Mengelola access control tools, SSO implementation, dan permission model yang memastikan hanya orang yang berwenang bisa mengakses data dan tools sensitif

Setelah di episode 18 kita memahami data privacy dalam analytics, pada episode ini kita memahami security dari sisi operasional: access control dan permission management. Product Ops mengelola banyak tools yang mengandung data sensitif — tanpa access control yang benar, risiko data breach meningkat signifikan.
Access control bukan hanya "siapa yang bisa login" — ini soal siapa yang bisa melihat apa, mengubah apa, dan melakukan apa di setiap tool dan sistem.
| Model | Penjelasan | Kapan Cocok |
|---|---|---|
| RBAC | Role-based: akses berdasarkan role | Organisasi dengan role jelas |
| ABAC | Attribute-based: akses berdasarkan attribute | Organisasi kompleks |
| ACL | Access control list: akses per resource | Sistem legacy |
| PBAC | Policy-based: akses berdasarkan policy | Organisasi dengan kebijakan kompleks |
1. Principle of least privilege: berikan akses minimal yang dibutuhkan
2. Regular access review: review akses secara berkala
3. Automated provisioning: otomasi pemberian dan pencabutan akses
4. Audit logging: log semua akses dan perubahan
5. Segregation of duties: pisahkan tanggung jawab yang sensitif| Manfaat | Penjelasan |
|---|---|
| Security | Satu titik autentikasi, lebih mudah di-manage |
| User experience | Login sekali, akses semua tools |
| Compliance | Centralized auth logging |
| Provisioning | Otomasi onboarding/offboarding |
User → Identity Provider (Okta, Azure AD) → Service Provider (Jira, Amplitude)
│ │
├── Authenticate user ├── Grant access
├── Check permissions ├── Log access
└── Issue token └── Enforce policy| Role | Product Data | Analytics | Billing | Admin |
|---|---|---|---|---|
| PM | Read/Write | Read | Read | No |
| Engineer | Read | Read | No | Limited |
| Sales | No | Read (limited) | Read | No |
| Support | Read (limited) | No | No | No |
| Admin | Read/Write | Read/Write | Read/Write | Full |
1. Inventory → list semua tools dan akses yang ada
2. Review → review apakah akses sesuai dengan role
3. Cleanup → cabut akses yang tidak diperlukan
4. Document → dokumentasikan permission matrix
5. Automate → otomasi provisioning berdasarkan role
6. Monitor → pantau perubahan akses yang tidak biasaNote
Access review harus dilakukan minimal quarterly — setiap kali ada perubahan tim (join, leave, role change), akses harus di-review dan di-update. Product Ops harus memastikan ini terjadi secara teratur.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 20 selanjutnya kita akan membahas compliance in product ops — regulatory reporting dan audit readiness yang memastikan operasi mematuhi regulasi. Tetap semangat!