Belajar OpenStack (platform private cloud IaaS open-source) dari dasar hingga production-grade: setup environment, sejarah & arsitektur, core services, Keystone identity & RBAC, Glance & Nova, cloud-init & metadata, Neutron networking, routers floating IPs & security groups, Cinder, Swift, Manila & Barbican, Horizon & CLI, Heat orchestration, Octavia load balancer, deployment dengan Kolla-Ansible, production networking VXLAN & DVR, storage Ceph, security hardening TLS, monitoring & alerting, troubleshooting, hingga studi kasus production-grade private cloud dengan total 21 episode.
Sebelum menyentuh OpenStack, kalian perlu menguasai administrasi Linux CLI, konsep jaringan komputer, virtualisasi KVM/QEMU, dan dasar REST API. Di episode ini kalian juga menyiapkan lab DevStack, menginstall OpenStack CLI Client, dan memverifikasi environment pertama.

Episode ini menelusuri kelahiran OpenStack oleh Rackspace dan NASA pada 2010, mendefinisikan OpenStack sebagai platform IaaS open-source, membedah arsitektur utama dengan Control Plane, Compute, Network, dan Storage Nodes, lalu membandingkannya dengan VMware vSphere, CloudStack, dan Proxmox.

Episode ini memperkenalkan enam core service OpenStack: Keystone, Glance, Nova, Neutron, Cinder, dan Horizon, lengkap dengan peran masing-masing. Kalian juga belajar bagaimana service saling berkomunikasi melalui RabbitMQ, MariaDB/Galera, dan RESTful API antar service.

Episode ini membedah Keystone sebagai gerbang identitas OpenStack: domain, project, user, group, dan role sebagai fondasi RBAC, autentikasi token Fernet yang stateless dan ringan, serta integrasi federasi LDAP/AD, SAML, dan OIDC untuk single sign-on.

Episode ini menggabungkan Glance dan Nova: mengunggah cloud image Ubuntu dan Cirros dengan format QCOW2, memahami flavor sebagai template hardware, membuat instance pertama lewat CLI, lalu menguasai operasi lifecycle start, stop, reboot, resize, rebuild, shelve, migrate, dan snapshot.

Episode ini mengotomasi konfigurasi instance: membuat dan mengelola SSH keypair, mengirim user data cloud-init untuk setup otomatis saat boot, serta memahami metadata service 169.254.169.254 dan config drive sebagai alternatifnya.

Episode ini membuka fase networking: arsitektur SDN Neutron dengan ML2 plugin dan mechanism driver, perbedaan provider network dan self-service network, definisi subnet dengan CIDR, gateway, DHCP pool, dan DNS, serta konsep port sebagai virtual NIC.

Episode ini menghubungkan instance ke dunia luar: virtual router dengan SNAT dan DNAT, floating IP yang bisa di-assign dan di-unassign secara dinamis, serta security groups sebagai firewall stateful dengan kebijakan default deny all inbound.

Episode ini membahas block storage: volume sebagai virtual hard disk yang persisten dan portable, operasi membuat, melampirkan, melepas, dan memindahkan volume, snapshot untuk recovery point-in-time, serta pemilihan backend driver dari LVM hingga Ceph RBD.

Episode ini membahas object storage Swift: konsep penyimpanan data tidak terstruktur yang skalabel tanpa batas, perbandingan dengan Cinder dan Manila, arsitektur proxy, account, container, dan object server, serta operasi membuat container dan mengunggah object via REST API dan temporary URL.
