Belajar NAS (Network Attached Storage) untuk SysAdmin, DevOps Engineer, homelab enthusiast, dan Storage Engineer dari dasar hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa membutuhkan NAS, konsep dasar & arsitektur utama, perencanaan hardware & storage, instalasi & konfigurasi awal, filesystem ZFS vs ext4/btrfs, pools datasets & shares, user groups & permissions, networking & akses dasar, SMB/CIFS sharing deep dive, NFS sharing, iSCSI & block storage, snapshot replication & backup, access control & firewall, encryption & secure transport, vulnerability & patch management, monitoring & health checks, advanced ZFS (tiering, sVDEV, tuning), applications & containerization, virtualization di NAS, high availability & scale-out, fitur modern & roadmap, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Sebelum menyentuh NAS, kalian perlu menguasai Linux CLI, manajemen disk dan filesystem, serta konsep dasar jaringan. Di episode ini kalian menyiapkan VM lab dengan dua disk, menginstall TrueNAS SCALE atau OpenMediaVault, dan memverifikasi environment pertama.

Di episode ini kalian mempelajari evolusi penyimpanan dari DAS menuju NAS, lahirnya dedicated appliance seperti NetApp dan Synology, hingga open-source NAS seperti TrueNAS SCALE dan OpenMediaVault. Kalian juga memahami masalah utama yang diselesaikan NAS: sentralisasi data, redundancy, akses multiuser, dan backup terpusat.

Episode ini membedah model NAS: dedicated appliance versus software NAS di atas hardware umum, serta platform unggulan TrueNAS SCALE dan OpenMediaVault. Kalian juga mempelajari arsitektur tiga lapis NAS dari storage engine, sharing layer, hingga management UI, beserta integrasinya dengan hardware seperti disk, HBA, dan NIC.

Episode ini membimbing kalian merencanakan hardware NAS: CPU, RAM ECC untuk ZFS, HBA passthrough, NIC 10GbE, hingga cache SSD seperti SLOG dan L2ARC. Kalian juga belajar menyusun layout disk yang menyeimbangkan kapasitas, port bay, budget, dan reliability sesuai kebutuhan produksi.

Episode ini memandu instalasi TrueNAS SCALE dari ISO, boot environment, dan setup storage pool serta network pertama. Kalian juga belajar instalasi OpenMediaVault berbasis Debian, konfigurasi awal lewat Workbench, dan sistem plugin-nya, termasuk perbandingan Web UI kedua platform.

Episode ini membandingkan filesystem utama untuk NAS: ZFS dengan RAIDZ, mirror, copy-on-write, snapshot, checksum, dan scrubbing, serta alternatif ext4 dengan mdadm dan btrfs. Kalian mempelajari konsep dataset dan zvol, lalu kapan harus memilih masing-masing filesystem sesuai kebutuhan storage.

Episode ini membangun storage di atas pool ZFS: konsep vdev dan topologi pool, dataset dengan properti compression, quota, dan recordsize, hingga zvol untuk block storage. Kalian juga membuat shared folder untuk SMB dan NFS dengan permission serta struktur folder yang benar.

Episode ini membahas manajemen identitas di NAS: user dan group lokal, integrasi LDAP dan Active Directory, permission POSIX, hingga ACL NFSv4 dan SMB. Kalian juga belajar menerapkan quota dataset dan quota per user beserta monitoring penggunaan storage.

Episode ini membahas jaringan NAS dari dasar: IP statis, bonding/LAG untuk agregasi link, VLAN dan jumbo frames, hingga tuning 10GbE. Kalian juga belajar mount SMB di Windows, macOS, dan Linux, mount NFS, serta troubleshooting koneksi dari client.

Episode ini membedah SMB/CIFS secara mendalam: konfigurasi smb.conf, pengaturan server min dan max protocol, browsing share, dan printer shares. Kalian juga belajar tuning oplocks dan async, serta integrasi dengan Windows melalui permission dan DFS.
