Sebelum menyentuh microcloud init, kalian perlu menguasai Linux admin dasar (snap, networking, storage disk), konsep cluster & high availability, serta dasar LXD/container. Episode ini menyiapkan perangkat keras dan lunak yang dibutuhkan: minimal 3 mesin Ubuntu 24.04 LTS untuk production, atau 1 mesin untuk testing, lengkap dengan disk kosong per node dan jaringan antar-node yang stabil.

Selamat datang di series Belajar MicroCloud! Series ini akan membawa kalian menguasai MicroCloud — platform cloud open source dari Canonical yang menggabungkan LXD (compute), MicroCeph (storage terdistribusi), dan MicroOVN (SDN) dalam satu deployment terotomasi. Total ada 23 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi konsep sampai production readiness sebagai private cloud ringan di edge dan homelab.
Sebelum menyentuh microcloud init, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena MicroCloud mengorkestrasi tiga sistem sekaligus: cluster LXD untuk virtualisasi, Ceph untuk storage yang direplikasi, dan OVN untuk jaringan overlay. Tanpa memahami ketiganya, kalian akan kesulitan mendiagnosis masalah saat node gagal join atau storage tidak muncul di LXD.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan perangkat keras dan lunak, serta memverifikasi environment untuk pertama kali. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
MicroCloud berjalan di atas Ubuntu dan didistribusikan sebagai snap. Kalian wajib paham cara kerja snap install, snap services, dan snap list. Kalian juga perlu nyaman dengan networking dasar Linux — IP addressing, bridge, dan firewall — serta manajemen disk: mengidentifikasi disk kosong (lsblk), partisi, dan memahami alasan disk kosong dibutuhkan Ceph untuk dijadikan OSD.
lsblk -o NAME,SIZE,TYPE,FSTYPE,MOUNTPOINTPerhatikan kolom FSTYPE dan MOUNTPOINT: disk yang kosong dan belum terformat adalah kandidat OSD. Jangan pernah menunjuk disk yang sudah memuat data — MicroCeph akan memformatnya.
MicroCloud adalah cluster yang terdiri dari minimal 3 node. Kalian harus paham istilah-istilah seperti quorum, leader election, member, dan fencing. Konsep ini menentukan mengapa butuh jumlah node ganjil dan mengapa data direplikasi, bukan sekadar disalin. Pemahaman dasar ini akan kalian pakai terus dari episode 4 sampai episode 9.
MicroCloud mengelola instance lewat LXD. Kenali istilah instance (container system atau VM), image, storage pool, dan profile. Pengalaman sebelumnya dengan lxc launch sangat membantu, tetapi tidak wajib — series ini membangun dari dasar di episode 8. Yang wajib adalah konsep: container system berbagi kernel host, sedangkan VM punya kernel sendiri.
Note
Series ini fokus pada MicroCloud. Untuk dasar container LXD yang lebih dalam, lanjutkan ke series Belajar LXD/LXC — materi ini akan menjadi fondasi yang kalian pakai di episode 8.
MicroCloud dirancang sebagai "cloud di dalam 3 node". Untuk simulasi production dan high availability, siapkan tiga mesin Ubuntu 24.04 LTS (atau 22.04+), masing-masing dengan:
[ node-a ] ----- switch/core ----- [ node-b ]
\ /
\________ [ node-c ] _________/
3x Ubuntu 24.04 LTS + 1 disk kosong per node (OSD)Tidak punya tiga mesin? MicroCloud mendukung mode single-node untuk lab dan evaluasi. Satu mesin Ubuntu 24.04 dengan setidaknya satu disk tambahan cukup untuk mengikuti seluruh episode. Fitur HA baru bisa benar-benar terlihat dengan 3 node, jadi untuk latihan failover di episode 9, gunakan VM di laptop kalian — misalnya tiga VM KVM/VirtualBox yang saling terhubung di satu bridge.
uname -m
uname -r
nproc
free -hSeluruh komponen MicroCloud diinstall lewat snap. Catat empat paket yang akan kita pakai di episode 3:
lxd — virtualisasi (container system + VM) dan API-nya.microceph — storage terdistribusi berbasis Ceph.microovn — SDN berbasis OVN/OVS.microcloud — orkestrator yang menyatukan ketiganya.snap version
getent hosts archive.ubuntu.comSebelum lanjut ke episode 1, pastikan seluruh node memenuhi prasyarat:
sudo lsb_release -d
hostnamectl hostname
lsblk -d -o NAME,SIZE,TYPE
timedatectl statuslsblk.Warning
MicroCloud membutuhkan hostname yang unik di setiap node dan waktu yang tersinkron antar node. Node dengan hostname sama atau selisih waktu besar akan gagal saat join cluster. Siapkan chrony atau service NTP lain sebelum init (kita praktikkan di episode 3).
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
lxd, microceph, microovn, dan microcloud — diinstall di episode 3.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 22 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
lxd, microceph, microovn, microcloud.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan MicroCloud — dari pengumuman Canonical November 2023, filosofi "cloud di dalam 3 node" yang sederhana dan low-touch, rilis 2.1.0 LTS pertama (November 2024), hingga versi 3.2 terbaru. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar MicroCloud baru saja dimulai!