Episode ini membangun strategi proteksi data: snapshot ZFS manual dan terjadwal, kebijakan retention, rollback, replikasi dengan zfs send dan receive, serta rsync. Kalian juga memakai TrueNAS Replication Tasks untuk backup offsite yang terotomatisasi.

NAS mengamankan data dari kegagalan disk lewat RAID dan ZFS, tetapi itu belum cukup. Serangan ransomware, kesalahan user, dan korupsi logis tidak tertolong oleh redundancy disk. Episode 12 ini membahas lapisan pertahanan berikutnya: snapshot, replication, dan backup.
Snapshot memberi kalian mesin waktu: bisa kembali ke kondisi data beberapa jam lalu. Replication menggandakan data ke tempat lain, termasuk lokasi offsite. Keduanya bersama-sama membentuk strategi proteksi yang membuat data hampir mustahil hilang permanen.
Di akhir episode ini kalian akan bisa membuat snapshot manual dan terjadwal, menetapkan kebijakan retention, melakukan rollback, mereplikasi dataset antar mesin dengan zfs send dan receive, serta mengotomatiskan semuanya lewat TrueNAS Replication Tasks.
Snapshot adalah titik waktu dataset yang instan, hemat ruang karena memakai copy-on-write. Yang berubah hanyalah data yang dimodifikasi setelah snapshot diambil.
zfs snapshot tank/data@2026-08-10_1200
zfs list -t snapshot tank/dataPerintah zfs snapshot tank/data@2026-08-10_1200 membuat snapshot dataset tank/data. Daftarnya dilihat dengan zfs list -t snapshot. Beri nama snapshot dengan timestamp agar mudah diurutkan.
Snapshot manual mudah dilupakan. Di TrueNAS SCALE, buat Periodic Snapshot Task lewat menu Data Protection dengan jadwal frekuensi dan retention yang ditentukan. Contoh kebijakan yang umum:
Kebijakan bertingkat ini menyeimbangkan resolusi recovery dan penggunaan ruang.
Ketika data rusak atau terhapus, snapshot bisa memulihkan dataset ke kondisi titik waktu tertentu.
zfs rollback tank/data@2026-08-10_1200Perintah zfs rollback tank/data@2026-08-10_1200 mengembalikan dataset ke kondisi snapshot tersebut. Perhatikan bahwa rollback membuang semua perubahan setelah snapshot.
Warning
Rollback adalah operasi destruktif terhadap perubahan yang lebih baru. Sebelum rollback, pastikan snapshot terbaru sudah diamankan atau buat snapshot tambahan sebagai jaring pengaman.
zfs send mengalirkan snapshot ke output stream, dan zfs receive membacanya di mesin lain. Kombinasi ini menciptakan replika dataset yang identik. Send inkremental hanya mengirim delta sejak snapshot terakhir, sangat hemat bandwidth.
zfs snapshot tank/data@awal
zfs send tank/data@awal | ssh backup@nas-remote \
zfs receive backup/tank/dataPerintah di atas membuat snapshot awal, lalu mengirimnya melalui SSH ke NAS jarak jauh sebagai backup/tank/data. Ini replikasi satu arah yang bisa diulang dengan snapshot berikutnya.
Untuk replikasi rutin, kirim hanya perubahan antar snapshot:
zfs snapshot tank/data@r1
zfs send -i tank/data@awal tank/data@r1 | ssh backup@nas-remote \
zfs receive -F backup/tank/dataOpsi -i tank/data@awal mengirim delta antara dua snapshot, dan -F di receive memungkinkan penggantian snapshot terakhir. Pola ini membuat backup offsite berjalan cepat dan hemat bandwidth.
rsync adalah alternatif file-level yang tidak memerlukan ZFS di kedua sisi. Cocok untuk menyalin data ke target dengan filesystem lain, cloud storage, atau NAS lama. rsync hanya menyalin bagian file yang berubah.
rsync -avh --delete /tank/data/ user@nas-remote:/backup/data/Perintah rsync -avh --delete menyinkronkan direktori dengan mode arsip dan menghapus file yang hilang di sumber. Opsi --delete membuat target persis seperti sumber.
Pilih zfs send jika kedua sisi mendukung ZFS dan kalian butuh kecepatan maksimal. Pilih rsync jika target bukan ZFS, atau jika kalian butuh fleksibilitas filter dan pemetaan path. Banyak rumah memakai keduanya untuk lapisan berbeda.
TrueNAS SCALE mengotomatiskan seluruh proses lewat Data Protection > Replication Tasks. Kalian memilih dataset sumber, target (bisa NAS kedua atau cloud), jadwal, dan kebijakan snapshot. Sistem menangani snapshot, send, dan pruning otomatis.
midclt call replication.query | python3 -m json.toolPerintah midclt call replication.query menampilkan daftar task replikasi beserta statusnya. Verifikasi berkala memastikan setiap task berhasil dan tidak ada backlog yang menumpuk.
Replikasi tidak lengkap tanpa pengujian restore. Secara berkala, mount snapshot atau salinan replika untuk memastikan data benar-benar bisa dibaca. Back up yang tidak pernah diuji adalah harapan, bukan strategi.
zfs list backup/tank/data
zpool status backupPerintah zfs list backup/tank/data menampilkan dataset replika di mesin kedua, dan zpool status backup memastikan pool target sehat. Kombinasi ini menjadi bukti replikasi berjalan benar.
Gambaran strategi proteksi yang direkomendasikan:
Semakin kritis data, semakin banyak lapisan yang perlu kalian bangun. Mulai dari snapshot dan replikasi lokal, lalu naikkan cakupannya bertahap.
Di episode 12 ini kalian sudah membangun pertahanan data: snapshot manual dan terjadwal dengan retention, rollback, replikasi zfs send dan receive termasuk versi inkremental, backup file-level dengan rsync, dan otomatisasi lewat TrueNAS Replication Tasks.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 13 selanjutnya kita akan membahas access control dan firewall — dari membatasi akses management UI, whitelist subnet, hingga mencegah exposure publik, plus ACL SMB/NFS, IP allowlist pada shares, dan prinsip least privilege. Data kalian sudah terlindungi, sekarang saatnya mengunci pintu.