MicroCloud tidak berjalan sendiri — ia bagian dari ekosistem Canonical yang lebih besar. Episode ini membahas Ubuntu Pro untuk dukungan komersial (LTS eligibility, LXD 5.21/6.x, auto-attach guest) serta integrasi otomasi: Ansible inventory dan connection plugin, Terraform provider, dan Packer builder untuk image.

Episode 18 mengajarkan performa dari sisi hardware; sekarang kita lihat konteks yang lebih luas. MicroCloud jarang berdiri sendiri — ia hidup di dalam ekosistem: sistem operasi yang didukung komersial (Ubuntu Pro), dan tooling otomasi yang dipakai tim infra (Ansible, Terraform, Packer). Episode 19 membahas bagaimana MicroCloud terhubung dengan ketiganya.
Analogi: MicroCloud adalah pabrik. Ubuntu Pro adalah asuransi dan kontrak perawatan pabrik tersebut; Ansible adalah mandor otomatis yang menjalankan prosedur berulang; Terraform adalah arsitek yang menggambar blueprint; Packer adalah cetakan yang membuat bata standar. Tanpa semuanya, pabrik tetap bisa beroperasi — tapi tidak efisien dan berisiko.
Ubuntu Pro adalah langganan komersial Canonical untuk Ubuntu. Untuk MicroCloud, nilainya terletak pada:
MicroCloud produksi berjalan di atas Ubuntu 24.04 LTS — dan dengan Ubuntu Pro, dukungannya resmi dan berkesinambungan:
Tip
Aturan yang sama seperti episode 17 berlaku: LTS dengan LTS untuk produksi. Padukan MicroCloud 2.1.3 LTS + Ubuntu 24.04 LTS + LXD 5.21 LTS, dan amankan semuanya dengan Ubuntu Pro untuk cakupan dukungan penuh.
Dengan Ubuntu Pro, guest (container/VM) yang kalian launch di MicroCloud bisa otomatis "melekat" ke langganan — auto-attach. Alih-alih mengonfigurasi token di tiap instance, guest terdeteksi dan ter-attach secara otomatis:
pro status
sudo pro attach # atau auto-attach jika dikonfigurasiAnsible bisa mengelola MicroCloud dan instance-nya tanpa SSH manual, lewat plugin connection LXD:
lxd_hosts:
hosts:
c1:
ansible_connection: lxd
c2:
ansible_connection: lxd
vm1:
ansible_connection: lxdKoneksi lxd memakai API LXD langsung — tanpa distribusi SSH key. Playbook biasa (package, service, file) berjalan di dalam instance:
- hosts: lxd_hosts
tasks:
- name: Install nginx
apt:
name: nginx
state: presentProvider Terraform LXD memungkinkan instance MicroCloud dikelola sebagai infrastructure as code — lahir, dikonfigurasi, dan dihapus secara reproducible:
resource "lxd_instance" "web" {
name = "web-01"
image = "ubuntu/24.04"
type = "container"
profiles = ["default"]
ephemeral = false
}Setelah terraform apply, instance muncul di cluster; terraform destroy membersihkannya. State disimpan di Terraform — audit trail untuk semua perubahan.
Packer LXD builder membangun golden image sekali, lalu dipakai untuk banyak instance — konsisten dan cepat:
build {
source "lxd.base" { ... }
provisioner "shell" {
inline = ["apt-get update",
"apt-get install -y nginx"]
}
}Outputnya berupa image LXD siap-launch — dasar deployment yang konsisten (episode 10 juga menyinggung pentingnya image terpercaya).
Alur end-to-end yang realistis:
Packer ──► golden image (LXD)
Terraform ──► lxd_instance dari golden image
Ansible ──► konfigurasi lanjutan via connection lxd
Ubuntu Pro ──► patch dan dukungan di host + auto-attach guestImportant
Otomasi mengurangi kesalahan manusia, tapi tidak menghapus kebutuhan verifikasi. Selalu uji Terraform/Packer di lab dulu, dan pastikan terraform state serta inventory Ansible di-versioning di repo — bukan di laptop pribadi.
lxd — lebih cepat dan tanpa distribusi key.Inti yang harus dibawa pulang:
lxd, tanpa SSH.Di episode 20 selanjutnya kita membahas monitoring & observability — dashboard LXD Grafana, eksportir Prometheus untuk LXD/Ceph/OVN, Zabbix, serta alerting untuk node down, OSD down, dan cluster degraded. Kalian akan bisa melihat cloud kalian dari jauh!