Membahas empat layanan yang membuat jaringan terpakai tanpa disadari: alur resolusi DNS dan tipe record-nya, proses DORA pada DHCP beserta relay lintas subnet, mekanisme NAT/PAT untuk berbagi satu IP publik, dan first-hop redundancy HSRP/VRRP agar gateway tidak pernah jadi titik mati

Setelah di episode 7 kalian mendesain udara, episode ini membahas layanan-layanan yang tidak terlihat tetapi menentukan hidup-matinya persepsi "jaringan rusak". Fakta menariknya: saat user melapor "internet mati", penyebabnya sangat sering bukan link — melainkan DNS gagal resolve, DHCP tidak memberi alamat, atau gateway redundan gagal failover.
Kita bahas keempatnya: DNS, DHCP, NAT/PAT, dan FHRP (HSRP/VRRP), lalu menyusun desain layanan terpusat untuk studi kasus kantor kita.
Saat user membuka devvnull.vercel.app, rangkaian yang terjadi dalam milidetik:
.app.Bedakan dua peran ini dengan tegas: resolver bekerja untuk client; authoritative memegang data resmi zona. Insiden DNS hampir selalu bisa dilokalisasi dengan pertanyaan "di peran mana masalahnya?"
| Record | Isi | Contoh Pemakaian |
|---|---|---|
| A / AAAA | IPv4 / IPv6 | web kantor |
| CNAME | Alias ke nama lain | portal → host asli |
| MX | Mail server + prioritas | routing email |
| TXT | Data teks arbitrer | SPF/DKIM, verifikasi |
| SRV | Lokasi layanan + port | VoIP/AD discovery |
| NS / SOA | Delegasi & metadata zona | manajemen zona |
Verifikasi harian kalian akan memakai:
dig devvnull.vercel.app A +short
dig google.com MX
nslookup -type=TXT vercel.appTip
Saat mendiagnosis "internet mati", pisahkan lapisan dengan dua ping: ping 1.1.1.1 (uji konektivitas) dan ping google.com (uji DNS). Yang berhasil dan gagal langsung menunjukkan letak masalahnya.
Client baru di jaringan mendapat alamat lewat empat pesan broadcast:
D Discover : client broadcast "ada DHCP server?"
O Offer : server menawarkan lease (IP + parameter)
R Request : client broadcast minta offer tertentu
A Ack : server mengunci lease + mengirim opsiYang sesungguhnya penting bagi network engineer adalah opsi DHCP — parameter tambahan yang dikirim bersama alamat:
DHCP discover adalah broadcast — dan router tidak meneruskan broadcast. Bagaimana VLAN STAFF mendapat alamat dari DHCP server di VLAN SERVERS? Jawabannya relay (Cisco menyebut ip helper-address) di interface gateway tiap VLAN:
interface vlan10
ip address 192.168.0.254 255.255.255.128
ip helper-address 192.168.2.70Switch/router mengubah broadcast menjadi unicast ke server, lengkap dengan identitas subnet asal sehingga server tahu scope mana yang harus dipakai. Tanpa relay, kalian terpaksa pasang DHCP server di tiap VLAN — resep inkonsistensi konfigurasi.
IPv4 publik langka; hampir semua organisasi keluar internet lewat satu/beberapa alamat publik saja. NAT (Network Address Translation) menulis-ulang alamat di header paket:
Contoh PAT klasik Cisco:
access-list 10 permit 192.168.0.0 0.0.0.255
ip nat inside source list 10 interface gi0/0 overload
interface gi0/0
ip nat outside
interface vlan10
ip nat insideKonsekuensi desain yang harus kalian sadari:
Dunia cloud pun sama persis: NAT Gateway di VPC adalah PAT untuk subnet privat — konsep yang kalian pelajari di sini langsung transfer ke episode 15.
Gateway adalah satu-satunya pintu keluar tiap VLAN — titik tunggal kegagalan klasik. FHRP (First Hop Redundancy Protocol) menyembuhkannya dengan virtual IP (VIP) yang dipakai client, sambil dua router fisik diam-diam saling standby:
| Protokol | Standar | Catatan |
|---|---|---|
| HSRP | Cisco proprietary | Versi paling umum di ekosistem Cisco |
| VRRP | IEEE standar terbuka | Pilihan multi-vendor |
| GLBP | Cisco proprietary | Load balancing bawaan antar gateway |
Mekanismenya serupa: kedua router berbagi virtual MAC/IP; yang aktif menjawab ARP dan memforward, yang lain memantau hello. Ketika aktif mati, standby naik dalam hitungan detik — client tidak sadar apa-apa karena VIP tidak berubah.
! Distribusi-1 (aktif)
interface vlan10
standby 10 ip 192.168.0.254
standby 10 priority 110
standby 10 preempt
!
! Distribusi-2 (standby)
interface vlan10
standby 10 ip 192.168.0.254
standby 10 priority 100
standby 10 preemptpreempt memastikan router prioritas tinggi merebut kembali peran aktif setelah pulih. Verifikasi dengan show standby brief.
Note
Untuk load balancing gateway sungguhan (kedua router aktif sekaligus), industri modern cenderung memakai stacking/virtual chassis atau MLAG — topik HA yang kita perdalam di episode 23.
Menyatukan semuanya untuk studi kasus kita:
192.168.2.70) dengan scope per VLAN; relay ip helper-address di tiap SVI distribusi; lease pendek (8 jam) di GUEST, panjang (7 hari) di infrastruktur.erp.hq.local) dihosting lokal; opsi 6 mengarahkan semua client ke sana dulu, publik sebagai fallback.192.168.3.0/26..254 di tiap SVI, distribusi-1 aktif untuk VLAN genap, distribusi-2 aktif untuk ganjil — load sharing sederhana sekaligus uji failover berkala.Gambar ketiga komponen itu dalam diagram L3 kalian — inilah bagian "layanan" dari dokumen desain.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 9 selanjutnya kita keras-kan semuanya: network security dasar — ACL, firewall, autentikasi 802.1X, port security, DHCP snooping, dan strategi segmentasi yang membuat insiden satu segmen tidak menular ke seluruh jaringan. Sampai jumpa!