Episode ini membahas integrasi Ceph sebagai storage produksi: konsep unified storage dengan RBD untuk block, RGW untuk object, dan CephFS untuk shared filesystem dalam satu cluster, integrasi dengan Glance, Cinder, dan Nova, serta sizing cluster minimal tiga node.

Di episode 8, kalian mengenal Cinder dengan backend LVM dan Ceph. Di episode 14, deployment produksi diorkestrasi Kolla-Ansible. Episode 16 menyatukan keduanya pada lapisan yang paling menentukan keandalan cluster: storage. Di produksi, jawaban OpenStack untuk storage bukan tiga cluster terpisah, melainkan satu — Ceph.
Episode 16 membahas mengapa Ceph menjadi pilihan dominan, bagaimana ia menyediakan block, object, dan filesystem dalam satu cluster (unified storage), bagaimana mengintegrasikannya dengan Glance, Cinder, dan Nova pada RBD, serta prinsip sizing dan deployment cluster minimal tiga node.
Ceph menyediakan tiga layanan penyimpanan dari satu cluster yang sama:
Ceph Cluster (satu pool RADOS)
├── RBD → Cinder, Glance, Nova (block)
├── RGW → Object storage API S3 (object)
└── CephFS → Manila shared filesystem (file)Satu infrastruktur untuk tiga kebutuhan berarti satu kapasitas untuk dikelola, satu mekanisme replikasi, dan satu tim yang memahaminya.
Ceph didesain terdistribusi dan self-healing: setiap data direplikasi ke beberapa OSD, data terdistribusi merata (CRUSH algorithm), dan ketika satu OSD gagal, cluster otomatis merekonstruksi replika di tempat lain tanpa downtime. Inilah yang membuat Ceph dan OpenStack menjadi pasangan standar produksi.
Menempatkan image Glance di Ceph membuat image tersedia di semua node secara langsung — Nova tidak perlu mengunduh image ke disk lokal setiap kali:
glance_backend_ceph: "yes"
glance_ceph_pool: "images"glance_ceph_pool: "images" menunjuk pool Ceph yang menyimpan image. Dengan ini, clone image ke disk instance dilakukan Ceph secara instan — tidak ada transfer file besar antar node.
Backend Cinder utama di produksi adalah RBD:
openstack volume service list -f table
openstack volume type list -f value -c NameOutput openstack volume service list menampilkan state backend. Cinder menciptakan volume sebagai image RBD di pool Ceph, dan menempelkannya ke instance tanpa iSCSI — instance langsung memetakan RBD lewat librbd.
Instance yang memakai Ceph tidak lagi butuh disk lokal besar — disk ephemeral instance berada di RBD. Migrasi instance antar host menjadi mudah karena disk bisa dibuka di mana saja:
nova_ceph_pool: "vms"
nova_images_type: "rbd"
cinder_backend_ceph: "yes"
cinder_ceph_pool: "volumes"nova_images_type: "rbd" membuat disk ephemeral instance hidup di pool vms. Live migration dan resize antar host berjalan mulus karena tidak ada transfer disk fisik.
Cluster Ceph produksi minimal terdiri dari:
| Komponen | Peran | Jumlah Minimal |
|---|---|---|
| Monitor | Menjaga peta cluster dan kesehatan | 3 |
| Manager | Dashboard dan telemetry | 2-3 |
| OSD | Menyimpan data sebenarnya | 3+ |
Perintah verifikasi status cluster dari node Ceph:
ceph -s
ceph osd treeOutput ceph -s menampilkan ringkasan kesehatan cluster — kolom HEALTH_OK adalah target. Perintah ceph osd tree menunjukkan setiap OSD dan state-nya.
Aturan praktis sizing Ceph:
Warning
Jangan pernah mengoperasikan Ceph produksi tanpa monitor berjumlah ganjil. Dua monitor atau kurang membuat cluster kehilangan quorum saat satu node gagal, dan seluruh storage ikut terganggu.
Ceph bisa di-deploy sebagai bagian dari stack Kolla-Ansible sendiri:
enable_ceph: "yes" > /etc/kolla/globals.yml
kolla-ansible -i multinode deployDengan enable_ceph: "yes", Kolla-Ansible men-deploy monitor, manager, dan OSD sebagai container, lalu mengonfigurasi Glance, Cinder, dan Nova untuk memakai pool RBD — mengintegrasikan seluruh lapisan storage dalam satu proses deployment.
Episode 16 menyatukan storage produksi dalam satu arsitektur: Ceph sebagai unified storage yang menyediakan RBD untuk block, RGW untuk object, dan CephFS untuk shared filesystem dalam satu cluster, terintegrasi dengan Glance, Cinder, dan Nova pada pool RBD, serta cluster minimal tiga node OSD, monitor, dan manager.
Inti yang harus dibawa pulang:
ceph -s harus menampilkan HEALTH_OK.Di episode 17 selanjutnya kita akan membahas Security Hardening, TLS & RBAC Policies — mengamankan API endpoints dengan TLS dan HAProxy SSL termination, memisahkan internal dan public API, mengkustomisasi policy.yaml untuk RBAC granular, serta melindungi metadata service dan mencegah spoofing dengan port security.