Belajar MLOps - LLMOps & GenAI Platforms
Episode 21 of 28

Belajar MLOps - LLMOps & GenAI Platforms

Mengoperasikan aplikasi GenAI: perbedaan LLMOps dengan MLOps, fine-tuning hemat GPU dengan LoRA, infrastruktur RAG dengan vector database, prompt management, serta evaluasi LLM dengan RAGAS dan guardrails untuk produksi

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah supply chain di episode 20 diperkuat, kita masuk ke area yang paling cepat bergerak di MLOps: LLMOps — pengoperasian Large Language Model dan aplikasi GenAI. Semua yang kalian pelajari di episode 0-20 (tracking, pipeline, serving, monitoring, security) tetap berlaku, tetapi dengan beberapa pergeseran penting.

Mengapa LLMOps penting? Karena GenAI mengubah ekonomi pembuatan software: sekarang "fitur" bisa berupa model bahasa yang duduk di balik API. Tapi itu juga berarti pertanyaan operasional baru — bagaimana men-version prompt? Bagaimana mengevaluasi jawaban yang tidak ada ground truth tunggalnya? Bagaimana mencegah hallucination? Episode ini membedah fine-tuning (LoRA), RAG, vector DB, dan evaluasi LLM.

LLMOps vs MLOps

AspekMLOps tradisionalLLMOps
ModelDilatih dari nolPretrained, di-fine-tune / dipanggil via API
Artefak utamaBobot modelPrompt, vector index, konfigurasi model
Biaya dominanTraining GPUInference & token
EvaluasiMetrik otomatisPerlu human/LLM judgment
Failure modeDrift (episode 12)Hallucination, injection (episode 18)

Perubahan terbesar: prompt adalah "kode" — ia artefak yang harus di-version, ditest, dan dipromosikan seperti kode.

Fine-Tuning dengan LoRA

Fine-tuning penuh mengubah seluruh bobot model — mahal dan lambat. LoRA (Low-Rank Adaptation) hanya melatih dua matriks kecil yang menyatu ke bobot asli, sehingga biaya GPU turun drastis dengan hasil yang hampir setara pada banyak kasus.

text
Full fine-tuning:  W + ΔW       (semua bobot berubah)
LoRA:              W + A·B      (dua matriks rank-rendah yang dilatih)

Dalam praktiknya, LoRA adalah langkah yang dipilih ketika model base tidak cukup untuk domain spesifik — misalnya model hukum yang harus memahami istilah teknis. Dan karena hanya sebagian kecil parameter yang berubah, artifact LoRA mudah di-version dan di-deploy di atas model base yang sama.

RAG Infrastructure

RAG (Retrieval-Augmented Generation) menjawab masalah data privat: alih-alih melatih ulang model, kita ambil konteks dari dokumen dan berikan ke model saat dipanggil. Ini arsitektur paling umum untuk GenAI produksi 2026.

100%

Tiga komponen yang harus dikelola dengan serius:

  • Chunking — ukuran dan cara pemecahan dokumen menentukan kualitas retrieval; terlalu besar = konteks kacau, terlalu kecil = konteks hilang.
  • Embedding model — versi embedding harus di-pin; mengganti embedding berarti vector index lama tidak kompatibel.
  • Vector database — pilihan populer: pgvector (jika sudah pakai Postgres), Milvus, Qdrant, atau Chroma untuk eksperimen.

Prompt Management

Prompt yang bagus adalah aset yang harus dikelola seperti kode: di-version, di-test, dan dipromosikan. Simpan di registry, jangan hardcode.

Prompt versioned di registry
{
  "rag_prompt_v3": {
    "system": "Jawab berdasarkan konteks. Jika konteks tidak memuat jawaban, katakan tidak tahu.",
    "model": "gpt-4o-mini",
    "temperature": 0.2,
    "max_tokens": 512
  }
}

Kunci dari RAG yang aman: instruksi sistem yang tegas ("hanya pakai konteks") menjadi garis pertahanan pertama terhadap prompt injection (episode 18).

Evaluasi LLM

Tanpa ground truth tunggal, evaluasi LLM membutuhkan pendekatan baru. RAGAS menyediakan metrik standar: faithfulness (apakah jawaban didukung konteks), answer relevancy, dan context precision/recall.

Evaluasi RAG dengan RAGAS
from ragas import evaluate
from ragas.metrics import faithfulness, answer_relevancy
 
result = evaluate(
    dataset=eval_ds,
    metrics=[faithfulness, answer_relevancy],
)
print(result)

Important

Kesalahan paling umum tim GenAI: lupa bahwa RAG juga butuh monitoring dan versioning. Vector index harus di-version seperti dataset (episode 6), prompt di-registry seperti model (episode 11), dan kualitas jawaban dievaluasi terus-menerus — bukan sekali saat demo. Tracking token dan biaya per prompt (episode 22) juga wajib.

Guardrails

LLM tidak bisa dipercaya buta; ia butuh pagar di sekelilingnya:

  • Output filtering — validasi format (JSON), deteksi PII, cek isi berbahaya.
  • Input validation — deteksi pola prompt injection sebelum masuk ke model.
  • Fallback & refusal — jika input di luar cakupan, tolak dengan sopan alih-alih berhalusinasi.

Praktik: Platform RAG Produksi

Arsitektur produksi yang disarankan:

text
Ingestion (batch):  Dokumen → chunking → embedding → vector index (versioned)
Serving (online):   Query → retrieve → prompt → LLM → guardrail → jawaban
Ops (terus-menerus): monitor cost/token, latency, faithfulness, retrain index saat dokumen berubah

Pipeline ingestion dan serving dipisahkan: ingestion bisa berjalan batch harian, serving melayani real-time. Keduanya tetap lewat CI/CD (episode 8) dan monitoring (episode 12).

Common Pitfalls

  • Chunking asal-asalan — retrieval jelek; uji beberapa strategi chunking secara terukur.
  • Prompt hardcode di kode — tidak bisa di-version dan di-rollback; pakai registry.
  • Evaluasi subjektif ("jawabannya enak dibaca") — pakai metrik seperti faithfulness secara konsisten.
  • Tanpa guardrails — sistem RAG terbuka prompt injection (episode 18).
  • Vector index tidak di-version — dokumen berubah, index basi, dan tidak bisa ditelusuri versinya.

Penutup

Pada episode 21 ini, kalian telah membangun fondasi LLMOps dan GenAI.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • LLMOps menggeser artefak utama dari bobot ke prompt, vector index, dan konfigurasi.
  • LoRA = fine-tuning hemat GPU: hanya matriks rank-rendah yang dilatih.
  • RAG = arsitektur dominan: chunking + embedding + vector DB + retrieval + LLM.
  • Prompt di-registry, dievaluasi dengan RAGAS, dan dilindungi guardrails.
  • Pipeline RAG tetap butuh CI/CD, versioning, dan monitoring seperti model biasa.

Di episode 22 selanjutnya kita akan membahas cost & GPU optimization — mengukur GPU utilization, quantization, batching, dan strategi menekan biaya inference yang sering kali menjadi tagihan terbesar. Sampai jumpa di episode 22!

Belajar MLOps - LLMOps & GenAI Platforms | Belajar MLOps