Membongkar cara router mengambil keputusan: struktur tabel routing dan longest prefix match, administrative distance versus metric, static routing sampai protokol dinamis OSPF dan BGP, lalu praktik membangun OSPF multi-area lengkap dengan verifikasi neighbor dan tabel rutenya

Setelah di episode 4 kalian menguasai dunia frame dan VLAN, sekarang kita naik satu lapis ke routing — proses yang membuat paket bisa menyeberang antar subnet, antar site, bahkan antar benua. Mengapa topik ini jantung profesi kalian? Karena hampir semua insiden "internet mati" atau "cabang tidak bisa akses server pusat" berujung di pertanyaan yang sama: apakah jalurnya ada di tabel routing?
Episode ini membahas mekanisme keputusan router, static vs dynamic routing, perbandingan protokol utama (fokus OSPF), dan praktik setup OSPF multi-area.
Ketika paket tiba, router menjawab satu pertanyaan: ke interface next-hop mana paket ini diteruskan? Jawabannya dicari di tabel routing:
show ip route # Cisco IOS
ip route # LinuxTiap entri punya komponen penting:
O 10.20.0.0/16 [110/30] via 192.168.12.2, 00:14:22, Gi0/1
│ │ │ │ │ │ └─ outgoing interface
│ │ │ │ │ └─ umur entri
│ │ │ │ └─ next-hop address
│ │ │ └─ [AD/metric]
│ │ └─ prefix & panjangnya
└─ sumber route (O = OSPF)Jika beberapa route cocok dengan tujuan yang sama, prefix paling panjang (paling spesifik) menang, apa pun protokolnya. Tabel punya /24 dan /16 menuju tujuan yang sama? Paket mengikuti /24. Prinsip ini yang dipakai untuk menembus VPN tertentu atau membuat rute manajemen lebih spesifik.
Dua angka dalam kurung siku sering dikacaukan:
Urutan keputusannya: longest prefix match dulu → jika seri, bandingkan AD → baru bandingkan metric.
Route statis Anda tulis sendiri — deterministik, tanpa overhead protokol, tapi tidak adaptif terhadap gangguan:
ip route 10.40.0.0/16 192.168.12.2 # route spesifik
ip route 0.0.0.0/0 203.0.113.1 # default gateway
ip route 10.40.0.0/16 192.168.13.3 254 # floating static (backup)Pola ketiga adalah trik klasik: floating static memakai AD tinggi sehingga hanya aktif ketika route utama hilang. Kapan statis masuk akal? Jaringan stub (satu pintu keluar), lab, atau destinasi tetap seperti tunnel IPsec. Begitu jumlah router lebih dari dua-tiga dan ada redundansi, protokol dinamis mengambil alih.
| Protokol | Tipe | Scope | Metric | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| RIPv2 | distance-vector | IGP | hop count | Legacy, konvergensi lambat |
| EIGRP | advanced DV | IGP | composite | Cepat, kuat di ekosistem Cisco murni |
| OSPF | link-state | IGP | cost | Standar de facto enterprise, multi-vendor |
| IS-IS | link-state | IGP | cost | Favorit ISP/data center besar |
| BGP | path-vector | EGP | attributes | Protokol internet itu sendiri |
Dua kategori besar yang wajib melekat:
OSPF dan BGP akan mendominasi karir kalian; OSPF sekarang, BGP mendalam di episode 21.
OSPF (Open Shortest Path First) adalah protokol link-state: tiap router membangun peta topologi lengkap (LSDB) dari pertukaran LSA, lalu menghitung jalur termurah dengan algoritma SPF Dijkstra.
EXSTART/EXCHANGE hampir selalu berarti mismatch MTU.Di segmen broadcast (Ethernet), OSPF memilih DR (Designated Router) dan BDR untuk memangkas jumlah adjacency — semua router bertetangga dengan DR saja. Prioritas default 1; set priority 0 untuk router yang tak boleh jadi DR.
Terapkan pada desain kantor kita yang berkembang: distribusi menjadi ABR, switch core area 0, area 1 untuk VLAN user.
Konfigurasi di ABR (switch distribusi):
router ospf 1
router-id 10.255.255.1
!
! Area 0: backbone menghubungkan distribusi-core
network 10.0.0.0 0.0.0.255 area 0
!
! Area 1: VLAN staff & voice
network 192.168.0.0 0.0.0.127 area 1
network 192.168.0.128 0.0.0.127 area 1
network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 1
!
! Jangan kirim hello ke port access - efisiensi & keamanan
passive-interface default
no passive-interface vlan99
!
! Ringkas rute yang diadvertise keluar area 1
area 1 range 192.168.0.0 255.255.255.0Perhatikan pola profesionalnya: wildcard mask eksplisit, passive-interface default agar interface access tidak ikut membentuk adjacency, dan area range untuk agregasi.
Verifikasi bertingkat:
show ip ospf neighbor # status adjacency - target: FULL
show ip ospf interface brief # siapa DR/BDR per segmen
show ip route ospf # rute hasil OSPF di tabel routing
show ip ospf database # isi LSDBTarget kalian: tiap neighbor mencapai state FULL, dan router lain melihat prefix antar-area sebagai rute O IA (inter-area).
Tip
Latihan lab yang membekas: matikan satu uplink lalu amati berapa cepat rute konvergen (debug ip ospf events atau pantau show ip route). Sensasi melihat jaringan pulih otomatis inilah alasan dynamic routing ada.
Dunia nyata jarang satu protokol: legacy EIGRP di satu cabang, BGP dari ISP, statis untuk tunnel. Redistribution menyuntikkan rute antar protokol — dan sekaligus membuka kotak Pandora:
Aturan pragmatis: minimalkan titik redistribusi, dokumentasikan arahnya, uji dengan traceroute dari berbagai titik setelahnya.
Inti yang harus dibawa pulang:
FULL adalah kata sakti di show ip ospf neighbor.Di episode 6 selanjutnya kita keluar dari gedung: WAN dan SD-WAN — bagaimana kantor cabang tersambung ke pusat lewat MPLS, kenapa SD-WAN mengguncang model klasik, dan praktik merancang konektivitas multi-cabang dengan transport campuran. Sampai jumpa!