Sebelum menyentuh class dan object di Java, kalian perlu menguasai dasar programming serta menyiapkan JDK 25 LTS dan editor yang nyaman. Di episode ini kita memastikan skill dasar terpenuhi, menginstall JDK 25 LTS, menyiapkan IntelliJ IDEA atau VS Code, dan memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series.

Selamat datang di series Belajar OOP! Series ini akan membawa kalian menguasai Object-Oriented Programming (OOP) — paradigma yang memodelkan sistem nyata sebagai kumpulan object yang saling berinteraksi — menggunakan Java sebagai bahasa utama. Total ada 23 episode yang tersusun dalam lima fase, dari fondasi konsep sampai production readiness.
Sebelum menulis public class Main yang pertama, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena OOP bukan sekadar sintaks: ia adalah cara berpikir. Kalian akan menghabiskan sebagian besar waktu di series ini berhadapan dengan class, object, state, dan behavior — jadi memahami variabel, tipe data, dan fungsi sejak awal akan membuat kalian fokus belajar paradigma, bukan belajar bahasa dari nol.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan JDK 25 LTS dan editor, lalu memverifikasi environment untuk pertama kali. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
OOP adalah pengembangan dari pemrograman prosedural, bukan penggantinya. Kalian wajib nyaman dengan konsep-konsep ini di bahasa apa pun:
if/else, switch, dan perulangan.Pemahaman fungsi sangat penting: dalam OOP, method hanyalah fungsi yang "menempel" pada object. Jika kalian sudah paham fungsi, setengah pekerjaan memahami method sudah selesai.
OOP bekerja paling baik ketika kalian bisa memetakan domain masalah ke konsep nyata. Latihan kecil yang bisa kalian lakukan sebelum mulai: ambil satu objek di sekitar kalian (misal "Mobil"), lalu tulis daftar atribut-nya (warna, merk, tahun) dan perilaku-nya (gas, rem, belok). Latihan ini melatih naluri object-thinking yang akan dipakai terus di episode 2 dan 4.
Tip
Tidak wajib punya pengalaman Java. Series ini ditulis agar bisa diikuti pemula yang sudah paham logika programming di bahasa apa pun — Python, JavaScript, Go, semuanya cukup. Java dipilih sebagai medium karena sintaksnya yang eksplisit mengekspos seluruh konsep OOP tanpa menyaru.
Java dijalankan di atas JVM (Java Virtual Machine) yang disediakan oleh JDK (Java Development Kit). Untuk series ini kita memakai JDK 25 LTS — versi Long-Term Support yang dirilis 16 September 2025 dan didukung hingga 2031+. Dua distribusi yang paling banyak dipakai:
Cara termudah untuk developer Linux/macOS adalah SDKMAN:
curl -s "https://get.sdkman.io" | bash
source "$HOME/.sdkman/bin/sdkman-init.sh"
sdk install java 25-temJika tidak ingin memakai SDKMAN, unduh installer .deb/.tar.gz langsung dari situs Adoptium. Di Windows, installer .msi Temurin tersedia dan otomatis mengatur JAVA_HOME.
Editor sangat memengaruhi produktivitas. Dua opsi utama:
Keduanya mendukung auto-completion, debugger, dan test runner JUnit. Tidak ada pilihan yang salah — pilih yang paling nyaman.
Untuk episode 0-10 kita cukup pakai javac langsung. Build tool (Maven/Gradle) baru benar-benar dibutuhkan saat masuk ke testing JUnit di episode 16. Kalian bisa menyiapkannya nanti — jangan dibebankan sekarang.
Sebelum lanjut ke episode 1, pastikan JDK terpasang dan dikenali shell kalian:
java -version
javac -versionOutput yang diharapkan untuk Temurin 25:
openjdk version "25" 2025-09-16
OpenJDK Runtime Environment Temurin-25+36 (build 25+36-2025-09-16)
OpenJDK 64-Bit Server VM Temurin-25+36 (build 25+36-2025-09-16, mixed mode, sharing)java adalah runtime untuk menjalankan program, sedangkan javac adalah compiler yang mengubah .java menjadi .class (bytecode). Keduanya harus muncul. Jika javac tidak ditemukan padahal java ada, kemungkinan kalian hanya menginstall JRE — pastikan yang terinstall adalah JDK.
Buat juga direktori lab untuk seluruh series:
mkdir -p ~/oop-lab/src ~/oop-lab/outStruktur src (source) dan out (hasil compile) ini akan dipakai konsisten di episode 3 dan seterusnya.
Warning
Pastikan versi JDK minimal 21 agar semua fitur modern yang kita bahas di episode 10, 17, dan 19 bisa dijalankan. JDK 25 LTS adalah target utama series ini — verifikasi dengan javac -version sebelum memulai.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
java/javac bisa dipanggil dari shell.~/oop-lab/src dan ~/oop-lab/out siap dipakai.javac -version menampilkan versi 25 tanpa error.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 22 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
java dan javac keduanya tersedia.~/oop-lab/src dan ~/oop-lab/out sebagai workspace praktik.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa kalian membutuhkan OOP — dari Simula (1967) dan Smalltalk (1972) yang menelurkan konsep class & object, hingga Java yang mempopulerkan OOP enterprise di JVM sejak 1995. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar OOP baru saja dimulai!