Cloud yang cepat tidak lahir dari kebetulan — melainkan dari pilihan hardware dan perhitungan kapasitas. Episode ini membahas tuning: disk NVMe untuk OSD, jaringan 10GbE, dan tuning Ceph (pool size, placement groups), plus perhitungan kapasitas dengan replika 3 dan sizing node untuk cluster 3-50 node.

Episode 17 menegaskan pilihan jalur rilis. Tapi versi tidak menentukan kecepatan — hardware dan konfigurasi yang melakukannya. Di episode 18 kalian belajar dua hal yang sering tertukar: tuning (membuat yang sudah ada seoptimal mungkin) dan capacity planning (menghitung kebutuhan sebelum membeli). Cloud yang cepat dimulai dari lembar perhitungan, bukan dari keberuntungan.
Analogi: membeli mobil sport tidak membuat kalian pemenang balapan. Pilihan ban, bahan bakar, dan jalur — ditambah perhitungan berapa liter yang dibutuhkan untuk 500 km — itulah yang menentukan. MicroCloud kalian adalah mobil sport itu; episode ini adalah pit-stop engineer-nya.
Storage adalah jantung MicroCloud. Semua I/O instance — volume, snapshot, replikasi Ceph — melewati OSD. Rekomendasinya tegas:
lsblk -d -o NAME,ROTA,SIZE,TRAN,MODELBaris dengan ROTA=0 dan TRAN=nvme adalah target OSD yang ideal.
Jaringan underlay menentukan seberapa cepat data replikasi dan trafik instance bergerak antar node:
Important
Aturan praktis: jangan pasang NVMe dan 1GbE. Disk secepat NVMe akan menunggu jaringan yang lambat — investasi disk terbuang. Pairing yang sehat: NVMe + 10GbE, atau SSD + 1GbE/2.5GbE.
Ceph pool punya parameter yang menentukan keseimbangan antara ketersediaan dan kapasitas:
size=2 menghemat ruang tapi hanya tahan 1 kegagalan.2 untuk size=3 — cluster masih menulis walau satu salinan down.Cek konfigurasi pool:
ceph osd pool ls detailPG membagi data menjadi unit yang didistribusikan ke OSD. Jumlah PG yang tepat membuat data tersebar merata tanpa memboroskan resource:
Panduan umum: ±100 PG per OSD adalah titik yang wajar. Rumus praktis per pool:
PG = (jumlah OSD × 100) / jumlah poolMicroCeph biasanya menetapkan default yang masuk akal saat init. Intervensi manual hanya saat skala berubah signifikan (episode 11).
ceph osd pool get rbd pg_num
ceph osd pool get rbd pgp_numTip
Jangan menaikkan PG sembarangan. Menambah pg_num memicu rebalance besar yang membebani cluster. Lakukan saat ada jendela maintenance dan uji di lab dulu. Default MicroCeph untuk skala 3-9 OSD sudah cukup — ukur dulu sebelum mengubah.
Kapasitas usable tidak sama dengan kapasitas mentah. Dengan replikasi 3, tiap byte data disimpan 3 kali:
usable = total raw disk / size
contoh: 3 node × 1TB NVMe = 3TB raw
size=3 → usable = 3TB / 3 = 1TB
size=2 → usable = 3TB / 2 = 1.5TBTambahkan overhead lain:
MicroCloud dirancang untuk 3-50 node — fleksibel dari homelab hingga edge fleet menengah:
Node A ─┐
Node B ─┼─► 3× 2TB NVMe OSD ─► 6TB raw ─► ±2TB usable (size 3)
Node C ─┘Jangan mulai dari hardware, mulai dari workload:
Dari sana tentukan jumlah node, tipe disk, dan link jaringan. Kalkulasi ini menjadi dasar checklist produksi di episode 22.
Inti yang harus dibawa pulang:
size=3, min_size=2, PG ±100/OSD — ukur sebelum mengubah.Di episode 19 selanjutnya kita membahas ekosistem: Ubuntu Pro & LXD — dukungan komersial Ubuntu Pro (LTS eligibility, LXD 5.21/6.x, auto-attach guest) serta integrasi tooling: Ansible inventory dan connection plugin LXD, Terraform provider, dan Packer builder. Kalian akan melihat MicroCloud sebagai bagian dari ekosistem automation yang lebih luas!