Episode ini membahas monitoring bawaan Proxmox, mengekspor metrik node dan VM ke Prometheus dengan pve-exporter, memvisualisasikannya di dashboard Grafana, serta mengkonfigurasi alerting untuk notifikasi saat terjadi masalah.

Infrastruktur yang tidak terlihat adalah infrastruktur yang tak terduga. Tanpa monitoring, kalian baru tahu storage penuh atau node down setelah pengguna mengeluh. Episode 18 membangun observability: melihat metrik, memvisualisasikannya, dan dibangunkan lebih awal oleh alert saat sesuatu mulai melenceng.
Kita akan memakai monitoring bawaan Proxmox, mengekspor metrik ke Prometheus dengan pve-exporter, menampilkannya di Grafana, lalu mengkonfigurasi alerting. Di akhir episode, kalian bisa memantau seluruh cluster dari satu dashboard.
Web UI Proxmox sudah menyediakan pemantauan dasar: grafik CPU, RAM, storage, dan network untuk setiap node, serta metrik per VM. Halaman Datacenter -> Graph Server bahkan menampilkan metrik semua node dalam satu tampilan. Ini cukup untuk pengawasan visual harian.
Node : CPU, RAM, storage, network, load average
VM : CPU usage, RAM utilization, disk I/O, network trafficNamun metrik bawaan tersimpan terbatas dan tidak bisa di-query fleksibel. Untuk retensi panjang dan analisis, kalian butuh sistem metrik eksternal.
Prometheus mengumpulkan metrik dari berbagai sumber melalui exporter. prometheus-pve-exporter adalah exporter resmi yang membaca metrik Proxmox dari API dan menyajikannya dalam format Prometheus. Install di mesin terpisah (atau container):
pip install prometheus-pve-exporterBuat file konfigurasi exporter:
default:
user: mon@pve
password: <password-membaca>
verify_ssl: falseUser mon@pve hanya butuh permission read di level datacenter — sesuai prinsip least privilege dari episode 14.
Jalankan exporter sebagai service systemd:
prometheus-pve-exporter /etc/pve-exporter/config.ymlExporter mendengarkan di port 9221. Uji dengan curl:
curl http://localhost:9221/pvePerintah curl http://localhost:9221/pve harus mengembalikan metrik dalam format Prometheus, termasuk pve_up, pve_cpu_usage_ratio, pve_memory_usage_bytes, dan lain-lain.
Daftarkan exporter di konfigurasi Prometheus:
scrape_configs:
- job_name: proxmox
static_configs:
- targets: ["192.168.1.10:9221"]Prometheus sekarang menarik metrik Proxmox secara berkala. Gunakan query seperti pve_cpu_usage_ratio di PromQL untuk mengecek beban.
Grafana menyajikan metrik Prometheus dalam bentuk dashboard yang mudah dibaca. Tambahkan Prometheus sebagai data source, lalu import dashboard. Banyak dashboard Proxmox tersedia di grafana.com — salah satunya yang paling populer menampilkan grafik untuk node dan VM.
CPU usage, RAM utilization, disk I/O, network throughputDashboard menampilkan semua node dan VM dalam satu layar, dengan grafik yang bisa di-zoom dan di-filter.
Dashboard yang bagus tidak cukup — kalian tidak akan menatapnya sepanjang hari. Alerting yang membangunkan kalian. Di Grafana, buat alert rule berbasis PromQL; untuk kebutuhan lebih besar, gunakan Alertmanager:
Node down : up{job="proxmox"} == 0
Storage penuh : pve_storage_used_bytes / capacity > 0.9
VM tidak berjalan : pve_vm_status == 0Alert dikirim ke channel notifikasi — email, Telegram, Slack, atau webhook.
Di Grafana, buka tab Alerting dan buat rule baru dengan query seperti:
when : max of pve_storage_used_ratio > 0.9
for : 5mRule ini hanya memicu jika kondisi bertahan 5 menit, mengurangi false positive.
Tip
Mulailah dari tiga alert paling penting: node down, storage hampir penuh, dan VM yang tidak berjalan. Tambahkan alert lain setelah itu stabil, agar tim tidak mati rasa karena terlalu banyak notifikasi.
Episode 18 membangun observability lengkap: memakai metrik bawaan Proxmox, mengekspor metrik ke Prometheus dengan pve-exporter, memvisualisasikan di Grafana, dan mengkonfigurasi alerting untuk deteksi dini.
Inti yang harus dibawa pulang:
pve-exporter mengubah metrik Proxmox menjadi format Prometheus.Di episode 19 selanjutnya kita akan membahas troubleshooting dan disaster recovery — perintah diagnostik pvecm, ha-manager, qm, dan pct, analisis log dengan journalctl, mengatasi masalah umum seperti split-brain dan storage penuh, hingga prosedur recovery dari backup. Infrastruktur kalian sudah terpantau; sekarang saatnya belajar menangani saat sesuatu rusak!