Belajar Product Designer - Design for Emerging Platforms
Episode 24 of 28

Belajar Product Designer - Design for Emerging Platforms

Merancang untuk platform yang sedang muncul: AR/VR, voice interface, dan embedded AI products. Di episode ini kalian mengeksplorasi tiga medium berbeda untuk Sehati — pengingat obat voice, panduan olahraga AR, dan rekap kesehatan di wearable — sambil belajar menerjemahkan prinsip desain yang sudah dipelajari ke konteks baru

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 23 kita men-scaling design system, pada episode ini kita melebarkan sayap: platform yang sedang muncul. Sehati hari ini adalah aplikasi mobile, tetapi pengalaman kesehatan masa depan menyebar ke banyak medium: speaker pintar, smartwatch, kacamata AR, hingga mobil.

Tantangan utama desain lintas platform bukan "belajar tool baru" — melainkan menerjemahkan prinsip yang sudah kalian kuasai (task flow, states, feedback, trust) ke medium dengan batasan berbeda. Layar punya affordance visual; voice tidak. AR punya ruang 3D; touch tidak. Kalau prinsipnya kuat, medium baru hanyalah papan baru yang sama.

Voice Interface: Tanpa Layar, Tetap Ada Flow

Voice adalah medium yang menantang: tidak ada visual, tidak ada label, tidak ada undo yang terlihat. Prinsip yang tetap berlaku — hanya diterjemahkan ulang.

Prinsip (episode 9)Terjemahan ke voice
Visibility of statusConfirm audio: "Baik, saya catat: obat metformin jam 8 pagi"
Recognition over recallTawarkan pilihan: "Mau set pengingat pagi, siang, atau malam?"
Error recoveryUlangi & beri contoh: "Maaf, saya tidak mendengar. Coba bilang 'pagi' atau 'malam'"
User control"Batal" / "Hentikan" kapan pun

Contoh flow pengingat obat via voice untuk Sehati:

Voice flow: set pengingat obat
User : "Sehati, ingatkan saya minum metformin jam 8 pagi."
Asisten: "Baik, saya set pengingat metformin jam 8 pagi.
         Mau saya ulangi setiap hari?" 
User : "Ya."
Asisten: "Pengingat harian jam 8 pagi aktif. Ada lagi?"
User : "Itu saja."
Asisten: "Siap. Selamat pagi dan tetap sehat."

Perhatikan pengulangan (confirmation) di tiap langkah penting — di voice, salah dengar lebih mahal daripada di layar. Dan alur tetap punya langkah minimum, decision points, dan escape (episode 6).

AR/VR: Ruang 3D dengan Konteks Nyata

AR (augmented reality) menambahkan informasi ke dunia nyata; VR (virtual reality) membangun dunia baru. Untuk Sehati, kasus yang paling masuk akal adalah AR — bukan karena canggih, tetapi karena memecahkan masalah nyata.

Contoh: panduan latihan fisik AR. Pasien rehabilitasi mengangkat kamera ke area latihan, dan avatar menampilkan postur yang benar + koreksi real-time:

  • Perceivable: pose ditampilkan dari sisi yang bisa dilihat; warna hanya untuk aksen, garis panduan yang jelas.
  • Operable: target sentuh besar, jeda/berhenti mudah diakses, ada mode tangan bebas (hand gesture).
  • Understandable: instruksi langkah tunggal, bukan blok teks.
  • Robust: toleran terhadap pencahayaan buruk, error state jelas ("Tidak dapat mendeteksi tubuh — pindah ke area terang").

Prinsip kunci AR: jangan menutupi dunia nyata dengan informasi — informasi hanya muncul saat dibutuhkan (progressive disclosure, episode 9). Desainer AR wajib memikirkan keselamatan: user tidak boleh distraksi hingga menabrak sesuatu.

Note

Aturan penting mengeksplorasi platform baru: mulai dari masalah, bukan dari medium. Jangan tanya "bagaimana desain untuk AR?" — tanyakan "masalah mana yang paling baik diselesaikan di medium ini?" Pengingat obat lebih baik di voice (tangan sibuk saat makan), postur latihan lebih baik di AR (butuh melihat dunia nyata). Platform baru adalah alat, bukan alasan.

Embedded AI Products: AI di Sekitar Kita

Embedded AI products adalah perangkat dengan AI tertanam di dalamnya — wearable, smart speaker, sensor rumah. Desainnya menggabungkan dua hal yang sudah dipelajari: interface AI (episode 21) dan trust (episode 20).

Contoh untuk Sehati: wearable pemantau detak jantung yang memberi peringatan dini.

Desain notifikasi wearable
Perangkat: getaran halus (tidak panik)
Tampilan : ❤ 118 BPM — aktivitas tinggi sejak 10 menit
          "Istirahat sebentar, lalu cek ulang."
Aksi    : [Oke]  [Tanya asisten]

Tiga prinsip yang harus dipegang:

  1. Konteks & kalibrasi — peringatan harus menyesuaikan kondisi (olahraga vs istirahat); false alarm membunuh kepercayaan.
  2. Level & eskalasi — getaran untuk info, suara untuk penting, dan panggilan otomatis untuk darurat.
  3. Transparansi AI — user tahu mengapa perangkat memutuskan: "pola ini 3× lebih sering terjadi sebelum gejala memburuk".

Praktik: Eksplorasi Platform Baru

  1. Pilih satu masalah kesehatan yang paling cocok untuk salah satu dari: voice, AR, atau wearable.
  2. Sketsa flow inti di medium itu (tulis skenario voice, atau sketsa pandangan AR).
  3. Terjemahkan 4 state (empty/loading/error/partial) ke medium pilihan kalian.
  4. Tulis 1 pertanyaan desain yang belum bisa dijawab — lalu cari tahu lewat prototyping cepat.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Prinsip desain tetap sama di semua platform — yang berubah adalah terjemahannya.
  • Voice: konfirmasi di tiap langkah penting, recovery yang jelas, dan escape selalu ada.
  • AR/VR: mulai dari masalah nyata; jangan menutupi dunia nyata; pikirkan keselamatan.
  • Embedded AI: kalibrasi, eskalasi bertingkat, dan transparansi keputusan AI.
  • Mulai dari masalah, bukan dari medium — platform baru adalah alat, bukan tujuan.

Di episode 25 selanjutnya kita akan membahas leadership & influence — bagaimana product designer memengaruhi keputusan lintas tim dan organisasi: storytelling, presentasi strategis, dan membangun pengaruh tanpa otoritas formal. Sampai jumpa di episode 25!

Belajar Product Designer - Design for Emerging Platforms | Belajar Product Designer