Episode ini membekali keterampilan operasional harian: perintah diagnostik openstack compute service list, network agent list, dan volume service list, menangani masalah umum seperti instance gagal spawn, network down, dan auth error, serta day-2 operations seperti upgrade Kolla-Ansible dan pembersihan queue RabbitMQ.

Semua arsitektur hebat akhirnya bertemu satu kenyataan: sesuatu akan rusak. Instance menolak lahir, jaringan macet, volume tidak bisa di-attach, login menolak. Yang membedakan operator profesional bukan kemampuannya menghindari masalah, melainkan cara dia mendiagnosis dan memulihkan dengan cepat dan tenang.
Episode 19 adalah episode paling praktis di series ini: kalian akan menghafal perintah diagnostik inti, mempelajari pola troubleshooting untuk empat masalah paling umum — instance gagal spawn, masalah network, kegagalan attach volume, dan error autentikasi — lalu menguasai day-2 operations seperti upgrade dan pembersihan queue.
Sebelum menyelam ke log, cek dulu kondisi service dari satu tempat:
openstack compute service list
openstack network agent list
openstack volume service listOutput openstack compute service list menampilkan status seluruh service Nova per node. Perhatikan kolom State (harus up) dan Status (harus enabled). openstack network agent list dan openstack volume service list melakukan hal yang sama untuk Neutron dan Cinder. Ketiganya adalah baris pertama setiap diagnosis.
Ketika service tampak normal tapi masih bermasalah, arahkan ke komponen penopang:
sudo rabbitmqctl status
mysql -e "SHOW STATUS LIKE 'wsrep_cluster_size';"rabbitmqctl status memastikan broker message hidup, dan SHOW STATUS LIKE 'wsrep_cluster_size' memverifikasi semua node Galera dalam satu cluster. Memcached yang penuh atau mati juga sering jadi penyebab error aneh karena token Keystone disimpan di sana.
Gejala: openstack server create menghasilkan status ERROR. Urutan diagnosis:
openstack server show my-server -f value -c fault
openstack compute service list -f value -c host -c stateOutput openstack server show -c fault menampilkan alasan dari scheduler atau compute. Penyebab paling umum: resource tidak cukup (RAM/vCPU kuota), image rusak, atau service compute down. Periksa log nova-compute dan pastikan Placement service menampilkan resource yang benar:
openstack resource provider listGejala: instance tanpa IP, atau DHCP tidak bekerja. Cek agent dan metadata:
openstack network agent list -f value -c agent_type -c host -c alive
openstack network agent list --dhcpOutput openstack network agent list menampilkan apakah agent dhcp, metadata, dan l3 masih alive. Agent yang mati berarti DHCP dan metadata service tidak melayani instance baru. Restart agent dari node terkait dan verifikasi namespace:
sudo systemctl restart neutron-dhcp-agentGejala: openstack server add volume menggantung atau error. Cek status backend Cinder dan koneksi ke Ceph:
openstack volume service list
ceph -sOutput openstack volume service list menunjukkan state backend; ceph -s memastikan cluster sehat. Penyebab umum: pool tidak punya ruang, atau node compute tidak bisa menjangkau Ceph. Pastikan juga keyring dan konfigurasi Ceph sama di semua node yang memakai volume.
Gejala: openstack CLI menolak login. Penyebab paling sering ada tiga: token expired (source ulang openrc), kredensial salah project/domain, atau waktu antar node tidak sinkron. Cek sinkronisasi waktu dulu:
chronyc tracking | grep -E "Stratum|Offset"Output chronyc tracking menampilkan offset waktu node. Jika offset besar, token Fernet dianggap tidak valid di node lain — sinkronkan semua node dengan chrony/NTP sebagai langkah pertama setiap debug auth.
Upgrade OpenStack produksi bukan tebak-tebakan — ia playbook yang terdokumentasi:
sed -i 's/openstack_release: "caracal"/openstack_release: "dalmatian"/' /etc/kolla/globals.yml
kolla-ansible -i multinode prechecks
kolla-ansible -i multinode upgradekolla-ansible -i multinode upgrade menaikkan service satu per satu dengan rolling restart. Prinsipnya: selalu jalankan prechecks dulu, lakukan di jendela maintenance, dan pastikan backup database sebelum upgrade. Jangan lompati versi mayor tanpa membaca release notes.
Database adalah sumber kebenaran cluster — rawat ia seperti harta:
mysql -e "OPTIMIZE TABLE nova.instances;"
mysqldump --all-databases > /backup/openstack-2026-08-10.sqlOPTIMIZE TABLE menata ulang tabel, dan mysqldump membuat backup yang bisa dipulihkan. Backup terjadwal dan pemantauan ukuran database adalah rutinitas yang tidak boleh terlewat.
Queue yang menumpuk (unacked message membengkak) memperlambat seluruh service:
sudo rabbitmqctl list_queues name messages messages_unacknowledged
sudo rabbitmqctl resetrabbitmqctl list_queues memperlihatkan queue yang bermasalah. Jika queue rusak dan tidak bisa dipulihkan, rabbitmqctl reset mengembalikan broker ke kondisi bersih — tapi ini mengorbankan state queue, jadi pastikan ini langkah terakhir setelah alternatif lain gagal.
Episode 19 membekali kalian keterampilan operasional yang sesungguhnya: menguasai perintah diagnostik compute service list, network agent list, dan volume service list, menangani masalah umum seperti instance gagal spawn, network down, attach volume gagal, dan auth error, serta menjalankan day-2 operations seperti upgrade Kolla-Ansible, maintenance database, dan pembersihan queue RabbitMQ.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 20 — episode terakhir — kita akan membahas Studi Kasus Complete Production-Grade Private Cloud Architecture — merancang arsitektur enterprise utuh dari deployment engine Kolla-Ansible, compute layer Nova dengan Ceph, networking Neutron dengan VLAN, VXLAN, DVR, dan Octavia, storage Ceph unified dengan Barbican, hingga observability dan security, ditutup checklist kesiapan produksi dan maintenance routine.