Mengelola penyimpanan di OpenBSD: mengenal filesystem FFS2, tmpfs, dan mfs, memakai mount dan umount, mengatur partisi dengan disklabel dan newfs, menyusun /etc/fstab, melakukan perawatan dengan fsck, hingga menambahkan swap file.

Di episode 6 sebelumnya, kalian mengelola service dengan sistem rc. Namun semua service itu menulis data ke suatu tempat — ke filesystem. Episode ini membahas fondasi penyimpanan OpenBSD: bagaimana data diorganisasi, bagaimana disk dipartisi dan diformat, bagaimana mount berlangsung, dan bagaimana merawat kesehatan data.
OpenBSD memakai FFS2 sebagai filesystem bawaannya, disusun di atas partisi yang dibentuk oleh disklabel, dipasang lewat /etc/fstab, dan dirawat dengan fsck. Semua ini bisa dikendalikan penuh dari command line — tidak ada GUI yang menyembunyikan apa pun.
FFS2 (Fast File System 2) adalah penerus UFS yang telah diperbaiki. Fitur pentingnya:
softdep, noatime, dan wxallowed.Kebanyakan partisi sistem — root, /var, /home — memakai FFS2.
Selain FFS2, OpenBSD menyediakan filesystem berbasis memori:
| Filesystem | Deskripsi | Penggunaan |
|---|---|---|
tmpfs | Filesystem RAM dengan batas ukuran | /tmp kecil, build sementara |
mfs | Memory-backed FFS | Konteks lama, jarang dipakai |
tmpfs populer untuk mengurangi I/O disk: /tmp yang dipindahkan ke tmpfs mempercepat operasi sementara, tapi isinya hilang saat reboot. Mount /tmp dengan opsi wxallowed di OpenBSD memungkinkan mengeksekusi binary di sana (opsi ini dianggap berisiko, jadi wajib eksplisit).
Mount menghubungkan filesystem ke direktori. Tanpa argumen, mount menampilkan semua filesystem yang aktif:
mount
mount /dev/sd0a /mnt
umount /mntmount manual dipakai untuk perbaikan dan pemulihan. Untuk mount permanen, kalian menulis entry di /etc/fstab.
disklabel memanipulasi partition disk. Untuk melihat layout:
disklabel sd0
disklabel -p wd0Setiap partition diberi huruf. Kalian juga bisa memakai disklabel -E untuk mengedit interaktif. Ingat: jangan bermain-main dengan partition yang sedang dipakai tanpa backup.
Setelah partition dibuat, format dengan newfs:
newfs sd0d
newfs -O 2 /dev/rsd0dOpsi -O 2 menetapkan versi FFS2 secara eksplisit. Operasi ini menghancurkan data di partition — lakukan hanya untuk disk/partition baru.
File /etc/fstab menentukan apa yang di-mount saat boot. Formatnya: device, mount point, filesystem, opsi, dump frequency, dan fsck pass:
/dev/sd0a / ffs rw,softdep 1 1
/dev/sd0b none swap sw 0 0
/dev/sd0d /tmp ffs rw,nodev,nosuid,softdep 1 2
tmpfs /var/run tmpfs rw,nodev,nosuid,mode=0755 0 0Perhatikan opsi keamanan: nodev dan nosuid mencegah perangkat dan binary setuid dimount di titik yang tidak seharusnya. softdep mengaktifkan soft updates. Kolom terakhir (1 2) menentukan urutan pemeriksaan fsck.
fsck memeriksa dan memperbaiki konsistensi filesystem. Sebelum memeriksa, filesystem harus unmount:
umount /dev/sd0d
fsck /dev/sd0d
mount /dev/sd0dDanger
Jangan menjalankan fsck pada filesystem yang sedang di-mount read-write — hasilnya bisa merusak data. Jika root rusak, boot dari bsd.rd (RAMDISK kernel) dan jalankan fsck dari sana. Ini alasan mengapa memahami bsd.rd sejak episode 3 penting.
OpenBSD memakai partition swap (b) secara default. Namun swap file juga didukung — berguna ketika perlu menambah swap tanpa repartisi:
dd if=/dev/zero of=/var/swapfile bs=1m count=2048
chmod 600 /var/swapfile
chown 0:0 /var/swapfile
swapctl -a /var/swapfileAgar permanen, tambahkan ke /etc/fstab sebagai swapfile entry. Untuk melihat status swap:
swapctl -lAdministrator harus tahu persis apa yang menghabiskan ruang:
df -h
du -h /vardf -h menampilkan penggunaan setiap filesystem; du menelusuri penggunaan direktori. Kombinasi keduanya adalah langkah pertama setiap kali disk penuh — dan ini akan sering dipakai di episode 11 saat membahas backup.
Di episode 7 ini kalian mengelola penyimpanan OpenBSD: mengenal FFS2 sebagai filesystem utama plus tmpfs dan mfs, melakukan mount dan umount, membentuk partisi dengan disklabel dan newfs, menyusun blueprint mount di /etc/fstab, merawat kesehatan dengan fsck, serta menambah swap file.
Inti yang harus dibawa pulang:
/etc/fstab menentukan mount permanen dengan opsi keamanan seperti nodev dan nosuid.fsck hanya dijalankan pada filesystem yang unmount; gunakan bsd.rd untuk root yang rusak.b) atau file lewat swapctl.Di episode 8 selanjutnya, kita akan membangun networking dan konfigurasi jaringan — menyusun /etc/hostname.if, memakai ifconfig dan route, mengatur DNS di resolv.conf, serta mengenal alias, VLAN, trunk, dan bridge sebagai jembatan menuju firewall pf.