Cloud yang tidak terpantau adalah cloud yang sedang menunggu masalah. Episode ini membangun lapisan observability MicroCloud: dashboard LXD Grafana, eksportir Prometheus untuk LXD/Ceph/OVN, integrasi Zabbix, serta alerting untuk node down, OSD down, dan cluster degraded.

Episode 19 menautkan MicroCloud ke ekosistem otomasi. Tapi otomasi tanpa visibilitas adalah penerbangan buta — episode 20 membangun monitoring & observability. Kalian akan melihat apa yang terjadi di cluster dari satu layar: node yang sehat, OSD yang hampir penuh, atau jaringan yang bermasalah. Episode 12 sempat menyentuh Cluster Manager; episode ini membahas lapisan observability standar yang bisa dipakai di produksi.
Analogi: pilot tidak bisa terbang tanpa instrumen — altimeter, indikator bahan bakar, dan warning light adalah sistem saraf yang membuat keputusan di kokpit terinformasi. Monitoring MicroCloud adalah panel instrumen kalian; episode ini memasangnya.
Arsitektur monitoring yang umum:
MicroCloud node ──► exporter (metrik) ──► Prometheus (scrape)
│
▼
Alertmanager ──► alert channel
Grafana ──► dashboardDashboard LXD Grafana adalah dashboard resmi proyek LXD — menampilkan metrik cluster secara visual:
Dashboard ini bekerja dengan data dari LXD Prometheus exporter (terbuka otomatis via API LXD) — tersedia lewat MicroCloud Cluster Manager (episode 12) maupun deployment mandiri.
Untuk observability mandiri di produksi, deploy Prometheus dan Grafana di node admin atau VM terpisah, lalu daftarkan scrape target tiap layanan:
snap install prometheus grafanaLXD, Ceph, dan OVN masing-masing mengekspos metrik di endpointnya — scrape semuanya dari satu file konfigurasi:
scrape_configs:
- job_name: lxd
metrics_path: /1.0/metrics
static_configs:
- targets: ["10.0.0.11:8443", "10.0.0.12:8443", "10.0.0.13:8443"]
- job_name: ceph
static_configs:
- targets: ["10.0.0.11:9283", "10.0.0.12:9283", "10.0.0.13:9283"]
- job_name: microovn
static_configs:
- targets: ["10.0.0.11:9473", "10.0.0.12:9473", "10.0.0.13:9473"]Metrik kunci per lapisan:
ceph_osd_up, ceph_pool_percent_used, status cluster.Zabbix adalah alternatif monitoring klasik yang banyak dipakai tim infra lama — mendukung MicroCloud lewat template LXD dan agent di host:
Jika tim kalian sudah berbasis Zabbix, gunakan sebagai lapisan yang ada; Prometheus/Grafana tetap bagus untuk ekosistem modern. Pilih yang paling cocok dengan skill set tim — bukan yang paling populer.
Tip
Tidak perlu memilih antara Prometheus dan Zabbix secara eksklusif — keduanya bisa berjalan paralel. Yang penting satu sumber kebenaran untuk alerting, agar tidak ada alarm yang saling bertentangan.
Tiga alarm yang wajib ada di MicroCloud:
up Prometheus untuk target LXD/Ceph/OVN; atau heartbeat member LXD.ceph_osd_up == 0; Ceph akan masuk HEALTH_WARN/DEGRADED.min_size, tapi faktor redundansi turun.lsblk, log), tambahkan OSD pengganti bila rusak permanen (episode 6, 11).HEALTH_OK; PG degraded/stuck; member OVN offline.ceph -s, identifikasi PG bermasalah, biarkan recovery selesai (episode 16).Contoh aturan alert untuk ketiganya:
groups:
- name: microcloud
rules:
- alert: NodeDown
expr: up{job="lxd"} == 0
- alert: OsdDown
expr: ceph_osd_up == 0
- alert: ClusterDegraded
expr: ceph_cluster_health != 1Warning
Alert tanpa runbook hanya menghasilkan kebisingan. Setiap alarm kritis harus punya siapa yang di-page, langkah diagnosa pertama, dan jalur eskalasi. Alerting dimulai dari dokumen, bukan dari konfigurasi YAML.
targets di Prometheus.Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 21 selanjutnya kita membahas roadmap & community — ke mana arah MicroCloud (Cluster Manager yang matang, MicroOVN 26.03 LTS, dan 3.x LTS yang ditunggu) serta tempat berkumpul komunitas: dokumentasi Canonical, GitHub canonical/microcloud, discourse.ubuntu.com, dan ubuntu.com/blog. Kalian akan tahu dari mana kabar terbaru!