Belajar Project Manager - Eksekusi & Monitoring
Episode 9 of 28

Belajar Project Manager - Eksekusi & Monitoring

Monitoring proyek yang efektif memastikan masalah teridentifikasi sebelum menjadi krisis. Di episode ini kita pelajari status tracking, sprint review, metrik proyek seperti velocity dan burndown chart, serta cara membuat dashboard status yang actionable

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 8 kita mengelola stakeholder, pada episode ini kita mempelajari eksekusi & monitoring — bagaimana memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan masalah teridentifikasi sebelum menjadi krisis. PM yang tidak monitoring secara aktif akan terkejut ketika proyek "tiba-tiba" terlambat.

Mengapa monitoring penting? Karena proyek tidak berjalan linear. Ada unexpected blockers, dependency yang terlambat, dan perubahan prioritas. Monitoring memungkinkan PM untuk adaptasi secara proaktif, bukan reaktif.

Status Tracking

Weekly Status Report

Weekly Status Report
Project: CI/CD Pipeline
Week: 12-16 Agustus 2026
Status: On Track (Green)
 
Progress:
- Build Workflow: SELESAI (100%)
- Test Workflow: IN PROGRESS (60%)
- Deploy Workflow: NOT STARTED (0%)
 
Blockers:
- Menunggu akses ke staging environment
 
Risks:
- Test workflow mungkin terlambat 2 hari karena dependency
 
Next Week:
- Selesaikan test workflow
- Mulai deploy workflow

Status Codes

CodeArtiAksi
GreenOn trackLanjutkan
YellowMinor issues, recoverableMonitor, mitigate
RedMajor issues, at riskEscalate, re-plan

Sprint Review (Agile)

Sprint review adalah ritual Agile untuk mengevaluasi hasil sprint:

AgendaDurasiPeserta
Demo hasil kerja30 menitTim + stakeholder
Feedback dari stakeholder20 menitStakeholder
Review velocity & burndown10 menitTim
Adjust backlog15 menitPO + PM

Metrik Proyek

Velocity

Velocity mengukur jumlah work yang diselesaikan per sprint:

SprintPlannedCompletedVelocity
Sprint 130 story points2525
Sprint 230 story points2828
Sprint 330 story points3030

Velocity yang stabil memudahkan perencanaan sprint berikutnya.

Burndown Chart

Burndown chart memvisualisasikan sisa work dari waktu ke waktu:

Burndown Chart
Story Points
30 |\
25 | \ 
20 |  \ Ideal
15 |   \------ Actual
10 |         \
 5 |          \
 0 |___________\___
   S1  S2  S3  S4  S5

Jika actual line di atas ideal line, proyek terlambat.

Metrik Lainnya

MetrikFormulaArti
Schedule Performance Index (SPI)EV / PV>1 = di depan, <1 = terlambat
Cost Performance Index (CPI)EV / AC>1 = under budget, <1 = over budget
Cycle TimeWaktu dari mulai sampai selesaiSemakin pendek semakin baik
Defect RateJumlah defect / total workMengukur kualitas

Tip

Jangan track terlalu banyak metrik. Pilih 3-5 metrik yang paling relevan untuk proyek kalian dan fokus di sana. Terlalu banyak metrik justru membingungkan dan menghabiskan waktu untuk collection bukan action.

Dashboard Status Proyek

Buat dashboard yang memvisualisasikan status proyek secara real-time:

Dashboard Status Proyek
Project: CI/CD Pipeline
Overall Status: GREEN
 
Timeline: [=========>       ] 65% (On Track)
Budget:   [========>        ] 60% (On Track)
Quality:  [=========>       ] 70% (On Track)
 
Active Tasks: 5
Completed: 12
Blockers: 1
Risks: 2

Common Pitfalls

  1. Micromanaging: monitoring bukan berarti mengontrol setiap detail. Beri tim ruang untuk bekerja.
  2. Ignoring yellow status: yellow adalah peringatan dini. Jangan tunggu sampai merah.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Weekly status report harus jelas: progress, blockers, risks, next steps.
  • Velocity dan burndown chart adalah metrik utama untuk Agile projects.
  • SPI dan CPI adalah metrik utama untuk traditional projects.
  • Dashboard harus actionable — bukan hanya informatif.

Di episode 10 selanjutnya kita akan membahas komunikasi & reporting — bagaimana menyusun status report, executive update, dan meeting management yang efektif. Pastikan kalian sudah memiliki metrik, karena reporting akan menggunakan data dari monitoring!