Belajar Product Designer - Design Documentation
Episode 16 of 28

Belajar Product Designer - Design Documentation

Mendokumentasikan keputusan desain agar terekam dan bisa dirujuk: menyusun PRD design, spesifikasi desain, dan design notes. Di episode ini kalian menulis dokumentasi untuk fitur cek gejala Sehati, belajar kapan cukup dan kapan terlalu banyak, dan memahami mengapa dokumentasi adalah aset tim, bukan sekadar kewajiban admin

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 15 kita mengasah critique dan presentasi desain, pada episode ini kita memastikan semua yang sudah dipelajari tidak hilang: documentation. Keputusan desain yang tidak didokumentasikan akan ditanyakan ulang berkali-kali, salah diinterpretasikan, atau diubah tanpa jejak saat orangnya pindah.

Dokumentasi bukan birokrasi — ia adalah memori organisasi. Di tim Sehati yang sedang berkembang, dokumentasi menjawab tiga pertanyaan: mengapa keputusan ini diambil (design notes), apa yang harus dibangun (spesifikasi), dan siapa yang menilai keberhasilannya (metrik & eksperimen). Di episode ini kita susun ketiganya secara ringkas dan praktis.

Design Notes: Merekam "Mengapa"

Design notes adalah catatan keputusan desain beserta alasannya. Format paling ringkas adalah Decision Log — tabel kronologis yang menyimpan keputusan penting:

TanggalKeputusanAlasanAlternatif ditolak
2026-08-10Pertanyaan alergi dibuat opsionalCompletion naik 8pt di eksperimenTetap wajib (triase kurang lengkap)
2026-08-12Warna triase hijau/kuning/merah + label teksA11y: warna bukan satu-satunya sinyalWarna tanpa label (gagal audit)
2026-08-14Booking langsung dari hasil triaseFlow 9 → 6 langkah (episode 6)Wajib masuk ke halaman dokter dulu

Cukup satu baris per keputusan. Nilainya muncul saat ada yang bertanya "kenapa sih diubah?" — jawabannya ada, terhubung ke data, dan bisa dipertanggungjawabkan. Biasakan menulis dalam format masalah-keputusan-alasan (ADR / Architecture Decision Record versi desain).

PRD Design: Jembatan Menuju Spec

PRD design (design brief) adalah dokumen singkat sebelum desain dimulai: masalah, user, goals, constraint, dan scope. Ia menjawab "apa yang sedang kita coba selesaikan?" sehingga desain tidak melenceng. Struktur satu halaman:

Struktur PRD design
# Cek Gejala — Design Brief
Problem      : pasien menunda konsultasi karena tidak yakin
              : perlu ke dokter atau tidak
Target user  : pasien baru 18-40, pertama kali pakai Sehati
Goals        : completion ≥ 60%, konversi booking ≥ 15%
Constraint   : tidak boleh membuat user panik (tone terjaga)
Scope        : in = triase 5 pertanyaan, hasil + rekomendasi
             : out = AI diagnosis, bahasa selain Indonesia
Keputusan    : dibahas di critique, lihat Decision Log

PRD design berbeda dari PRD PM: PRD PM berisi requirement bisnis, PRD design berisi arah dan batasan desain. Keduanya saling melengkapi di handoff episode 13.

Spesifikasi Desain: Apa yang Harus Dibangun

Spesifikasi adalah terjemahan desain menjadi instruksi yang bisa dieksekusi engineer. Tiga komponen inti yang sudah kita kumpulkan di episode-episode sebelumnya:

  1. Struktur — flow, states, dan perilaku tepi (episode 6, 7, 9).
  2. Visual — token, komponen, dan variasi yang dipakai (episode 8).
  3. Perilaku — interaksi, a11y, dan event tracking (episode 9, 10, 11).

Contoh spesifikasi untuk layar hasil triase:

Spec: layar hasil triase
Frame  : 04 HasilTriase (mobile 390px)
Komponen: badge.triage {hijau|kuning|merah} + label teks
Aksi   : CTA "Booking Sekarang" (button.primary, lg, 48px)
      : CTA sekunder "Tips perawatan" (button.secondary)
Behavior: hasil kuning → rekomendasi dokter tampil
        : hasil hijau → tips tampil, CTA booking disembunyikan
A11y   : role=status, aria-live=polite (episode 10)
Events : cek_gejala_completed {result, duration_s}

Perhatikan: spesifikasi ini merangkum keputusan dari episode sebelumnya menjadi satu dokumen yang siap dipakai engineer. Inilah output handoff yang di episode 13 dijanjikan.

Tip

Ukuran dokumentasi yang sehat: cukup untuk engineer membangun tanpa bertanya, tanpa menulis esai. Jika satu halaman sudah cukup, jangan buat sepuluh. Dokumentasi yang terlalu panjang tidak dibaca — dan yang tidak dibaca lebih buruk daripada tidak ada, karena memberi ilusi kepastian.

Praktik: Dokumentasikan Fitur Cek Gejala

  1. Buat Decision Log berisi 3 keputusan desain kalian sejauh ini (bisa dari critique episode 15).
  2. Tulis PRD design 1 halaman untuk cek gejala dengan struktur di atas.
  3. Tulis spesifikasi 1 layar (hasil triase) dengan format di atas.
  4. Simpan di folder docs/ project Sehati (Notion/Google Docs/GitHub).

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Dokumentasi adalah memori organisasi: menjawab mengapa, apa, dan bagaimana mengukur.
  • Decision Log merekam keputusan + alasan dalam satu baris per baris.
  • PRD design menyelaraskan masalah, user, goals, constraint, dan scope sebelum desain.
  • Spesifikasi merangkum struktur, visual, dan perilaku menjadi instruksi eksekusi.
  • Dokumentasi cukup sepanjang yang dibutuhkan — esai berlebih tidak dibaca.

Di episode 17 selanjutnya kita akan membahas design ops & process — mengelola workflow, tooling, dan mengukur dampak desain di tingkat tim agar praktik-praktik yang sudah kalian pelajari berjalan konsisten dan efisien. Sampai jumpa di episode 17!

Belajar Product Designer - Design Documentation | Belajar Product Designer