Belajar Network Engineer - Routing & Routing Protocols
Episode 5 of 28

Belajar Network Engineer - Routing & Routing Protocols

Membongkar cara router mengambil keputusan: struktur tabel routing dan longest prefix match, administrative distance versus metric, static routing sampai protokol dinamis OSPF dan BGP, lalu praktik membangun OSPF multi-area lengkap dengan verifikasi neighbor dan tabel rutenya

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 4 kalian menguasai dunia frame dan VLAN, sekarang kita naik satu lapis ke routing — proses yang membuat paket bisa menyeberang antar subnet, antar site, bahkan antar benua. Mengapa topik ini jantung profesi kalian? Karena hampir semua insiden "internet mati" atau "cabang tidak bisa akses server pusat" berujung di pertanyaan yang sama: apakah jalurnya ada di tabel routing?

Episode ini membahas mekanisme keputusan router, static vs dynamic routing, perbandingan protokol utama (fokus OSPF), dan praktik setup OSPF multi-area.

Anatomi Keputusan Routing

Ketika paket tiba, router menjawab satu pertanyaan: ke interface next-hop mana paket ini diteruskan? Jawabannya dicari di tabel routing:

Melihat tabel routing
show ip route          # Cisco IOS
ip route               # Linux

Tiap entri punya komponen penting:

text
O   10.20.0.0/16 [110/30] via 192.168.12.2, 00:14:22, Gi0/1
│        │        │   │         │               │        └─ outgoing interface
│        │        │   │         │               └─ umur entri
│        │        │   │         └─ next-hop address
│        │        │   └─ [AD/metric]
│        │        └─ prefix & panjangnya
└─ sumber route (O = OSPF)

Longest Prefix Match

Jika beberapa route cocok dengan tujuan yang sama, prefix paling panjang (paling spesifik) menang, apa pun protokolnya. Tabel punya /24 dan /16 menuju tujuan yang sama? Paket mengikuti /24. Prinsip ini yang dipakai untuk menembus VPN tertentu atau membuat rute manajemen lebih spesifik.

Administrative Distance vs Metric

Dua angka dalam kurung siku sering dikacaukan:

  • Administrative Distance (AD): tingkat kepercayaan pada sumber route. Dipakai saat dua protokol berbeda menawarkan tujuan sama. Nilai default Cisco: connected 0, static 1, eBGP 20, OSPF 110, RIP 120 — semakin kecil semakin dipercaya.
  • Metric: biaya di dalam satu protokol. OSPF memakai akumulasi cost bandwidth; BGP memakai rangkaian path attributes (dibahas episode 21).

Urutan keputusannya: longest prefix match dulu → jika seri, bandingkan AD → baru bandingkan metric.

Static Routing

Route statis Anda tulis sendiri — deterministik, tanpa overhead protokol, tapi tidak adaptif terhadap gangguan:

Static dan default route
ip route 10.40.0.0/16 192.168.12.2      # route spesifik
ip route 0.0.0.0/0 203.0.113.1          # default gateway
ip route 10.40.0.0/16 192.168.13.3 254  # floating static (backup)

Pola ketiga adalah trik klasik: floating static memakai AD tinggi sehingga hanya aktif ketika route utama hilang. Kapan statis masuk akal? Jaringan stub (satu pintu keluar), lab, atau destinasi tetap seperti tunnel IPsec. Begitu jumlah router lebih dari dua-tiga dan ada redundansi, protokol dinamis mengambil alih.

Dynamic Routing Protocols: Peta Besar

ProtokolTipeScopeMetricCatatan
RIPv2distance-vectorIGPhop countLegacy, konvergensi lambat
EIGRPadvanced DVIGPcompositeCepat, kuat di ekosistem Cisco murni
OSPFlink-stateIGPcostStandar de facto enterprise, multi-vendor
IS-ISlink-stateIGPcostFavorit ISP/data center besar
BGPpath-vectorEGPattributesProtokol internet itu sendiri

Dua kategori besar yang wajib melekat:

  • IGP (Interior Gateway Protocol): routing di dalam satu organisasi — OSPF/EIGRP/IS-IS.
  • EGP (Exterior): antar organisasi — praktis hanya BGP.

OSPF dan BGP akan mendominasi karir kalian; OSPF sekarang, BGP mendalam di episode 21.

OSPF: Workhorse Enterprise

OSPF (Open Shortest Path First) adalah protokol link-state: tiap router membangun peta topologi lengkap (LSDB) dari pertukaran LSA, lalu menghitung jalur termurah dengan algoritma SPF Dijkstra.

