Belajar MicroCloud - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Membutuhkannya
Episode 1 of 23

Belajar MicroCloud - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Membutuhkannya

Episode ini mengulas sejarah MicroCloud dari pengumuman Canonical November 2023 hingga filosofi "cloud di dalam 3 node" yang sederhana dan low-touch, termasuk rilis LTS pertama 2.1.0 dan versi 3.2 terbaru. Kalian juga memahami mengapa MicroCloud dibutuhkan: satu perintah microcloud init yang otomatis membentuk cluster LXD + Ceph + OVN, HA bawaan, dan pengelolaan lewat snap dengan update transaksional.

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah environment kita siap di episode 0, sekarang waktunya memahami mengapa MicroCloud ada. Setiap teknologi besar lahir karena masalah nyata, dan MicroCloud tidak terkecuali: membangun private cloud kecil yang sederhana selalu berarti menata banyak komponen secara manual — hypervisor, storage terdistribusi, dan jaringan. Di episode 1 kita menelusuri sejarahnya dari pengumuman Canonical pada November 2023, filosofi di baliknya, hingga alasan konkret mengapa cloud ringan berbasis LXD ini dibutuhkan.

Pertanyaan yang akan kita jawab: apa masalah yang coba diselesaikan MicroCloud? Mengapa "3 node" menjadi angka ajaibnya? Dan mengapa memilih snap sebagai mekanisme distribusi? Jawaban-jawaban ini penting karena menentukan kapan kalian harus memilih MicroCloud di production.

Sejarah dan Latar Belakang

Lahir dari Kebutuhan Cloud Edge yang Ringan

MicroCloud diumumkan Canonical pada November 2023. Konteks saat itu: dunia bergerak ke edge computing — cloud yang didekatkan ke sumber data — namun solusi yang ada terlalu berat. OpenStack memberi fitur lengkap tapi butuh banyak node dan controller; Kubernetes hebat untuk container tetapi workload VM dan storage terdistribusi tetap perlu ditata terpisah. MicroCloud menjawab dengan proposisi yang berani: cloud lengkap di dalam 3 node, cukup untuk edge, toko retail, kampus, atau homelab.

Filosofi desainnya sederhana: sederhana, open source, dan low-touch. Alih-alih menulis orkestrator baru yang kompleks, Canonical menyatukan tiga teknologi yang sudah matang — LXD, Ceph (via MicroCeph), dan OVN (via MicroOVN) — lalu mengotomasi setup-nya. Hasilnya adalah platform yang bisa diinstall dan dikonfigurasi oleh satu orang admin dalam hitungan menit, bukan minggu.

Garis Waktu Rilis

  • 2.1.0 LTS (15 November 2024): rilis LTS pertama, menandai MicroCloud siap untuk produksi. Mendukung single-node dan HA dengan 3 node, serta memperkenalkan proactive trust saat join.
  • 3.1 (Maret 2026): integrasi MicroCloud Cluster Manager (eksperimental) dan MicroOVN 26.03 eksperimental — versi ini belum direkomendasikan untuk produksi.
  • 3.2 (24 April 2026): rilis feature release terbaru, kompatibel dengan LXD 6.8.
  • 2.1.3 LTS (24 April 2026): rilis LTS keempat dari track 2.x — pilihan stabil untuk produksi.
Cek versi MicroCloud terpasang
snap list microcloud
microcloud version

Pola "2 versi sekaligus" ini mirip ekosistem Ubuntu itu sendiri: ada track LTS yang dirawat lama untuk production, dan track feature yang membawa inovasi lebih cepat. Kita bandingkan keduanya secara detail di episode 17.

Mengapa Membutuhkan MicroCloud

Satu Perintah: microcloud init

Kekuatan utama MicroCloud adalah otomasi total dari setup. Dengan satu perintah microcloud init di node pertama (dilanjutkan microcloud join di node lain), kalian mendapatkan tiga hal sekaligus yang dulu harus dikonfigurasi manual berjam-jam:

  • LXD cluster — instance container & VM dengan penjadwalan otomatis.
  • Ceph storage — pool block untuk disk instance, dengan replikasi bawaan.
  • OVN network — jaringan overlay yang otomatis tersambung ke semua node.
Dari node kosong ke cloud
3x Ubuntu kosong
      │  microcloud init + microcloud join

┌─────────────┐  ┌─────────────┐  ┌─────────────┐
│ LXD + Ceph  │  │ LXD + Ceph  │  │ LXD + Ceph  │
│ + OVN       │◄►│ + OVN       │◄►│ + OVN       │
└─────────────┘  └─────────────┘  └─────────────┘
         satu cluster, satu cloud

Tanpa MicroCloud, kalian harus membangun LXD cluster lewat lxd cluster add, mengkonfigurasi Ceph pool dan network Ceph manual, lalu menata OVN — setiap langkah rawan kesalahan konfigurasi. MicroCloud menghilangkan pekerjaan itu dan memastikan konfigurasi antar ketiga lapisan selalu konsisten.

