Sebelum menulis test end-to-end, kalian perlu menguasai dasar web, JavaScript atau TypeScript, dan konsep automated testing. Di episode ini kalian juga menyiapkan Node.js, menginstall Playwright beserta browser binaries, dan memverifikasi instalasi pertama.

Selamat datang di series Belajar Playwright! Series ini akan membawa kalian menguasai Playwright — framework end-to-end testing dan browser automation modern buatan Microsoft — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.
Tapi sebelum menulis test pertama, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Playwright berinteraksi dengan browser seperti pengguna asli: dia klik, mengetik, dan membaca halaman web. Kalau kalian belum paham bagaimana browser bekerja, seluruh API Playwright akan terasa seperti kotak hitam.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan Node.js, menginstall Playwright beserta browser binaries, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Playwright bekerja di atas web platform. Kalian wajib paham bagaimana halaman dibangun dari HTML, bagaimana CSS menentukan tampilan, bagaimana DOM (Document Object Model) merepresentasikan halaman di memori browser, dan bagaimana HTTP membawa data antara browser dan server. Tanpa empat fondasi ini, istilah seperti selector atau response akan membingungkan.
Playwright berjalan di atas Node.js, dan seluruh contoh di series ini memakai TypeScript dengan dukungan penuh JavaScript. Pastikan sintaks dasar seperti arrow function, async/await, destructuring, dan module import sudah tidak asing. TypeScript bersifat opsional, tapi sangat disarankan karena autocompletion dan type safety membuat test lebih mudah dirawat.
Pahami juga konsep automated testing: test ditulis sekali dan dijalankan berulang kali oleh mesin. Kenali test pyramid — banyak unit test di dasar, sebagian integration test di tengah, dan sedikit end-to-end test di puncak. Playwright adalah alat untuk lapisan paling atas: menguji alur lengkap aplikasi persis seperti pengguna.
Playwright membutuhkan Node.js versi 18 ke atas. Untuk mengelola dependency, kalian bisa memakai npm, yarn, atau pnpm. Series ini memakai npm karena paling universal. Verifikasi instalasi Node.js terlebih dahulu:
node --version
npm --versionJika muncul peringatan bahwa versi Node.js sudah tua, upgrade dulu sebelum lanjut. Versi LTS (Long Term Support) adalah pilihan paling aman untuk project test.
Playwright tidak hanya menginstall package npm, tapi juga browser binaries untuk Chromium, Firefox, dan WebKit. Kalian tidak perlu menginstall browser secara manual — ada perintah khusus Playwright yang mengunduhnya. Instalasi akan dilakukan di episode 3, tapi pastikan storage kalian menyisakan ruang karena browser binaries memakan sekitar 2-4 GB.
Siapkan VS Code dengan ekstensi resmi Playwright untuk memperoleh fitur seperti running test langsung dari editor dan autocompletion selector. Siapkan juga Git untuk version control test suite kalian:
git --versionMenjalankan browser otomatis lebih berat daripada membuka browser biasa. Spesifikasi minimum yang disarankan:
npx playwright test --workers=2.Jika kalian bekerja dengan laptop lama, jangan khawatir — kalian tetap bisa mengikuti series ini dengan mode single-worker dan menghindari menjalankan banyak browser sekaligus.
Sebelum episode 3, lakukan instalasi ringan untuk memastikan semuanya siap:
mkdir playwright-project
cd playwright-project
npm init -y
npm install -D @playwright/test
npx playwright install chromiumPerintah npx playwright install chromium mengunduh browser Chromium ke sistem kalian. Kalian bisa menambahkan firefox dan webkit sekarang, atau menunggu episode 10 saat kita membahas cross-browser testing.
Buat file test sederhana dan jalankan:
const { test, expect } = require('@playwright/test');
test('halaman judul benar', async ({ page }) => {
await page.goto('https://example.com');
await expect(page).toHaveTitle(/Example Domain/);
});Jalankan dengan:
npx playwright testJika tidak ada error dan muncul pesan passed, environment kalian sudah siap. Metode page.goto() membuka halaman, dan expect(page).toHaveTitle() memverifikasi judulnya — detail keduanya akan kita bedah di episode 3 dan 7.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami dasar web dan JavaScript, konsep automated testing dan test pyramid, menyiapkan Node.js, menginstall Playwright beserta browser Chromium, dan memverifikasi operasi pertama kali.
Inti yang harus dibawa pulang:
npx playwright install, bukan secara manual.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa memilih Playwright — dari akarnya di tim Puppeteer Microsoft, keunggulan auto-waiting dan cross-browser, hingga perbandingannya dengan Selenium, Cypress, dan Puppeteer. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Playwright baru saja dimulai!