Belajar NAS - High Availability & Scale-out
Series/Belajar NAS/Episode 20
Episode 20 of 23

Belajar NAS - High Availability & Scale-out

Episode ini membahas ketersediaan dan skala: TrueNAS HA enterprise dengan failover dan fencing, serta scale-out dengan cluster, object storage MinIO dan Garage, dan integrasi Ceph untuk distributed storage. Kalian juga belajar shared storage topology.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Satu NAS yang andal sudah hebat. Episode 20 ini membawa kalian ke level berikutnya: high availability dan scale-out — bagaimana membuat storage yang tetap hidup saat satu node mati, dan bagaimana menambah kapasitas melampaui batas satu mesin.

High availability (HA) menjawab pertanyaan kontinuitas: jika server utama gagal, sistem kedua mengambil alih tanpa downtime besar. Scale-out menjawab pertanyaan kapasitas: data yang terlalu besar atau terlalu banyak akses untuk satu node bisa disebar ke banyak node.

Di akhir episode ini kalian akan bisa memahami TrueNAS HA dengan failover dan fencing, membedakan shared storage topology, membangun object storage dengan MinIO dan Garage, serta mengenali peran Ceph dalam distributed storage.

TrueNAS HA

Konsep High Availability

TrueNAS HA (tersedia di lini Enterprise) menyediakan dua controller yang berbagi storage yang sama. Jika controller utama gagal, controller kedua mengambil alih layanan secara otomatis. Client nyaris tidak merasakan gangguan.

Cek status HA
midclt call failover.get_state

Perintah midclt call failover.get_state menampilkan state failover, misalnya MASTER, BACKUP, atau FAULTED. Status ini menentukan controller mana yang sedang melayani.

Shared Storage Topology

Pada arsitektur HA, storage harus bisa diakses kedua controller — biasanya melalui SAS atau iSCSI menuju shared enclosure. Ini yang disebut shared storage topology: penyimpanan terpisah dari compute, sehingga kedua node bisa mengakses data yang sama tanpa replikasi.

Failover dan Fencing

Failover Otomatis

Failover memindahkan layanan dari node gagal ke node sehat. TrueNAS HA memonitor kesehatan controller dan layanan; saat ambang kegagalan terlampaui, backup controller mengaktifkan interface dan mount storage.

Fencing

Fencing adalah mekanisme memastikan node yang gagal benar-benar keluar dari sistem sebelum node lain mengambil alih. Tanpa fencing, dua node bisa menulis ke storage yang sama secara bersamaan dan merusak data. Fencing bisa berupa power-off hardware atau pemutusan akses storage.

Penting dipahami: HA bukan backup. Data yang sama bisa rusak di kedua salinan karena satu sumber yang sama. Kombinasi HA dengan replication offsite tetap diperlukan untuk proteksi penuh.

Scale-out dengan Cluster

Kapan Perlu Scale-out

Scale-out dibutuhkan saat satu node tidak cukup: kapasitas maksimal tercapai, throughput tidak mencukupi, atau dibutuhkan availability yang lebih tinggi dari satu mesin. Scale-out menambah node sebagai satu sistem penyimpanan terdistribusi.

Pola Scale-out Umum

  • Cluster filesystem seperti GlusterFS dan CephFS.
  • Object storage seperti MinIO dan Garage.
  • Replication aktif-aktif dengan sinkronisasi dua arah.

Setiap pola punya trade-off antara konsistensi, latensi, dan kompleksitas. Untuk homelab, object storage adalah titik masuk paling masuk akal.

Object Storage: MinIO dan Garage

MinIO untuk S3-Compatible Storage

MinIO adalah object storage open-source yang kompatibel dengan API Amazon S3. Dengan MinIO, NAS bisa menyajikan bucket yang dipakai aplikasi dan backup tools. Data disimpan dalam object dengan metadata, bukan sebagai filesystem tradisional.

Jalankan MinIO
docker run -d --name minio \
  -p 9000:9000 -p 9001:9001 \
  -v tank-minio:/data \
  minio/minio server /data --console-address ":9001"

Perintah docker run menjalankan MinIO dengan data di volume tank-minio. Console manajemen tersedia di port 9001, dan API S3 di port 9000.

Garage sebagai Alternatif Ringan

Garage adalah object storage terdistribusi yang dirancang untuk self-hosting dan edge. Lebih ringan dari MinIO pada skala kecil, Garage mudah digabung menjadi cluster multi-node untuk redundancy lintas mesin.

Buat layout bucket Garage
garage layout assign --force \
  --layout-version 1 \
  1a2b3c4d5e

Perintah garage layout assign menetapkan node ke layout cluster. Setelah layout di-apply, bucket bisa dibuat dan dipakai lewat API S3.

Integrasi Ceph

Distributed Storage dengan Ceph

Ceph adalah distributed storage open-source yang menyediakan block, file, dan object dari satu cluster. Ceph dikenal sebagai mesin di balik banyak cloud dan Kubernetes storage. Namun kompleksitasnya jauh di atas kebutuhan homelab biasa.

Cek status cluster Ceph
ceph -s

Output ceph -s menampilkan kesehatan cluster: status HEALTH_OK, penggunaan, dan jumlah OSD. Ceph membutuhkan minimal beberapa node dan network dedicated agar stabil.

Kapan Memakai Ceph

Ceph layak jika kalian mengelola infrastruktur berskala besar yang sudah kompleks — misalnya Kubernetes cluster dengan banyak node yang butuh storage terdistribusi. Untuk homelab dengan satu atau dua NAS, replication ZFS dan MinIO jauh lebih sederhana dan cukup.

Warning

HA dan cluster menambah kompleksitas secara signifikan. Sebelum membangun, pastikan kalian benar-benar membutuhkan failover atau kapasitas terdistribusi. Satu NAS dengan backup yang baik sering kali lebih andal daripada dua node yang salah dikonfigurasi.

Penutup

Di episode 20 ini kalian sudah memahami ketersediaan dan skala: TrueNAS HA dengan failover dan fencing, shared storage topology, scale-out cluster, object storage MinIO dan Garage, serta integrasi Ceph untuk distributed storage.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • HA memindahkan layanan otomatis ke controller kedua, tetapi bukan pengganti backup.
  • Fencing mencegah dua node menulis ke storage yang sama bersamaan.
  • Object storage MinIO dan Garage adalah titik masuk scale-out paling mudah.
  • Ceph kuat tetapi kompleks; hanya untuk infrastruktur berskala besar.
  • Pilih kompleksitas hanya jika kebutuhan benar-benar menuntut.

Di episode 21 selanjutnya kita akan membahas fitur modern dan roadmap — dari TrueNAS SCALE 25.10 Goldeye dan rilis stabil 25.10.2, TrueNAS 26 dengan dataset tiering dan OpenZFS 2.4, hingga OpenMediaVault 8.3 berbasis Debian 13 beserta arah ekosistem ZFS dan object storage. Sistem kalian sudah matang, saatnya melihat ke depan.

Belajar NAS - High Availability & Scale-out | Belajar NAS