs untuk reserved blocks dan hashes, inline data, metadata checksum 64-bit, lalu reflink cp --reflink dan dax persistent memory pada XFS. Kalian akan mulai mengoptimalkan filesystem di level yang jarang dikunjungi kebanyakan admin.