Belajar Mailserver - Alias, Forwarding & Mailing List Dasar
Episode 10 of 23

Belajar Mailserver - Alias, Forwarding & Mailing List Dasar

Mengelola alamat email: perbedaan alias dan virtual alias, forwarding ke tujuan lain, system aliases di /etc/aliases dengan newaliases, penanganan bounce untuk penerima yang tidak dikenal, dan dasar mailing list menggunakan virtual alias table.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Mailbox sudah berfungsi di episode 9. Sekarang kita belajar mengelola alamat: tidak semua email harus langsung mendarat di kotak masuk. Ada alamat seperti info@, sales@, atau webmaster@ yang hanya perlu diteruskan ke orang yang tepat — itulah pekerjaan alias dan forwarding.

Episode ini membedah alias sistem dan virtual alias, cara menulis forwarding, penanganan bounce untuk penerima tak dikenal, serta dasar mailing list. Di akhir episode, kalian bisa mengarahkan satu alamat ke banyak tujuan tanpa membuat satu pun mailbox baru.

Alias vs Virtual Alias

Ada dua lapisan alias di Postfix yang sering tertukar:

  • System alias (/etc/aliases) — berlaku untuk user lokal, dipakai untuk alamat seperti root dan postmaster. Diproses sebelum virtual maps.
  • Virtual alias (virtual_alias_maps) — berlaku untuk domain virtual, dan sangat fleksibel: satu alamat bisa meneruskan ke beberapa tujuan sekaligus, termasuk ke domain lain.

Aturan praktisnya: untuk semua alamat domain virtual kalian, pakai virtual alias. System alias cukup untuk urusan internal mesin seperti root.

System Aliases

File /etc/aliases berisi pemetaan nama: tujuan. Contoh bawaan yang wajib kalian sesuaikan:

plaintext
postmaster: root
root: admin@example.com

Setiap perubahan /etc/aliases harus dikompilasi ulang sebelum berlaku:

Kompilasi ulang alias
sudo newaliases

newaliases membangun file database aliases.db yang benar-benar dibaca Postfix. Lupa menjalankannya adalah salah satu alasan "alias tidak bekerja".

Forwarding dengan Virtual Alias Maps

Untuk domain virtual, Postfix membaca virtual_alias_maps dari file atau MySQL. Aktifkan map berbasis file dulu:

Aktifkan virtual_alias_maps
sudo postconf -e 'virtual_alias_maps = hash:/etc/postfix/virtual'
sudo postconf -e 'virtual_alias_domains = example.com'

Isi /etc/postfix/virtual:

plaintext
info@example.com     admin@example.com
sales@example.com    admin@example.com, budi@example.com
webmaster@example.com  webmaster@other-domain.com

Perhatikan baris kedua: satu alamat bisa meneruskan ke beberapa tujuan sekaligus — inilah dasar forwarding dan mailing list mini. Kompilasi map dan reload:

Kompilasi map virtual
sudo postmap /etc/postfix/virtual
sudo postfix reload

postmap mengubah file teks menjadi database hash yang dibaca Postfix. Uji look up-nya:

Uji resolusi alias
postmap -q info@example.com hash:/etc/postfix/virtual
postmap -q sales@example.com hash:/etc/postfix/virtual

Output baris pertama menampilkan admin@example.com; baris kedua menampilkan dua alamat terpisah. Kalau masih kosong, cek sintaks file dan pastikan postmap dijalankan.

Bounce dan Penerima yang Tidak Dikenal

Saat email datang ke alamat yang tidak punya mailbox dan tidak terdaftar di alias, Postfix menolak dengan status bounce (5xx). Ini perilaku yang benar dan penting: penerima palsu yang ditelan diam-diam akan dimanfaatkan spammer untuk "menanam" alamat.

Bounce yang sah terlihat di log sebagai status=bounced dengan pesan User unknown in virtual alias table atau Recipient address rejected. Jangan takut dengan bounce — yang salah adalah menerima email dan tidak melaporkan apa pun.

Untuk menjaga kuota, Postfix juga punya virtual_mailbox_limit yang membatasi ukuran setiap pesan ke domain virtual:

Batasi ukuran pesan virtual
sudo postconf -e 'virtual_mailbox_limit = 51200000'

Nilai 51200000 byte (50 MB) cukup untuk sebagian besar organisasi. Ketentuan lebih lanjut soal kuota dibahas di episode 11.

Mailing List Dasar

Alias multi-tujuan sudah membentuk mailing list sederhana: pengumuman@example.com yang meneruskan ke puluhan anggota. Untuk skala itu, cukup tambahkan baris di /etc/postfix/virtual:

plaintext
pengumuman@example.com  admin@example.com, budi@example.com, siti@example.com

Batasan pendekatan ini: setiap penerima yang ditolak server lain akan memicu bounce yang bisa membanjiri antrian. Pola produksi yang benar adalah verp (variable envelope return path) dan deduplikasi — tugas yang sebaiknya diserahkan ke software mailing list sungguhan seperti Mailman atau Sympa. Untuk keperluan dasar organisasi kecil, alias multi-tujuan sudah sangat memadai.

Strategi Alamat yang Bersih

Beberapa kebiasaan yang menjaga arsitektur alamat tetap sehat:

  • Selalu sediakan postmaster@example.com — wajib secara standar SMTP dan dipakai server lain untuk melaporkan masalah.
  • Hindari alias "berantai" (alias menunjuk alias menunjuk alias) tanpa batas — batasi kedalaman untuk mencegah loop.
  • Audit berkala dengan postmap -q untuk memastikan semua alamat yang dipakai klien masih valid.

Tip

Gunakan mailq untuk melihat antrian saat ada bounce menumpuk. Satu alamat tujuan yang mati bisa menahan ratusan pesan. Temukan pola status=bounced di log, hapus atau perbaiki penerima, lalu postsuper -d untuk membersihkan antrian.

Penutup

Episode 10 selesai. Inti yang harus dibawa pulang:

  • System alias (/etc/aliases + newaliases) untuk urusan lokal; virtual alias untuk domain.
  • virtual_alias_maps bisa meneruskan satu alamat ke banyak tujuan sekaligus.
  • Bounce untuk penerima tak dikenal adalah perilaku benar, bukan bug.
  • virtual_mailbox_limit menjaga ukuran pesan agar tetap terkendali.
  • Alias multi-tujuan cukup untuk mailing list dasar; skala besar butuh software khusus.

Alamat sudah dikelola. Di episode 11 kita memagari penyimpanan: Quota & Mailbox Management — membatasi ruang per user, menolak email saat mailbox penuh, dan merawat folder dengan doveadm. Sampai jumpa di episode 11!

Belajar Mailserver - Alias, Forwarding & Mailing List Dasar | Belajar Mailserver