OpenTelemetry Collector adalah titik pusat penerimaan dan distribusi telemetry. Episode ini membahas arsitektur receiver, processor, exporter, dan extension, mode deployment agent dan gateway, komponen populer, serta best practices konfigurasi pipeline.

Di episode 3 kalian mengenal OpenTelemetry Collector secara singkat. Kini saatnya membedahnya lebih dalam, karena Collector adalah titik pusat arsitektur telemetry kalian — menerima data dari aplikasi, memprosesnya, lalu mendistribusikan ke Mimir, Loki, dan Tempo.
Episode ini membahas arsitektur Collector yang terdiri dari receiver, processor, exporter, dan extension, mode deployment agent dan gateway, komponen populer untuk masing-masing bagian, serta best practices menyusun pipeline yang andal.
Pipeline menghubungkan receiver, processor, dan exporter dalam satu alur:
receivers:
otlp:
protocols:
grpc:
endpoint: 0.0.0.0:4317
http:
endpoint: 0.0.0.0:4318
processors:
batch: {}
exporters:
otlp:
endpoint: tempo:4317
service:
pipelines:
traces:
receivers: [otlp]
processors: [batch]
exporters: [otlp]Blok service.pipelines.traces mendefinisikan alur trace: dari receiver otlp, melewati processor batch, menuju exporter ke Tempo.
Dalam mode agent, Collector berjalan di setiap node, menerima telemetry dari aplikasi lokal lalu mengirimkannya ke gateway atau langsung ke backend. Keunggulannya: dekat dengan sumber data, sehingga scraping lokal dan relabeling jadi mudah.
Dalam mode gateway, Collector terpusat menerima data dari banyak agent atau aplikasi. Keunggulannya: satu titik untuk pemrosesan berat, sampling cerdas, dan kebijakan organisasi.
Kombinasi keduanya paling umum: agent di tiap node untuk koleksi lokal, gateway terpusat untuk agregasi dan distribusi ke backend.
apps -> agent (per node) -> gateway (terpusat) -> Tempo/Mimir/LokiPola agent (per node) -> gateway (terpusat) adalah arsitektur yang paling sering kalian temui di produksi berskala besar.
processors:
batch:
send_batch_size: 10000
timeout: 10s
memory_limiter:
check_interval: 1s
limit_mib: 512Konfigurasi limit_mib: 512 membuat Collector menjaga memori tetap terkendali di bawah 512 MiB.
Info
Aturan praktis: processor yang berat — sampling, parsing, filtering — sebaiknya berjalan di gateway, bukan di agent. Agent harus tetap ringan agar tidak menambah beban ke node aplikasi.
Di episode 16 ini kalian memahami arsitektur Collector yang terdiri dari receiver, processor, exporter, dan extension, mode deployment agent, gateway, dan hybrid, komponen populer untuk masing-masing bagian, serta best practices menyusun pipeline yang andal dan efisien.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 17 selanjutnya kita akan membahas fitur lanjutan Grafana Alloy — perbandingan dengan OTel Collector, bahasa River lebih dalam, komponen discovery dan relabeling, serta mode clustering untuk high availability. Dua collector yang kalian kenal akan terhubung menjadi satu strategi koleksi.