Membangun jaringan OpenBSD: konfigurasi antarmuka lewat /etc/hostname.if dengan IP statis atau DHCP, memakai ifconfig dan route, menyusun DNS di resolv.conf dan gateway di mygate, hingga alias, VLAN, trunk bonding, dan bridge sebagai fondasi firewall pf.

Di episode 7 sebelumnya, kalian mengelola penyimpanan di disk. Sekarang kita pindah ke arah yang berbeda — keluar dari mesin: jaringan. OpenBSD adalah salah satu sistem paling dihormati di dunia sebagai router dan firewall, dan semuanya dimulai dari satu hal sederhana: bagaimana antarmuka jaringan dikonfigurasi.
Di Linux, kalian mungkin akrab dengan NetworkManager dan ip addr. Di OpenBSD, semua konfigurasi jaringan adalah file teks di /etc, dibaca saat boot oleh sistem rc. Sederhana, transparan, dan dapat diaudit — persis seperti yang kalian harapkan.
Setiap antarmuka jaringan punya file konfigurasi /etc/hostname.<ifname>. Contoh untuk em0:
inet 192.168.10.1 255.255.255.0Dan untuk DHCP:
dhcpIsi file ini dibaca saat boot untuk menyalakan antarmuka. Opsi tambahan bisa diletakkan di baris berikutnya, misalnya up, media, atau perintah ifconfig lain.
Untuk menerapkan konfigurasi tanpa reboot:
doas sh /etc/netstart em0
ifconfig em0ifconfig menampilkan status, alamat IP, dan statistik antarmuka. Periksa antarmuka yang tersedia dengan ifconfig -a atau dmesg | grep -i ethernet.
Setelah antarmuka punya IP, sistem butuh jalur keluar. Route default disimpan di /etc/mygate:
192.168.10.254Dan route lain bisa dilihat serta diatur dengan route:
route show
route add default 192.168.10.254
route delete defaultPerintah route add saat runtime hanya berlaku sampai reboot; untuk permanen, gunakan /etc/mygate atau skrip startup.
Resolver DNS dikonfigurasi di /etc/resolv.conf:
nameserver 1.1.1.1
nameserver 2606:4700:4700::1111
lookup file bindJika memakai DHCP, file ini biasanya ditulis otomatis. Untuk server dengan resolusi nama yang bisa diprediksi, kalian bisa mengatur ulang setelah menerapkan hostname, atau memasang DNS lokal seperti unbound — topik yang relevan untuk episode 17.
Satu antarmuka fisik bisa membawa banyak IP. Di /etc/hostname.em0:
inet 192.168.10.1 255.255.255.0
inet alias 192.168.10.2 255.255.255.0Alias berguna untuk layanan virtual atau transisi alamat.
Segmentasi jaringan dengan 802.1Q dilakukan lewat antarmuka vlan:
inet 10.0.50.1 255.255.255.0 vlan 50 vlandev em0Baris ini membuat antarmuka virtual vlan50 di atas em0 dengan tag VLAN 50 dan IP statis.
Menggabungkan beberapa antarmuka fisik menjadi satu tautan agregat:
inet 192.168.10.1 255.255.255.0 trunkproto loadbalance trunkport em0 trunkport em1trunk memberikan redundansi dan bandwidth lebih, umum di server produksi.
Menghubungkan beberapa antarmuka menjadi satu segmen jaringan — dasar untuk virtualisasi dan lab:
add em0 add em1 upBridge akan menjadi fondasi networking VM di episode 18.
Info
Konfigurasi antarmuka di /etc/hostname.if berlaku pada saat boot dan dijalankan ulang dengan /etc/netstart. Untuk perubahan cepat saat runtime, gunakan ifconfig, route, dan vlan langsung di command line.
Ketika sebuah mesin punya dua antarmuka (WAN dan LAN), ia bisa berfungsi sebagai router: meneruskan paket antar segmen. Ini bukan soal hanya menyalakan dua antarmuka — OpenBSD mewajibkan net.inet.ip.forwarding diaktifkan:
sysctl net.inet.ip.forwarding=1Agar permanen, tulis di /etc/sysctl.conf. Namun meneruskan paket tanpa firewall adalah pintu terbuka — itulah mengapa episode berikutnya (pf) sangat penting: kalian akan mengatur apa yang boleh lewat.
Setelah menyusun konfigurasi, verifikasi:
ifconfig -a
route show
ping -c 3 192.168.10.254
cat /etc/resolv.confping menguji konektivitas dasar; route show memastikan jalur default benar. Jika ada masalah, mulailah dari yang paling dasar: IP, lalu gateway, lalu DNS.
Di episode 8 ini kalian membangun jaringan OpenBSD: menyusun /etc/hostname.if untuk IP statis dan DHCP, memakai ifconfig dan route, mengatur resolver DNS di /etc/resolv.conf, serta mengenal alias, VLAN, trunk, dan bridge sebagai fondasi untuk router, firewall, dan virtualisasi.
Inti yang harus dibawa pulang:
/etc, dibaca saat boot./etc/hostname.<if> untuk antarmuka, /etc/mygate untuk gateway default.hostname.* yang sama.sysctl sebelum menjadi router.Di episode 9 selanjutnya, kita akan menjalankan httpd, web server native OpenBSD — menyusun /etc/httpd.conf, membuat virtual host, mengintegrasikan TLS dengan acme-client, menghubungkan aplikasi lewat FastCGI, dan menjadikannya reverse proxy.