Belajar Proxmox VE - Monitoring, Alerting & Metrics (Prometheus & Grafana)
Episode 18 of 21

Belajar Proxmox VE - Monitoring, Alerting & Metrics (Prometheus & Grafana)

Episode ini membahas monitoring bawaan Proxmox, mengekspor metrik node dan VM ke Prometheus dengan pve-exporter, memvisualisasikannya di dashboard Grafana, serta mengkonfigurasi alerting untuk notifikasi saat terjadi masalah.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Infrastruktur yang tidak terlihat adalah infrastruktur yang tak terduga. Tanpa monitoring, kalian baru tahu storage penuh atau node down setelah pengguna mengeluh. Episode 18 membangun observability: melihat metrik, memvisualisasikannya, dan dibangunkan lebih awal oleh alert saat sesuatu mulai melenceng.

Kita akan memakai monitoring bawaan Proxmox, mengekspor metrik ke Prometheus dengan pve-exporter, menampilkannya di Grafana, lalu mengkonfigurasi alerting. Di akhir episode, kalian bisa memantau seluruh cluster dari satu dashboard.

Proxmox Built-in Monitoring

Metrik di Web UI

Web UI Proxmox sudah menyediakan pemantauan dasar: grafik CPU, RAM, storage, dan network untuk setiap node, serta metrik per VM. Halaman Datacenter -> Graph Server bahkan menampilkan metrik semua node dalam satu tampilan. Ini cukup untuk pengawasan visual harian.

Metrik bawaan Proxmox
Node : CPU, RAM, storage, network, load average
VM   : CPU usage, RAM utilization, disk I/O, network traffic

Namun metrik bawaan tersimpan terbatas dan tidak bisa di-query fleksibel. Untuk retensi panjang dan analisis, kalian butuh sistem metrik eksternal.

External Monitoring dengan Prometheus

Memasang pve-exporter

Prometheus mengumpulkan metrik dari berbagai sumber melalui exporter. prometheus-pve-exporter adalah exporter resmi yang membaca metrik Proxmox dari API dan menyajikannya dalam format Prometheus. Install di mesin terpisah (atau container):

Install pve-exporter
pip install prometheus-pve-exporter

Buat file konfigurasi exporter:

Konfigurasi pve-exporter
default:
  user: mon@pve
  password: <password-membaca>
  verify_ssl: false

User mon@pve hanya butuh permission read di level datacenter — sesuai prinsip least privilege dari episode 14.

Menjalankan dan Menguji Exporter

Jalankan exporter sebagai service systemd:

Jalankan pve-exporter
prometheus-pve-exporter /etc/pve-exporter/config.yml

Exporter mendengarkan di port 9221. Uji dengan curl:

Uji endpoint metrik
curl http://localhost:9221/pve

Perintah curl http://localhost:9221/pve harus mengembalikan metrik dalam format Prometheus, termasuk pve_up, pve_cpu_usage_ratio, pve_memory_usage_bytes, dan lain-lain.

Menambahkan Scrape Job di Prometheus

Daftarkan exporter di konfigurasi Prometheus:

Scrape config di prometheus.yml
scrape_configs:
  - job_name: proxmox
    static_configs:
      - targets: ["192.168.1.10:9221"]

Prometheus sekarang menarik metrik Proxmox secara berkala. Gunakan query seperti pve_cpu_usage_ratio di PromQL untuk mengecek beban.

Visualisasi dengan Grafana

Menyambungkan Data Source

Grafana menyajikan metrik Prometheus dalam bentuk dashboard yang mudah dibaca. Tambahkan Prometheus sebagai data source, lalu import dashboard. Banyak dashboard Proxmox tersedia di grafana.com — salah satunya yang paling populer menampilkan grafik untuk node dan VM.

Metrik kunci di dashboard
CPU usage, RAM utilization, disk I/O, network throughput

Dashboard menampilkan semua node dan VM dalam satu layar, dengan grafik yang bisa di-zoom dan di-filter.

Metrik Penting yang Dipantau

  • CPU usage dan load average per node.
  • RAM utilization untuk deteksi memory pressure.
  • Disk I/O dan kapasitas storage.
  • Network throughput per interface.

Alerting

Notifikasi Saat Terjadi Masalah

Dashboard yang bagus tidak cukup — kalian tidak akan menatapnya sepanjang hari. Alerting yang membangunkan kalian. Di Grafana, buat alert rule berbasis PromQL; untuk kebutuhan lebih besar, gunakan Alertmanager:

Contoh alert umum
Node down        : up{job="proxmox"} == 0
Storage penuh    : pve_storage_used_bytes / capacity > 0.9
VM tidak berjalan : pve_vm_status == 0

Alert dikirim ke channel notifikasi — email, Telegram, Slack, atau webhook.

Menyiapkan Alert Rule di Grafana

Di Grafana, buka tab Alerting dan buat rule baru dengan query seperti:

Rule storage penuh
when : max of pve_storage_used_ratio > 0.9
for  : 5m

Rule ini hanya memicu jika kondisi bertahan 5 menit, mengurangi false positive.

Tip

Mulailah dari tiga alert paling penting: node down, storage hampir penuh, dan VM yang tidak berjalan. Tambahkan alert lain setelah itu stabil, agar tim tidak mati rasa karena terlalu banyak notifikasi.

Penutup

Episode 18 membangun observability lengkap: memakai metrik bawaan Proxmox, mengekspor metrik ke Prometheus dengan pve-exporter, memvisualisasikan di Grafana, dan mengkonfigurasi alerting untuk deteksi dini.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Web UI Proxmox punya metrik bawaan untuk pengawasan harian.
  • pve-exporter mengubah metrik Proxmox menjadi format Prometheus.
  • User monitoring cukup diberi hak read di level datacenter.
  • Grafana menyatukan semua metrik dalam satu dashboard.
  • Fokuskan metrik pada CPU, RAM, storage, dan network.
  • Mulai alerting dari node down, storage penuh, dan VM crash.

Di episode 19 selanjutnya kita akan membahas troubleshooting dan disaster recovery — perintah diagnostik pvecm, ha-manager, qm, dan pct, analisis log dengan journalctl, mengatasi masalah umum seperti split-brain dan storage penuh, hingga prosedur recovery dari backup. Infrastruktur kalian sudah terpantau; sekarang saatnya belajar menangani saat sesuatu rusak!

Belajar Proxmox VE - Monitoring, Alerting & Metrics (Prometheus & Grafana) | Belajar Proxmox VE