HA Bawaan

Karena berjalan di atas LXD cluster dan Ceph, high availability sudah melekat sejak awal. Jika satu node mati, instance yang berjalan di node lain tidak terganggu (datanya direplikasi di Ceph), dan LXD cluster menandai node yang down. Kita uji skenario ini secara langsung di episode 9.

Edge dan Cloud Ringan Tanpa Controller Berat

OpenStack butuh node controller, network node, dan service-service yang banyak. MicroCloud tidak punya controller terpisah — semua node adalah peer yang setara, dan LXD cluster menangani konsistensi dengan quorum. Ini membuatnya pas untuk:

  • Edge: cloud kecil di cabang, toko, atau pabrik dengan 1-2 admin lokal.
  • Homelab: infrastruktur rumah yang ingin HA tanpa kompleksitas OpenStack.
  • Cluster kecil-menengah: 3-50 node dengan workload VM/container.

Berjalan via Snap: Update Transaksional

MicroCloud dan semua komponennya didistribusikan sebagai snap. Ini bukan detail teknis kecil — ia menentukan pengalaman operasional:

  • Update transaksional: snap didownload, dipasang, lalu di-switch atomik; jika gagal, sistem otomatis rollback ke versi sebelumnya.
  • Satu sumber rilis: versi LXD, Ceph, OVN, dan orkestrator dirilis bersama dan teruji sebagai satu kesatuan.
  • Strict confinement: setiap komponen terisolasi, kita bahas keamanannya di episode 13.

Note

MicroCloud bukan produk baru yang menggantikan LXD — ia adalah cara yang lebih mudah untuk menjalankan LXD cluster dengan storage dan networking yang sudah terpasang. Semua CLI yang sudah kalian kenal (lxc, lxc launch) tetap berfungsi seperti biasa.

Posisi di Ekosistem Cloud Ringan

Untuk memposisikan MicroCloud, ingatlah lanskap solusi private cloud:

  • OpenStack: cloud besar, banyak tenant, fleksibilitas penuh — tetapi berat dan kompleks.
  • Kubernetes (K3s/K8s): orkestrasi container-native — kuat, namun bukan penyedia storage/VM terdistribusi secara bawaan.
  • Proxmox VE: hypervisor VM/CT dengan Ceph opsional — bagus, tetapi bukan solusi "cloud" dengan jaringan overlay terotomasi.
  • MicroCloud: private/edge cloud ringan berbasis LXD dengan storage & network HA dalam satu perintah.

Perbandingan menyeluruh kita lakukan di episode 22. Yang penting sekarang: MicroCloud mengisi ruang "cloud kecil yang benar-benar sederhana" yang selama ini kosong di antara hypervisor tunggal dan cloud besar.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • MicroCloud diumumkan Canonical pada November 2023 dengan filosofi sederhana, open source, dan low-touch.
  • Rilis 2.1.0 LTS (Nov 2024) menandai kesiapan produksi; 3.2 (Apr 2026) adalah feature release terbaru.
  • Satu perintah microcloud init membentuk LXD cluster, Ceph storage, dan OVN network sekaligus.
  • HA bawaan dari LXD cluster + replikasi Ceph, tanpa controller terpisah.
  • Distribusi snap memberikan update transaksional dan rollback otomatis.

Di episode 2 selanjutnya kita akan membedah konsep dasar dan arsitektur utama MicroCloud — bagaimana LXD, MicroCeph, dan MicroOVN bekerja sama di bawah orkestrasi snap MicroCloud, komponen-komponen yang terinstall, serta peran CLI microcloud (init, join, status, cluster) dan API LXD. Inilah anatomi yang akan menjelaskan setiap perintah yang kita jalankan di episode-episode berikutnya.

Belajar MicroCloud - Sejarah, Latar Belakang & Mengapa Membutuhkannya | Belajar MicroCloud