Konsep Kunci

  • Router ID: identitas unik 32-bit per router dalam domain OSPF.
  • Area: pembagian domain untuk menahan ukuran LSDB dan cakupan perubahan. Area 0 (backbone) wajib ada; area lain harus tersambung langsung ke area 0.
  • ABR (area border router): router yang berada di batas dua area, merangkum rute antar area.
  • Neighbor states: proses persahabatan berjalan Down → Init → 2-Way → ExStart → Exchange → Loading → Full. Neighbor yang macet di EXSTART/EXCHANGE hampir selalu berarti mismatch MTU.

Jenis Network dan Pemilihan DR

Di segmen broadcast (Ethernet), OSPF memilih DR (Designated Router) dan BDR untuk memangkas jumlah adjacency — semua router bertetangga dengan DR saja. Prioritas default 1; set priority 0 untuk router yang tak boleh jadi DR.

Praktik: Setup OSPF Multi-Area

Terapkan pada desain kantor kita yang berkembang: distribusi menjadi ABR, switch core area 0, area 1 untuk VLAN user.

Konfigurasi di ABR (switch distribusi):

abr-distribusi.cfg
router ospf 1
 router-id 10.255.255.1
!
! Area 0: backbone menghubungkan distribusi-core
network 10.0.0.0 0.0.0.255 area 0
!
! Area 1: VLAN staff & voice
network 192.168.0.0 0.0.0.127 area 1
network 192.168.0.128 0.0.0.127 area 1
network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 1
!
! Jangan kirim hello ke port access - efisiensi & keamanan
passive-interface default
no passive-interface vlan99
!
! Ringkas rute yang diadvertise keluar area 1
area 1 range 192.168.0.0 255.255.255.0

Perhatikan pola profesionalnya: wildcard mask eksplisit, passive-interface default agar interface access tidak ikut membentuk adjacency, dan area range untuk agregasi.

Verifikasi bertingkat:

Verifikasi OSPF
show ip ospf neighbor           # status adjacency - target: FULL
show ip ospf interface brief    # siapa DR/BDR per segmen
show ip route ospf              # rute hasil OSPF di tabel routing
show ip ospf database           # isi LSDB

Target kalian: tiap neighbor mencapai state FULL, dan router lain melihat prefix antar-area sebagai rute O IA (inter-area).

Tip

Latihan lab yang membekas: matikan satu uplink lalu amati berapa cepat rute konvergen (debug ip ospf events atau pantau show ip route). Sensasi melihat jaringan pulih otomatis inilah alasan dynamic routing ada.

Route Redistribution

Dunia nyata jarang satu protokol: legacy EIGRP di satu cabang, BGP dari ISP, statis untuk tunnel. Redistribution menyuntikkan rute antar protokol — dan sekaligus membuka kotak Pandora:

  • Rute yang direistribusi kehilangan metrik aslinya → wajib set seed metric yang masuk akal.
  • Redundansi ganda (redistribute bolak-balik di dua titik) bisa menciptakan loop routing.
  • Filter dengan route-map/prefix-list selalu disertakan — redistribute telanjang adalah bom waktu.

Aturan pragmatis: minimalkan titik redistribusi, dokumentasikan arahnya, uji dengan traceroute dari berbagai titik setelahnya.

Common Pitfalls

  • Area non-backbone tidak tersambung ke area 0 — rute antar area tidak akan muncul; desain area digambar dulu, bukan improvisasi saat konfigurasi.
  • MTU mismatch antar router — adjacency macet di EXSTART; cek MTU kedua sisi sebelum menyalahkan OSPF.
  • Lupa passive-interface — adjacency terbentuk lewat port access ke laptop user; berisiko dan boros CPU.
  • Menyalahkan protokol padahal fisik — sebelum debug OSPF berjam-jam, pastikan ping antara alamat interface langsung berhasil.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Keputusan routing: longest prefix match → administrative distance → metric.
  • Statis cocok untuk stub/lab; dinamis untuk jaringan redundan — OSPF adalah IGP standar enterprise, BGP raja antar-organisasi.
  • OSPF membangun peta topologi via LSA; area menahan skala, area 0 backbone wajib, dan FULL adalah kata sakti di show ip ospf neighbor.
  • Redistribution itu alat berbahaya: seed metric + filter + dokumentasi, atau jangan sama sekali.

Di episode 6 selanjutnya kita keluar dari gedung: WAN dan SD-WAN — bagaimana kantor cabang tersambung ke pusat lewat MPLS, kenapa SD-WAN mengguncang model klasik, dan praktik merancang konektivitas multi-cabang dengan transport campuran. Sampai jumpa!

Belajar Network Engineer - Routing & Routing Protocols | Belajar Network Engineer