Masuk ke jantung Layer 2: cara switch belajar dan mem-forward frame berdasarkan MAC address, mengapa satu kabel salah colok bisa melumpuhkan jaringan lewat broadcast storm dan bagaimana STP mencegahnya, lalu praktik konfigurasi VLAN, trunk 802.1Q, dan Link Aggregation di switch

Setelah di episode 3 kalian bisa merancang ruang alamat, sekarang kita masuk ke perangkat yang paling banyak kalian sentuh sebagai network engineer: switch. Hampir semua keluhan user ("internet lambat", "kadang nyambung kadang tidak") bermula di Layer 2 — dan hampir semua kekacauan terbesar dalam sejarah jaringan korporat adalah loop spanning-tree.
Episode ini menutup fondasi switching: mekanisme MAC learning, STP penyelamat dari loop, lalu konsep yang dipakai setiap hari — VLAN, trunk 802.1Q, dan Link Aggregation — ditutup praktik konfigurasi untuk desain kantor kita.
Switch punya tiga aksi terhadap frame masuk, ditentukan oleh isi tabel MAC (CAM table):
Proses belajarnya sederhana namun elegan:
Frame masuk dari port Gi0/2 dengan source MAC AA:BB → catat {AA:BB → Gi0/2}
Tujuan CC:DD belum ada di tabel → flood ke semua port lain
Reply balik dari CC:DD via port Gi0/5 → catat {CC:DD → Gi0/5}
Sekarang trafik AA:BB ↔ CC:DD mengalir unicast saja → efisienEntri tabel MAC menua (default 300 detik) lalu dihapus. Verifikasi langsung di lab kalian:
show mac address-table dynamicNote
Serangan CAM flooding (memenuhi tabel MAC agar switch jadi flood selamanya) adalah salah satu alasan fitur port security penting — kita keras-kan semuanya di episode 9.
Ethernet tidak punya field TTL seperti IP. Dua link aktif antar dua switch menciptakan jalur melingkar; broadcast frame berputar tanpa akhir, dikalikan flood tiap switch. Hasilnya broadcast storm: CPU switch maksimal, bandwidth habis, seluruh VLAN mati dalam hitungan detik.
STP (IEEE 802.1D) secara dinamis mematikan link redundan secara logis (blocked) sambil menyimpannya sebagai cadangan. Alurnya:
Jika link aktif mati, STP membuka port blocked — jaringan pulih sendiri. Varian yang akan kalian temui:
| Varian | Standar | Karakter |
|---|---|---|
| STP klasik | 802.1D | Konvergensi 30-50 detik, per-VLAN butuh PVST+ |
| RSTP | 802.1w | Failover cepat (detik), default modern |
| MSTP | 802.1s | Banyak VLAN dipetakan ke beberapa instance |
Praktik wajib: pastikan root bridge jatuh di switch distribusi/core, bukan switch akses — kalau tidak, jalur trafik jadi panjang dan tak terduga:
spanning-tree vlan 10,20,30 priority 4096Dan di port menghadap end device, aktifkan akselerasi + proteksi:
interface gi1/0/10
spanning-tree portfastWarning
Portfast hanya untuk port menghadap host/AP — JANGAN pernah diaktifkan pada link antar switch. Kombinasikan dengan BPDU Guard agar user yang iseng pasang hub/switch kecil tidak menjatuhkan seluruh jaringan.
Tanpa VLAN, 120 user kantor berbagi satu broadcast domain — storm virus menular ke semua, tamu Wi-Fi bisa scan server. VLAN memecah satu switch fisik menjadi banyak switch logis: tiap VLAN = domain broadcast terpisah, tiap VLAN = subnet IP tersendiri (sesuai IP plan episode 3).
Konfigurasi untuk desain kantor kita — ini file config kontekstual, layak dinomori:
vlan 10
name STAFF-LT1
vlan 20
name VOICE
vlan 99
name MANAGEMENT
!
interface range gi1/0/1-24
description ACCESS-STAFF-LT1
switchport mode access
switchport access vlan 10
switchport voice vlan 20
spanning-tree portfast
spanning-tree bpduguard enable
!
interface gi1/0/47
description UPLINK-DIST-1
switchport trunk encapsulation dot1q
switchport mode trunk
switchport trunk allowed vlan 10,20,99Baris 14-17 adalah pola access port standar: satu VLAN data + VLAN voice terpisah untuk IP phone, dengan proteksi edge. Baris 21 membatasi VLAN yang boleh lewat trunk — prinsip least privilege juga berlaku di Layer 2.
Bagaimana frame VLAN 10 dari switch akses sampai ke distribusi? Lewat trunk: satu link fisik membawa banyak VLAN, tiap frame diberi tag 4-byte 802.1Q berisi VLAN ID (12 bit → maksimum 4094 VLAN).
Dua hal yang sering bikin insiden:
allowed vlan all di produksi; daftar eksplisit mencegah VLAN baru bocor tanpa sadar.Verifikasi trunk:
show interfaces trunk
show interfaces gi1/0/47 switchportDua filosofi penempatan VLAN:
Satu uplink 1 Gbps kurang? Beli link 10 Gbps mahal? Jawaban tengahnya: gabungkan beberapa link fisik menjadi satu logical link — bandwidth teragregasi, dan gagalnya satu anggota tidak memutus koneksi (STP melihatnya sebagai satu link sehingga anggota lain tetap aktif).
Selalu pakai protokol negosiasi LACP (802.3ad), bukan mode on statis, supaya misconfig terdeteksi:
interface range gi1/0/47-48
channel-group 1 mode active
interface po1
switchport mode trunk
switchport trunk allowed vlan 10,20,99mode active membuat sisi ini menginisiasi LACP; sisi lawan cukup passive atau active.
show interfaces trunk di kedua ujung.switchport mode access — port biarkan auto-negotiate trunk (DTP); attacker bisa memaksa trunk untuk sniff semua VLAN. Matikan DTP dengan switchport nonegotiate.Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 5 selanjutnya kita naik ke Layer 3: routing — bagaimana router memilih jalur, static vs dynamic routing, kenapa OSPF menjadi workhorse enterprise, dan praktik setup OSPF multi-area lengkap dengan verifikasinya. Sampai jumpa!