Belajar Playwright untuk end-to-end testing dan browser automation dari dasar hingga production-ready: pre-requisites skill & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa memilih Playwright, konsep dasar & arsitektur, instalasi & konfigurasi dasar, mengambil elemen & berinteraksi dengan halaman, waits & synchronization, page object model & test structure, assertions & debugging, advanced browser actions, data-driven & parameterized testing, cross-browser & device testing, test coverage & performance, API testing & network interception, security & isolation, CI/CD integration, speed & reliability optimization, visual regression testing, accessibility testing, custom tooling & extensions, operational readiness & runbooks, real-world use cases & patterns, ecosystem & tools, hingga future-proofing Playwright skills dengan total 23 episode.
Sebelum menulis test end-to-end, kalian perlu menguasai dasar web, JavaScript atau TypeScript, dan konsep automated testing. Di episode ini kalian juga menyiapkan Node.js, menginstall Playwright beserta browser binaries, dan memverifikasi instalasi pertama.

Episode ini mengupas sejarah lahirnya Playwright dari tim Microsoft, keunggulan intinya seperti cross-browser support dan auto-waiting, perbandingan dengan Selenium, Cypress, dan Puppeteer, serta berbagai use case nyata end-to-end testing dan browser automation.

Episode ini membedah arsitektur Playwright: peran Browser, BrowserContext, dan Page, perbedaan test runner dengan standalone API, test lifecycle dari launch hingga close, serta struktur project dan konfigurasi dasar yang menjadi fondasi seluruh series.

Episode ini memandu instalasi Playwright beserta browser dependencies, penyusunan playwright.config.ts secara lengkap, menjalankan test pertama lewat CLI, serta mengelola timeout dan retries agar suite berjalan stabil sejak awal.

Episode ini membahas strategi locator berbasis text, role, CSS, dan XPath, interaksi dasar seperti click, fill, select, dan hover, submission formulir dan navigasi, serta cara auto-waiting dan retry-ability bekerja di balik setiap aksi.

Episode ini mengupas mekanisme auto-waiting default Playwright, eksplisit wait dengan waitForResponse dan waitForLoadState, cara menangani konten dinamis dan update asinkron, serta strategi menjaga stabilitas test untuk aplikasi SPA dan real-time.

Episode ini membahas Page Object Pattern, reusable page classes, multi-page flows dan shared fixtures, serta maintainability suite.

Episode ini membahas built-in assertions dan matchers Playwright, custom dan soft assertions untuk skenario kompleks, perangkat debugging seperti codegen, mode debug, dan trace viewer, serta cara menangkap screenshot dan video saat test gagal.

Episode ini membahas skenario browser tingkat lanjut: handling frames, popups, dan multiple tabs, drag and drop serta aksi keyboard dan mouse, otomasi upload dan download file, serta network interception dan request mocking untuk mengendalikan respons.

Episode ini membahas parameterized test dengan test.each, sumber data eksternal seperti CSV dan JSON, menjalankan skenario yang sama dengan banyak dataset, serta best practice agar coverage mudah diulang dan dipertahankan.
