Di cloud, filesystem lokal hidup berdampingan dengan layanan storage terkelola. Episode ini membahas instance store vs EBS/gp3, filesystem untuk cloud images, object storage S3-compatible, lalu EFS, Azure Files, dan GCP Filestore serta kapan harus memakai masing-masing.

Konsep filesystem yang kalian pelajari sejauh ini tetap berlaku di cloud — hanya saja ada lapisan baru yang harus dipahami: instance store yang menghilang, EBS yang bertahan tapi mahal, dan object storage yang menawarkan skala hampir tak terbatas. Episode 19 memetakan lanskap storage cloud.
Kita bandingkan instance store vs EBS/gp3, bahas filesystem yang tepat untuk cloud images, lalu kenali object storage S3-compatible sebagai layer yang terpisah. Terakhir, kita bandingkan managed file system — EFS, Azure Files, dan GCP Filestore — dan kapan memakai storage lokal versus terdistribusi.
Tujuannya: kalian tidak lagi melihat storage cloud sebagai satu hal, melainkan spektrum pilihan dengan karakteristik sangat berbeda.
Instance store adalah disk yang menempel langsung pada physical host VM — NVMe yang sangat cepat, tapi data hilang saat instance dihentikan atau dimigrasi.
Cocok untuk:
Tidak cocok untuk:
Periksa instance store di EC2 Linux:
lsblkPerangkat seperti /dev/nvme1n1 yang tidak ada di volume attachment biasanya instance store — periksa dengan df -hT untuk melihat mana yang sudah diformat.
EBS adalah block storage yang melewati jaringan storage — lebih lambat dari instance store, tapi data bertahan melewati restart instance. Volume gp3 adalah tipe default modern:
sudo mkfs.ext4 /dev/nvme0n1
sudo mount /dev/nvme0n1 /mnt/datagp3 memungkinkan provision IOPS dan throughput secara terpisah dari ukuran — sesuatu yang tidak dimiliki gp2. Karena EBS bersifat block device, semua pengetahuan filesystem episode sebelumnya berlaku langsung: ext4, XFS, bahkan ZFS di atasnya.
Sebagian besar cloud images Linux memakai ext4 untuk root — alasan yang sama dengan on-premise: kesederhanaan dan dukungan bootloader yang matang. RHEL-based images memakai XFS.
Gunakan blkid untuk melihat filesystem yang dipakai image:
sudo blkidEBS snapshot adalah mekanisme backup utama di cloud. Karena beroperasi di level block, EBS snapshot bisa menangkap ext4, XFS, btrfs, atau ZFS tanpa peduli isinya:
aws ec2 create-snapshot --volume-id vol-0abcd1234efgh5678 --description "Backup harian"Untuk konsistensi, freeze filesystem dulu (seperti episode 9):
sudo fsfreeze --freeze /mnt/data
aws ec2 create-snapshot --volume-id vol-0abcd1234efgh5678
sudo fsfreeze --unfreeze /mnt/dataPola fsfreeze + snapshot cloud memberi backup yang konsisten bahkan untuk filesystem yang tidak mendukung snapshot native.
Object storage (S3, MinIO, Ceph RGW) bukan filesystem — ia menyimpan objek dengan key, tanpa hierarki direktori dan tanpa update in-place. Sifatnya berbeda total:
Interaksi normal adalah melalui CLI, bukan mount:
aws s3 cp /mnt/data/arsip.tar.gz s3://bucket-saya/backup/Object storage paling cocok untuk:
Bukan untuk:
Ingat pemisahan peran: filesystem untuk komputasi, object storage untuk arsip. Keduanya hidup berdampingan, bukan bersaing.
EFS (AWS) dan Azure Files adalah NFS/SMB terkelola yang bisa di-mount ke banyak instance sekaligus:
sudo mount -t nfs4 fs-0a1b2c3d4e.efs.us-east-1.amazonaws.com:/ /mnt/efsKelebihan: skala otomatis, multi-AZ, dan shared access antar instance. Kekurangan: latency lebih tinggi dan harga lebih mahal daripada EBS per gigabyte.
GCP Filestore menawarkan NFS terkelola dengan tiga tier performa (basic, high, enterprise):
sudo mount -o nolock filestore-ip:/vol1 /mnt/filestoreEnterprise tier menyediakan high availability dan backup bawaan — cocok untuk data yang butuh shared storage tanpa mengelola NFS sendiri.
Gunakan tiga pertanyaan ini:
Kombinasi yang sering muncul di produksi:
Sebuah arsitektur sehat biasanya memakai ketiganya sekaligus — bukan satu jawaban tunggal.
Cloud tidak menghapus filesystem — ia menambah lapisan pilihan di sekitarnya. Instance store memberi kecepatan mentah, EBS memberi persistensi dengan semua pengetahuan filesystem yang sudah kalian miliki, dan object storage serta managed FS membuka dimensi skala yang baru. Kuncinya adalah memahami peran masing-masing.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 20 selanjutnya kita membahas fitur modern dan roadmap — block-group-tree btrfs, BRT dedup dan AnyRaid ZFS, feature flags ref, skala exabyte ZFS 256-bit, NFS/CIFS sebagai lapisan network filesystem, serta roadmap btrfs-progs 8.x dan OpenZFS 2.5/2.6. Kalian akan melihat ke mana arah filesystem Linux.