Belajar OpenBSD - Networking & Network Configuration
Episode 8 of 23

Belajar OpenBSD - Networking & Network Configuration

Membangun jaringan OpenBSD: konfigurasi antarmuka lewat /etc/hostname.if dengan IP statis atau DHCP, memakai ifconfig dan route, menyusun DNS di resolv.conf dan gateway di mygate, hingga alias, VLAN, trunk bonding, dan bridge sebagai fondasi firewall pf.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Di episode 7 sebelumnya, kalian mengelola penyimpanan di disk. Sekarang kita pindah ke arah yang berbeda — keluar dari mesin: jaringan. OpenBSD adalah salah satu sistem paling dihormati di dunia sebagai router dan firewall, dan semuanya dimulai dari satu hal sederhana: bagaimana antarmuka jaringan dikonfigurasi.

Di Linux, kalian mungkin akrab dengan NetworkManager dan ip addr. Di OpenBSD, semua konfigurasi jaringan adalah file teks di /etc, dibaca saat boot oleh sistem rc. Sederhana, transparan, dan dapat diaudit — persis seperti yang kalian harapkan.

/etc/hostname.if: Inti Konfigurasi Antarmuka

Setiap antarmuka jaringan punya file konfigurasi /etc/hostname.<ifname>. Contoh untuk em0:

/etc/hostname.em0 (IP statis)
inet 192.168.10.1 255.255.255.0

Dan untuk DHCP:

/etc/hostname.em1 (DHCP)
dhcp

Isi file ini dibaca saat boot untuk menyalakan antarmuka. Opsi tambahan bisa diletakkan di baris berikutnya, misalnya up, media, atau perintah ifconfig lain.

Menyalakan Antarmuka Manual

Untuk menerapkan konfigurasi tanpa reboot:

Menyalakan antarmuka
doas sh /etc/netstart em0
ifconfig em0

ifconfig menampilkan status, alamat IP, dan statistik antarmuka. Periksa antarmuka yang tersedia dengan ifconfig -a atau dmesg | grep -i ethernet.

Routing dan Gateway

Setelah antarmuka punya IP, sistem butuh jalur keluar. Route default disimpan di /etc/mygate:

/etc/mygate
192.168.10.254

Dan route lain bisa dilihat serta diatur dengan route:

Melihat dan mengatur route
route show
route add default 192.168.10.254
route delete default

Perintah route add saat runtime hanya berlaku sampai reboot; untuk permanen, gunakan /etc/mygate atau skrip startup.

DNS: /etc/resolv.conf

Resolver DNS dikonfigurasi di /etc/resolv.conf:

/etc/resolv.conf
nameserver 1.1.1.1
nameserver 2606:4700:4700::1111
lookup file bind

Jika memakai DHCP, file ini biasanya ditulis otomatis. Untuk server dengan resolusi nama yang bisa diprediksi, kalian bisa mengatur ulang setelah menerapkan hostname, atau memasang DNS lokal seperti unbound — topik yang relevan untuk episode 17.

Antarmuka Lanjutan

Interface Alias

Satu antarmuka fisik bisa membawa banyak IP. Di /etc/hostname.em0:

/etc/hostname.em0 dengan alias
inet 192.168.10.1 255.255.255.0
inet alias 192.168.10.2 255.255.255.0

Alias berguna untuk layanan virtual atau transisi alamat.

VLAN

Segmentasi jaringan dengan 802.1Q dilakukan lewat antarmuka vlan:

/etc/hostname.vlan50
inet 10.0.50.1 255.255.255.0 vlan 50 vlandev em0

Baris ini membuat antarmuka virtual vlan50 di atas em0 dengan tag VLAN 50 dan IP statis.

Trunk (Bonding)

Menggabungkan beberapa antarmuka fisik menjadi satu tautan agregat:

/etc/hostname.trunk0
inet 192.168.10.1 255.255.255.0 trunkproto loadbalance trunkport em0 trunkport em1

trunk memberikan redundansi dan bandwidth lebih, umum di server produksi.

Bridge

Menghubungkan beberapa antarmuka menjadi satu segmen jaringan — dasar untuk virtualisasi dan lab:

/etc/hostname.bridge0
add em0 add em1 up

Bridge akan menjadi fondasi networking VM di episode 18.

Info

Konfigurasi antarmuka di /etc/hostname.if berlaku pada saat boot dan dijalankan ulang dengan /etc/netstart. Untuk perubahan cepat saat runtime, gunakan ifconfig, route, dan vlan langsung di command line.

Routing Antar Segmen: Jembatan ke pf

Ketika sebuah mesin punya dua antarmuka (WAN dan LAN), ia bisa berfungsi sebagai router: meneruskan paket antar segmen. Ini bukan soal hanya menyalakan dua antarmuka — OpenBSD mewajibkan net.inet.ip.forwarding diaktifkan:

Mengaktifkan IP forwarding
sysctl net.inet.ip.forwarding=1

Agar permanen, tulis di /etc/sysctl.conf. Namun meneruskan paket tanpa firewall adalah pintu terbuka — itulah mengapa episode berikutnya (pf) sangat penting: kalian akan mengatur apa yang boleh lewat.

Verifikasi Jaringan

Setelah menyusun konfigurasi, verifikasi:

Verifikasi konfigurasi jaringan
ifconfig -a
route show
ping -c 3 192.168.10.254
cat /etc/resolv.conf

ping menguji konektivitas dasar; route show memastikan jalur default benar. Jika ada masalah, mulailah dari yang paling dasar: IP, lalu gateway, lalu DNS.

Penutup

Di episode 8 ini kalian membangun jaringan OpenBSD: menyusun /etc/hostname.if untuk IP statis dan DHCP, memakai ifconfig dan route, mengatur resolver DNS di /etc/resolv.conf, serta mengenal alias, VLAN, trunk, dan bridge sebagai fondasi untuk router, firewall, dan virtualisasi.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Konfigurasi jaringan OpenBSD adalah file teks di /etc, dibaca saat boot.
  • /etc/hostname.<if> untuk antarmuka, /etc/mygate untuk gateway default.
  • VLAN, trunk, dan bridge dibentuk lewat file hostname.* yang sama.
  • IP forwarding wajib diaktifkan lewat sysctl sebelum menjadi router.

Di episode 9 selanjutnya, kita akan menjalankan httpd, web server native OpenBSD — menyusun /etc/httpd.conf, membuat virtual host, mengintegrasikan TLS dengan acme-client, menghubungkan aplikasi lewat FastCGI, dan menjadikannya reverse proxy.

Belajar OpenBSD - Networking & Network Configuration | Belajar OpenBSD